TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 38


__ADS_3

Matahari sudah mulai meninggi nayla kini sedang berada dikontrakanya ia merehatkan sejenak tubuhnya yang terasa begitu ngilu dan pegal.


ia pun mengeluarkan ponselnya dan melihat apakah ada wa dari adit ternyata ia harus kecewa karena tak ada pesan chat dari adit yang ada hanya dari mamanya yang meyuruhnya harus pulang akhir pekan ini.


Karena rasa kantuknya sudah datang ia pun segera memejamkan matanya diatas kasur yang tak begitu lebar.


tak butuh waktu lama ia pun terlelap.


Suara alarm yang berasal dari bunyi ponselnya membangunkan nayla dari tidurnya dengan malas ia pun meraih ponselnya dan mematikan alarmnya dengan mata yang masih terasa berat ia pun berusaha melihat jam berapa sekarang


setelah mengumpulkan kesadarannya ia pun segera bangun dan menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka


alangkah terkejutnya nayla saat membuka pintu kamar mandi dengan lampu yang mati ia melihat sosok wanita berbaju putih sedang membelakanginya kamar mandi yang gelap menambah jelas bentuk sosok itu


karena takut nayla langsung berlari kedepan kontrakannya entah kenapa suasana yang biasanya ramai kini terasa sepi


ia melihat kekiri dan kanan semua pintu tertutup padahal biasanya selalu saja ada salah satu yang terbuka dan juga biasanya dikontrakan depannya yang merupakan kontrakan khusus pria biasanya terdengar suara musik namun kini hanya ada suasana sunyi


nayla semakin merasa enggan untuk masuk dia takut kalau sosok tadi masih ada disana


ia pun duduk diteras berharap salah satu temannya tidak lembur.


"loh mbak nayla kok diluar kenapa?" sapa mbak ani tetangga sebelah kontarakanku yang baru saja pulang kerja


aku pun bernafas lega ketika melihat satu persatu penghuni kontrakan mulai berdatangan


"kok sejak pulang dari kota G aku semakin sering ya liat penampakan tapi pulang dari sana juga aku jadi punya pacar dan mantan yang dulu ilang gak ada kabar, kini juga muncul lagi,apa semua ada kaitannya ya" monologku


"kalo cuma jadi dapet pacar trus mantan balik lagi sih gak apa-apa bagus,lah ini pake banyak pengikutnya yang halus juga,haduhhhh bisa kejang-kejang plus jantungan ini mah kalo tiap hari mesti ketemu hantu" batinku lalu aku pun menepuk jidatku tak habis pikir


bunyi suara hp membuyarkan lamunanku segera ku lihat yang mengirimiku pesan


aku pun tersenyum lebar kala melihat nama adit


adit "kamu lagi apa sayang"


me "lagi ngelamun"


adit "ngelamunin aku ya?"

__ADS_1


me "kok tau sih dit"


adit "kangen nih nay,tapi aku lagi lembur


melulu ni,jadi gak bisa ketemu"


me "iya gak apa-apa dit cari uang yang


banyak ya"


adit "kamu masih suka liat yang serem


-serem nay"


me "iya dit,tadi malem sama tadi baru aja


di kamar mandi ada tante kunti"


adit "😁😁😁 kamu berani?"


me " gak, ni aja aku belum mandi abis


takut"


me "ya gak apa-apa dit"


saat melihat jam sudah menunjukan pukul 7 aku pun segera siap-siap untuk berangkat kerja tanpa mandi.


jam pertama kerja hingga istirahat jam 12 tak ada kejadian yang menghebohkan namun pada saat jam satu an ibnu si pria berbadan kekar seperti pohon palem minta ijin untuk ketoilet


dari line ku memang toilet terlihat jelas karena posisinya yang tak terhalang apa pun


saat aku sedang mengawasi line sambil bersandar pada salah satu box besar aku melihat lampu depan kamar mandi berkedap kedip


"tuh lampu mau putus kali"pikirku aku pun tak memperdulikan aku fokus pada laporan yang sedang ku buat


tiba-tiba aku mendengar suara pria minta tolong dan saat aku menoleh


brungh..

__ADS_1


"aduhhhh..."teriakku kencang saat ada seseorang yang menabrakku dengan sangat kencang hingga aku terjatuh dengan posisi bokongku duluan yang menyentuh lantai


"ihhh dasar pohon palem ngapain sih loe pake maratoh di pt"gerutuku kesal sambil berusaha berdiri


mereka yang melihat aku ditabrak oleh ibnu langsung tertawa mungkin mereka ingin menolong tapi tak bisa karena posisi bekerja mereka di line yang berjalan


"ih...bangun dong nu berat tau loe"bentakku pada ibnu yang meniban badanku dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centi saja


"ma---maaf mbak nay"ucap ibnu lalu bangun dan ia pun menjulurkan tangan nya bermaksud membantuku berdiri


aku tak membalas uluran tangannya aku hanya menatapnya kesal dan malu karena posisi jatuhnya yang menimpa badanku.


"nay...loe gak apa-apa" kini dian sudah berada didepanku sambil menahan senyum aku pun segera berdiri tetapi dengan memasang wajah kesal pada ibnu.


"nu..loe kenapa lari-larian di line,bukannya tadi loe ke toilet?"tanya dian mengintrogasi ibnu


"i---itu mbak,tadi---tadi ada pocong didepan pintu toilet "ucap ibnu terbata-bata sambil menatap nayla


"apa loe liat-liat"ucap nayala ketus


"ihhh mbak nay beneran itu gak sengaja mbak,aku tuh tadi mau ngerem tapi kaya ada yang jorokin"jelasnya sambil menunduk tak berani menatap nayla


nayla hanya cemberut malu plus kesal namun saat itu juga ia memalingkan wajahnya yang tadi menghadap ke arah toilet kini menghadap ke line


ia tak berani melihat pintu toilet karena ia melihat ada pocong yang dimaksud oleh ibnu sedang tersenyum kearahnya


"diann...ituuu"ucap nayla sambil menunjuk kearah toilet


"itu apa?"tanya dian meminta penjelasan


"i---tu po----pocinya" ucap nayla terbata-bata


"mana?gak ada apa-apa nay"ucap dian sambil melihat dan seperti mencari sesuatu


"ihhh kok loe gak liat ya"protesku


"ye...gw kan orang baik jadi si poci dan temen-temennya gak mau gangguin gw"jawab dian ngasal yang membuat aku sedikit melotot


"maksud loe gw gak baik gitu?" protesku

__ADS_1


dian hanya tersenyum lalu berjalan kearah office dan aku pun mengikutinya dari belakang


"benar-benar hari yang sial udah tadi ketemu tante kunti dikontrakan sekarang ponakannya si poci udah gitu ketiban pohon palem lagi" gerutuku sendiri


__ADS_2