
HAPPY READING
Rania yang kini berada dialam lain terus berusaha mengikuti suara yang terus menyuruhnya untuk terus berjalan.
Bukan hanya satu atau dua kali ia terjatuh, bahkan tersandung sesuatu hingga beberapa bagian dari tubuhnya ada bekas baret yang terasa begitu perih.
Karena tidak mampu lagi berjalan ia pun duduk sebentar untuk melepas lelah walaupun hanya sejenak.
Suasana sekitarnya sudah sedikit lebih terang dari yang sebelumnya ia berada, namun cahaya itu semakin lama semakin redup dan saat itu juga suara itu datang lagi dan menyuruhnya untuk segera menuju cahaya itu.
Dengan merangkak Rania pun berhasil masuk kedalam cahaya yang yang kini mulai perlahan redup.
Sementara itu Nayla sedikit bahagia saat ia memegang tangan Rania sudah sedikit terasa hangat walaupun ia masih belum mau membuka mata.
Seorang dokter muda datang memeriksa kondisi Rania.
"Alhamdulillah Bu putri anda ada sedikit kemajuan, kita berdoa saja beberapa saat lagi ia bisa siuman" ucap dokter itu lalu pamit meninggalkan Nayla.
"Alhamdulillah nak, ayo sayang cepat bika mata kamu, ini mama sayang" ucap Nayla sambil mengelus kepala Rania lembut lalu mengecup nya.
Ardina dan Adit yang baru saja tiba langsung mengurungkan niatnya untuk masuk saat melihat Nayla yang sedang mencium kening Rania.
"Maafin Ar ya mah" ucap Ardina sedih.
"Itu bukan salah kamu sayang,kamu jangan merasa bersalah terus nanti mama malah tambah sedih" ucap Adit.
Ardina pun langsung memeluk papa nya sambil menangis.
Ia tidak tega melihat mamanya sedih.
"Assalamualaikum" ucap Adit sambil mengetuk pintu.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh, gimana Dit pangajia nya lancar kan" tanya Nayla.
"Alhamdulillah sayang, gimana Rania sudah ada perkembangan" tanya Adit
"Alhamdulillah badannya sudah sedikit lebih hangat, mudah-mudahan aja sebentar lagi dia sadar" ucap Nayla
Aamiin
Jawab mereka secara bersamaan.
Sementara itu Rania masih terus berusaha untuk keluar dari tempat yang begitu gelap namun saat ia hendak melangkah ke tempat yang lebih terang, tiba-tiba saja ada yang menahan kakinya hingga ia sulit untuk bergerak.
"Tolong.... siapapun kamu tolong aku, aku gak mau disini aku mau pulang " teriak Rania dengan suara yang hampir habis karena terlalu banyak menangis dan berteriak.
Sementara itu dirumahnya Aa Iwan berusaha menarik Rania untuk keluar dari tempat itu.
Karena terlalu sulit akhirnya Aa Iwan pun mengirimkan sebuah pesan kepada Adit agar membantunya dengan cara mengaji .
Begitu dapat pesan dari Aa Iwan Aditpun mengajak keluarganya untuk mengaji bersama di ruangan Rania.
Suasana saat itu terasa begitu mencekam, Nyala merasakan ada sesuatu namun ia tidak tahu itu apa.
Sementara itu Rania terus berusaha untuk keluar dari sana, tepat disaat ia akan terlepas dari ruangan gelap ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantunya keluar.
__ADS_1
Raniapun mengulurkan tangan dan sedikit demi sedikit ia pun bisa keluar ruangan gelap itu.
Namun saat sedikit lagi ia berhasil tiba-tiba saja ada yang menarik kakinya hingga hampir saja ia kembali terperosok kembali.
Dengan sekuat tenaga ia berusaha agar bisa berada di tempat yang terang.
Rania berdoa sebisa yang ia ingat ia yakin ia bisa keluar dari tempat yang menyeramkan itu.
Sementara itu Teman-temannya sudah kembali ke kota begitu juga dengan Fahri dan Rahmat.
Pada awalnya mereka ingin disana menemani Rania namun Adit melarangnya karena mereka harus kembali sekolah.
Saat mereka selesai mengaji tanpa mereka sadari jari-jari Rania mulai bergerak.
Saat itu juga sebenarnya ruh Rania sudah kembali ke tubuhnya namun seperti ada yang menahannya agar tidak dapat membuka matanya.
Ia mendengar semua yang diucapkan oleh keluarganya.
Tiba-tiba saja air matanya mengalir saat melihat Mama nya menangis.
Ardina yang kebetulan melihat ada air yang keluar dari mata Rania langsung menghampirinya.
"Ran loe udah sadar, maafin gw ya"
Nayla dan Adit yang baru saja ingin memejamkan matanya langsung menghampiri Ardina.
"Ar...sudah nak, kamu jangan terus merasa bersalah" ucap Adit
"Mah..Pah, coba lihat mata Rania keluar air, itu artinya ia sudah sadar" ucap Ardina.
Naylapun langsung mencium kening Rania.
"Mama senang kamu sudah sadar sayang, mama tau kamu mendengar semuanya, kami semua menuggu mu" bisik Nayla.
Radit pun langsung ikut mendekat.
"Ran..aa kangen sama kamu yang jahil, ayo dek cepat buka mata kamu biar kamu tenang"ucap Radit.
Sementara itu Rania terus berusaha untuk membuka matanya namun terasa begitu sulit.
Ia pun terus berdoa meminta pertolongan dari Allah agar bisa segera membuka mata dan melihat keluarganya kembali.
Rania terus berusaha untuk segera membuka matanya, ia begitu sedih saat melihat Ardina yang terus murung dan merasa bersalah.
Sebenarnya ini semua salah dirinya sendiri.
Ia selalu pena dengan hal yang baru saja ia lihat.
Andai saja waktu itu ia tidak mendekati pedang tua itu mungkin hal ini tidak akan terjadi pada dirinya.
Rania pun tertidur, sementara itu Adit yang terlihat sudah begitu lelah bergantian berjaga dengan Radit sedangkan Nayla dan Ardina sudah tidur lebih dahulu dengan alas seadanya.
Saat semua terlelap saat itu lah Rania membuka matanya.
wajahnya pun tidak lagi pucat, Radit yang memang sudah mengantuk memejamkan sebentar matanya.
__ADS_1
"Mah...." panggil Rania pelan
"Mamah, aa ..." panggilnya lagi
Radit yang memang hanya meram sebentar langsung terbangun saat mendengar ada yang memanggilmya.
"Aa...." panggil Rania lagi.
Raditpun seakan tidak percaya ia langsung menghampiri Rania.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar dek" Radit begitu bahagia hingga tanpa sadar ia memeluk Rania erat.
Rania mencegah Radit yang hendak membangunkan mamanya.
"Biarin aja mama tidur aa, aa aja yang temenin Ran" pinta Rania.
Raditpun tersenyum,ia mendekati Rania
"Aa. kangen kamu yang bawel Ran, kamu bikin aa takut"
"Maafin Ran ya sudah bikin susah semuanya" ucap Rania penuh rasa sesal.
"Jangan bilang kaya gitu Ran"
Mereka pun berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.
Nayla yang mendengar suara orang sedang ngobrol langsung membuka matanya.
Ia pun langsung duduk seakan tidak percaya ia menatap Rania.
Rania yang kebetulan melihat mamanya sudah bangun hanya tersenyum.
"Ran kamu sudah sadar Nak" seakan tidak percaya ia pun mendekati Rania.
"Ini beneran kamu kan sayang"tanya Nayla masih belum yakin dengan penglihatannya.
"Iya mah, ini Ran" ucap Rania tidak dapat lagi menahan tangisannya.
Ia bahagia karena ia bisa kembali melihat mama dan keluarganya lagi.
Nayla langsung memeluk Rania erat sambil menangis, ia begitu bahagia karena Rania sudah kembali.
Adit pun terbangun saat mendengar Nayla menangis.
Ia mengira terjadi sesuatu pada Rania.
"Astaghfirullah sayang kamu bikin aku jantungan aja sih" ucap Adit yang merasa begitu lega saat melihat Rania yang sedang duduk sambil dipeluk oleh Nayla.
"Alhamdulillah kamu akhirnya sembuh sayang" ucap Adit.
Setelah keadaan Rania lebih baik ia pun di ijinkan pulang.
Begitu tiba dirumah mereka langsung istirahat.
Setelah hampir seminggu Rania ijin tidak sekolah akhirnya hari ini ia pun mulai beraktivitas seperti biasanya.
__ADS_1
Fahri begitu bahagia saat melihat Rania sudah masuk.