TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 139


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Seminggu sudah berlalu setelah acara lamaran Nayla.


"Nay nanti temenin Papa ke rumah bou Sahria ya,sekalian jumpa sama opung-opung kau" ajak Papa


"Nay males Pah "jawab Nayla tak bersemangat


"jangan gitulah Nay,Papa tak ada yang nemenin,kalau dulu kan sama Mama kau,masa Papa sendirian" tutur Papa


Sejenak Nayla pun terdiam seperti berpikir


"ya udah deh Nay temenin"


Papa pun tersenyum mendengar jawaban Nayla


Sementara itu dirumah Bou Sahria nampak sudah ramai sanak saudara sudah berdatangan.


Memang setiap bulan di keluarga Batak ada pertemuan katanya biar gak putus silaturahmi.


"aihh tumben anak gadis ni ikut"celetuk seseorang yang Nayla tidak kenal


Nayla hanya tersenyum mendengar beberapa celotehan dari mereka,ada yang memuji dan ada juga yang sedikit nyinyir namun Nayla tidak begitu mau ambil pusing.


Karena malas untuk bergabung Nayla hanya diam di dalam kamar ia memainkan ponselnya.


Perasaan Nayla tidak enak,ia gelisah dan serba salah.


"ada apa ini ya kok gak nyaman gini" ucap Nayla pada diri sendiri.


Ia pun berusaha mengabaikan perasaannya ia asik memainkan game di ponselnya.


"Nay...sini dulu ada yang mau bou omongin"teriak bou Sahria dari ruang tengah


Dengan malas Naylapun menghampiri beberapa saudaranya yang masih berkumpul.


"Nah ini udah ada Nayla,duduk sini"ucap bou Sahria sambil menepuk tempat kosong disampingnya.


Naylapun menurut

__ADS_1


"Nay..Mama kamu kan udah gak ada,apa kamu setuju kalau Ayah kalian nikah lagi"ucap bou Sahria


Bagai petir disiang bolong Nayla kaget,ia menatap bou Sahria dengan tatapan marah.


"gak Nay gak setuju"


"Papa gak boleh nikah lagi"


"gak ada yang boleh ganti'in posisi Mama" ucap Nayla dengan nada sedikit tinggi


Ia pun kembali menangis tak terima jika Papanya harus nikah lagi.


"jangan gitu Nay,apa kamu gak kasian sama Ayah kalian pasti kesepian,apa lagi kalau nanti kamu nikah,ayah kalian pasti tak ada teman"bujuk bou Sahria mencoba memberi pengertian pada Nayla


"ya udah kalau gitu Nay gak mau nikah biar Papa ada temennya"jawab Nayla cepat


"Kamu gak boleh gitu Nay,pikirkan ayahmu juga"bujuk beberapa orang yang ikut menimpali


"enggak..."


"Papa gak boleh nikah lagi,Nay gak mau"teriak Nayla mulai menangis


"kalau sampe Papa nikah lagi Nay yang bakal pergi ninggalin Papa,Nay gak mau ketemu ama Papa lagi"ancam Nayla lalu berdiri dan menuju kamar yang tadi ia tempati.


Tak lama kemudian ia keluar lagi dengan membawa tasnya sambil menangis,ia pergi meninggalkan rumah bou Sahria entah ia mau kemana yang jelas saat ini ia tak ingin melihat wajah saudara-saudara bataknya yang ingin mencarikan pengganti Mamanya.


Tak satu orangpun yang menyadari kalau Nayla sudah pergi entah kemana mereka asik dengan kesibukannya masing-masing.


Sementara itu Nayla yang sudah asal naik angkot akhirnya ia bingung sendiri


"aduhh ini jurusan mana ya" ucap Nayla bertanya pada diri sendiri,ia pun melihat tulisan yang terpampang di kaca belakang mobil "Seroja"gumam Nayla ia mencoba mengingat arah sana apa kah ada temannya yang tinggal daerah sana.


"ah...cici" Naylapun tersenyum ia ingat ada temannya yang tinggal didaerah sana ia pun segera membuka ponselnya dan mencari nama Cici.


Ia pun tersenyum senang saat Cici mengijinkannya untuk mampir kerumahnya.


Tak lama kemudian ponsel Nayla berbunyi,ia melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Papanya dan beberapa pesan di wa


"kamu dimana Nay"

__ADS_1


"ayo kita pulang,jangan buat Papa khawatir nak"


"Papa minta maaf,kamu jangan marah "


dan banyak pesan lagi dari nomor-nomor tak dikenalnya ia pun mengabaikannya,ia masih marah pada Papanya yang mau saja disuruh nikah lagi sama saudara-saudaranya.


Setelah bertemu dengan Cici Naylapun mematikan ponselnya.


"enak aja nyuruh bokap gw nikah lagi,gw juga masih bisa kali ci ngurusin bokap gw" ucap Nayla pada cici dengan nada masih emosi


"santai dong neng,gw kan bukan bokap loe"celetuk Cici sedikit bercanda


"ehh..maaf Ci gw masih esmosi"


"buat ngademin otak loe mending kita jajan yuk,kayanya beli sosis bakar yang pedes enak nih ama jus"ajak Cici yang langsung disetujui oleh Nayla


Mereka pun segera menuju warung yang jual sosis bakar dan aneka jajanan anak-anak yang tak jauh dari rumah cici.


Naylapun asik menikmati jajanan yang ia beli,Cici tertawa melihat Nayla yang memborong chiki ball rasa coklat dan aneka cemilan lainnya.


"Kelakuan masih kaya bocah disuruh nikah"ejek Cici pada Nayla yang sedang asik menikamati chikinya hingga belepotan disekitar bibirnya.


"Nay..buat ngilangin pusing, kita ekpedisi mau gak"ajak Cici yang memang mempunyai hobi mengeksplor tempat-tempat angker


"ihh.. loe doyan yang begituan nah gw yang ada bisa mati bediri gara-gara takut"jawab Nayla sambil menjilati jari-jarinya yang belepotan bubuk coklat


"tenang aja Nay,kita bawa orang yang bisa ngobatin kalo kesurupan,seru tau adu adrenalin"lanjut Cici bersemangat


"ayo dong Nay ikut,temen gw ganteng-ganteng loh"ucap Cici


"gak minat,gw udah tunangan"Jawab Nayla lalu meneguk jus alpuket kesukaannya


"ayolah Nay...ikut ya..gak jauh kok sekitaran daerah sini aja"lanjut Cici bersemangat


Nayla nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya ia pun menyetujui ajakan Cici.


Haii para reader makasih masih setia diceritaku,jangan lupa dukung terus author dengan cara Like,Vote,Rate dan juga Kritsarnya author tunggu


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr


__ADS_2