TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 413


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Setelah berhasil menemukan ketiga anaknya Naylapun langsung membawa mereka pulang.


Karena lelah mereka pun langsung terlelap setelah berganti pakaian.


Karena merasa tidur selepas sholat subuh mereka pun bangun saat hari sudah siang.


"Aduh laper banget"ucap Rania yang merasakan perih di perutnya.


Ia pun langsung mencuci muka lalu segera keluar untuk mencari makanan.


Saat membuka tudung saji ia melihat ada beberapa buah makanan,ia pun langsung memakan apa yang ada.


Karena masih merasa begitu lapar ia pun menuju dapur untuk mencari mie instan.


Beruntung ia menemukan satu bungkus mie kuah, dengan segera ia pun langsung memasaknya.


"Aaah kayanya enak ni" ucap Rania sambil mencium aroma mie.


Dengan tidak sabaran ia pun langsung membawanya kemeja makan.


"Ran,loe masak apa itu?"tanya Ardina sudah berdiri didepan pintu.


"Masak mie Ar,gw laper banget dari kemarin siang gak makan" ucap Rania sambil menyuap mie yang sudah ia tiup sebelumnya.


"Kayanya enak,sini bagi" Ardina langsung mengambil sendok dan ikut menikmati mie yang Rania buat.


"Masih laper gw Ar,makan apalagi ya"ucap Rania sambil mencari sesuatu yang dapat ia makan lagi untuk menghilangkan rasa lapernya.

__ADS_1


Ardina hanya diam lalu meninggalkan Rania sendiri didapur.


"Dih gak sopan banget udah bantuin ngabisin malah pergi" gerutu Rania saat melihat Ardina yang sudah menjauh.


Karena tidak menemukan apapun Rania kembali kedalam kamar untuk mengambil uang.


"Dih udah kenyang langsung tidur aja"ucap Rania saat melihat Ardina yang baru saja terbangun.


"Apa sih Ran,gw aja baru bangun"ucap Ardina dengan suara berat.


"Apaan baru bangun,kan tadi loe makan mie bareng gw didapur" ucap Rania lagi.


"Boro-boro kedapur Ran,gw duduk aja belum"jawab Ardina bingung.


"Lah tadi siapa dong yang abisin mie gw?"tanya Rania bingung.


"Gak tau" jawab Ardina sambil mengangkat bahunya.


"Dih si bocil,loe ya yang ikutan abisin mie gw,dasar hantu gak punya perasaan gw lagi laper banget malah ngerjain gw" ucap Rania memarahi hantu kecilnya yang hanya tersenyum mendengar ia marah-marah.


"Loe tadi malem kemana sih bukan bantuin gw malah ilang, pasti aja setiap gw butuh loe gak ada cil" ucap Rania lagi sambil mengambil uang didalam dompetnya.


Lagi-lagi sosok itu hanya tersenyum menampakkan giginya yang kini bersih.


"Nyengir lagi,tumben gigi loe bersih cil"lanjut Rania lalu keluar hendak membeli sesuatu.


Radit yang juga sudah bangun hanya tersenyum mendengar Rania sedang memarahi sosok itu.


Karena tidak ingin terjadi apa-apa akhirnya Naylapun memutuskan untuk pulang nanti sore.

__ADS_1


Awalnya mereka menolak untuk pulang karena mereka masih betah disana.


Namun Nayla merasa begitu khawatir terutama kepada Rania.


Mereka pun segera membereskan semua yang mereka bawa,lalu memasukkannya kedalam mobil.


Setelah selesai mereka pun berniat untuk sekedar melihat-lihat kampung tempat tinggal bi Siti.


"Ran Jangan jauh-jauh ya" teriak Nayla dari depan pintu.


Kedua gadis itu pun hanya tersenyum sambil melangkah menyusuri jalan.


Kerena kejadian kemarin mereka pun tidak berani jauh-jauh.


Sosok kecil itu pun mengikuti Rania, sambil sesekali ia menjahili Rania dengan cara menimpuknya dengan apa saja yang ia temui.


Rania yang kesal membalas menimpuk sosok itu.


Rania lupa jika sosok bocil itu ada adalah hantu sudah pasti tidak akan kena saat ia timpuk.


Ardina hanya tertawa melihat tingkah Rania yang begitu lucu.


Karena merasa sudah jauh, mereka pun segera berbalik arah.


Benar saja Naylapun sudah menunggu mereka didepan pagar dan terlihat cemas.


"Mama lagi ngapain disini?" tanya Rania dengan polosnya.


"Ya nungguin kalian lah,make nanya lagi" jawab Nayla.

__ADS_1


"Mama marah ya?" tanya Rania sambil melihat wajah Nayla.


"Gak sih,mama cuma sebel aja sama kalian, gak tau apa mama tuh khawatir" ucap Nayla sambil masuk kedalam dan meninggalkan kedua anak gadisnya.


__ADS_2