TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 426


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Rania sedikit merasa tidak nyaman berada di rumah Aris, setiap sudut rumah dari mamangnya itu ada saja mahluk halus yang ia lihat dan mereka menampakkan diri dengan bentuk yang sangat tidak bagus.


Aris hanya tersenyum melihat Rania yang hanya menunduk saja.


"Ran, kayanya lebih baik kamu main aja sama si Asep tuh dibelakang" ucap Aris


Rania hanya mengerutkan keningnya "Aris siapa Mang?" tanya Rania bingung.


"oh iya, mamang lupa buat ngenalin kalian sama anak mamang, sebentar ya" Aris pun berdiri lalu berjalan menuju belakang rumahnya, beberapa saat kemudian ia kembali bersama seorang pemuda.


"Kenalin ini Asep, anak mamang,Sep kamu ajak gih mereka main kebelakang siapa tau pada mau minum kelapa muda" tutur Arisp, Asep pun hanya mengangguk lalu mengajak ketiganya kebelakang rumah.


Begitu tiba dibelakang rumah Aris mereka begitu senang karena melihat pohon mangga dan jambu air yang sedang berbuah.


"SEP bisa gak tolong petikin,kayanya enak makan mangga yang mateng dari pohon" pinta Rania.


Asep hanya tersenyum lalu ia pun langsung memanjat pohon mangga lalu memetik beberapa buah yang menurutnya sudah matang.


Setelah memetik mangga Asep juga memetik beberapa buah kelapa muda untuk mereka lalu mengupasnya.


"wah terima kasih banyak ya Sep,jadi betah disini" ucap Ardina sambil mengupas mangga yang tadi Asep petik.


"Sama-sama,kan kalian baru pertama kali kesini" jawab Asep sambil tersenyum ramah.


Saat sedang asik menikmati jambu air tiba-tiba saja Rania tersendak karena matanya melihat sesuatu disebelah Asep.


"Sep, itu apaan kok jelek banget bentuknya?" tanya Rania sedikit ngeri saat melihat sosok yang berdiri disebelah Asep.


"gak usah takut ini temen kok gak jail"

__ADS_1


Rania hanya melempar senyuman yang ia paksakan.


"kok loe nyengir gitu Ran?" tanya Ardina


"gw kalo boleh milih ya Ar, lebih enak kaya loe gak bisa liat yang aneh-aneh" tutur Rania yang tiba-tiba saja langsung terlihat sedih.


"Kamu gak boleh begitu Ran, kamu punya kelebihan seharusnya bisa kamu manfaatkan, aku aja pengen begini harus belajar" tutur Asep memberi semangat pada Rania.


Radit pun langsung menyetujui apa yang dikatakan oleh Asep, ia yang juga sama mempunyai kelebihan seperti Rania berusaha bersikap biasa-biasa saja saat melihat sesuatu berbeda dengan Rania yang terkadang begitu penasaran dengan apa yang ia lihat.


Saat sedang asik ngobrol dengan Asep mereka pun langsung diajak pulang karena sebentar lagi air di kolam ikan yang akan dipanen sudah mulai surut.


karena merasa cocok ngobrol dengan Asep Rania pun mengajak Asep untuk untuk ikut kerumah mamang yang satunya untuk memanen ikan.


Sepanjang perjalanan mereka terus saja bercanda dan dalam sekejap Rania sudah begitu akrab dengan Asep.


Begitu tiba di rumah aki Endis nampak suasana sudah ramai dengan beberapa orang yang diminta untuk membantu memanen ikan.


Melihat Asep yang begitu mahir menangkap ikan dengan tangan kosong Rania pun berniat untuk meniru apa yang dilakukan oleh Asep.


Karena ia belum bisa alhasil tidak satupun ikan yang ia dapat dan itu menjadi bahan tertawaan mama dan juga saudaranya.


Dengan pakaian yang berlumuran lumpur Rania pun segera naik keatas dengan mulut yang mengerucut.


"Tuh bibir sampe bisa di kepang Ran" ejek Ardina saat melihat raut wajah Rania yang kesal.


Tanpa menghiraukan perkataan Ardina,Rania pun menghampiri bak-bak besar yang didalamnya terdapat ikan dengan ukuran berbeda-beda.


Ia pun asik dengan salah satu ikan yang menurutnya sangat aneh,rasa penasarannya semakin jadi saat ia menangkap ikan tersebut namun ikan itu tidak memberikan sedikitpun perlawanan.


"Aki, aku boleh gak minta ikan ini buat dipelihara"teriak Rania sambil mengangkat ikan yang ia inginkan.

__ADS_1


"Boleh, ambil aja" teriak aki Endis yang masih berada didalam kolam.


"Ran, hati-hati sama ikan itu, itu bukan ikan sembarang" ucap Asep yang seakan tau sesuatu.


"Maksudnya apa Sep?"tanya Rania bingung.


"Kalau mau dipelihara mendingan dipelihara secara baik-baik,kalau gak ya lebih baik dilepas aja"


"Malah bikin tambah bingung si Asep mah" ucap Rania sambil membawa ikan mas itu sedikit menjauh.


Asep terlihat tersenyum tipis melihat Rania.


Nayla dan Ardina hanya memperhatikan apa yang Rania lakukan dari kejauhan.


Naylapun merasa ada yang janggal dengan ikan yang dibawa oleh putrinya itu.


"apa itu ikan jadi-jadian ya"batin Nayla merasa khawatir.


Rania menyimpan ikan mas itu disebuah ember tanpa ditutup,ia pun bergegas membersihkan diri.


Nayla pun langsung berbicara dengan Adit tentang apa yang ada didalam pikiranmya saat ini, namun tanggapan dari Adit membuat nya sedikit kecewa.


Akhirnya ia sendiri yang mengawasi Rania dengan memperhatikan apapun yang Rania lakukan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh


Author mengucapkan


𝙏𝙖𝙦𝙤𝙗𝙖𝙡𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪 𝙢𝙞𝙣𝙣𝙖 𝙬𝙖 𝙢𝙞𝙣𝙠𝙪𝙢, 𝙩𝙖𝙦𝙤𝙗𝙗𝙖𝙡 𝙮𝙖 𝙆𝙖𝙧𝙞𝙞𝙢..

__ADS_1


Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin


__ADS_2