
Selamat Membaca
Semenjak kejadian tadi siang Adit tak mau lagi meninggalkan Nayla berada sendirian di dalam kamar.
Malam itu sebelum Empok pulang Adit pamit keluar sebentar untuk membeli semua keperluan dan cemilan untuk Nayla dan dirinya sendiri.
Jam 9 malam Empok pun pulang, Kini tinggal Nayla dan Adit diruangan itu.
"Kamu mau makan apa sayang biar aku suapin" tanya Adit
"Gak mau makan apa-apa Dit" jawab Nayla pelan.
"Oh ya udah kalo gitu kita tidur aja yuk"
"Geseran dong sayang biar kita bareng tidurnya" pinta Adit.
"Gak muat sih yang, sempit" tolak Nayla
"Muat sayang, kamu geseran dikit dong" paksa Adit.
Akhirnya Naylapun mengalah ia menggeser sedikit tubuhnya hingga Adit muat tidur disampingnya walaupun dengan posisi miring.
Adit tiduran sambil mengelus lembut pipi Nayla.
"Sayang aku kangen banget ama kamu, boleh gak aku cium kamu" Adit meminta ijin namun sebelum Nayla menjawab Adit langsung mencium pipi Nayla.
Dan sebelum Nayla marah ia langsung mendekap Nayla dari belakang.
Malam itu berlalu begitu saja tanpa ada kejadian aneh lagi.
pagi-pagi sekali Empok sudah datang ke RS bersama Damra.
Adit yang rencananya hari ini akan pergi sebentar untuk mengurus soal kecelakaan kemarin.
Setelah selesai menyuapi Nayla Aditpun pamit.
Sementara Nayla bersama Empok dan Damra.
Setibanya di kantor polisi Adit menemui Ryan lalu mereka menemui pengendara mobil yang kemarin menabrak mereka.
Aditpun terkejut saat melihat siapa yang telah menabrak mereka.
"Dika..."
"Loee Dika kan"
Tanya Adit memastikan ingatan nya tidak salah.
Dika adalah teman kerja Adit sewaktu Adit masih bekerja di PT dulu.
Dika pun sama terkejutnya begitu melihat Adit.
Akhirnya mereka pun berbicara Untuk menyelesaikan kejadian kemarin.
Sementara itu si Rumah Sakit Empok sedang keluar ruangan untuk membeli makanan untuk Nayla.
Sedangkan Damra masih setia menemani Nayla di dalam kamar.
"Ra aku mau Mangga dong,tolong kupasin ya" pinta Nayla.
Damrapun dengan senang hati mengambil satu buah mangga lalu mengupasnya.
Nayla yang sudah tidak sabaran pun langsung memakan mangga yang dikupas .
"Pelan-pelan Nay gw gak minta ko" celetuk Damra begitu melihat Nayla makan dengan sangat tergesa-gesa.
Nayla tersenyum mendengar perkataan Damra.
__ADS_1
"Enak Ra kalo kamu yang ngupasin" jawab Nayla sambil menghapus mulutnya dengan tissue.
"Enak lah tinggal makan" jawab Damra
Nayla tersenyum mendengar perkataan Damra.
Damrapun berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi.
Naylapun merebahkan dirinya kembali tiba-tiba kakinya terasa dingin.
Nayla pun mengambil remot Ac dan mematikan nya.
Ia pun menaikan selimut hingga dadanya.
Baru saja ia hendak memejamkan matanya tiba-tiba selimutnya seperti asa yang menarik.
Naylapun kembali menaikan selimutnya.
Namun lagi-lagi selimut itu turun seperti ada yang menariknya tapi kali ini lebih kencang.
Nayla pun merasa kesal, akhirnya ia pun duduk di atas tempat tidur.
Ia mengedarkan pandangan matanya kesetiap ruangan seperti sedang mencari sesuatu.
"Keluar loh hantu, aku gak takut" tantang Nayla yang tiba-tiba saja berani.
cekklekk
Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka.
Damra yang baru keluar dari kamar mandi melihat heran kearah Nayla.
"Kenapa loe Nay"
"Ga apa-apa" jawab Nayla
"Kamu kenapa Nay kok liat gw melotot gitu" tanya Damra bingung
"Itu. ...Ra..." Nayla menunjuk kearah Damra.
"Apa sih?" Damra pun langsung menengok kebelakang namun ia tak melihat apa-apa.
" Itu apa sih Nay..."
"Gw tuh cuma liat tembok aja "
ucap Damra sambil melangkah mendekat pada Nayla.
Sosok yang Nayla lihat hanya tertawaan seakan megejek melihat kebodohan Nayla.
"Ihh aku lupa Ra kalo kamu gak bisa liat hantu"ucap Nayla seakan tak perduli jika Damra mulai takut.
Nayla yang tadinya berani kini tiba-tiba merasa takut saat sosok itu berubah wujud menjadi menyeramkan.
Aaahhhhhh
Nayla langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ihh Nay jangan bikin gw takut juga dong" ujar Damra yang sama takutnya dengan Nayla.
Merekapun saling bedekapan karena takut.
Cekklekk
Pintu ruangan Nayla terbuka Empok yang baru sampai sedikit heran melihat Nayla dan Damra yang saling berpelukan.
"Lah ini pada kenapa kok main peluk-prlukan sih" tegur Empok
__ADS_1
Perlahan Nayla menurunkan tangannya dan mengintip seperti mencari sesuatu.
"Alhamdulillah udah ilang tuh hantu" ucap Nayla lega.
Damrapun ikut menurunkan tangannya.
"Ini pada kenapa sih?" tanya Empok yang bingung.
"Lah gw sih ikutin si Nay ini yang nakut-nakutin Pok" ucap Damra sambil turun dari kasur.
"Ihh aku kan gak nakutin Ra tapi tadi emang ada hantu"ucap Nayla sambil cemberut.
"Iya...aku percaya kok"
"Dah lahh jangan dibahas lagi, mana Pok pesanan aku" pinta Nayla pada Empok yang langsung mengeluarkan mangkok dari dalam laci.
Nayla begitu senang saat melihat satu porsi bakso sudah tersaji di dalam mangkuk.
"Sini gw suapin" Damra langsung mengambil mangkok yang di pegang Empok dan langsung duduk di samping Nayla.
Namun baru saja satu sendok baso hendak masuk kedalam mulut Nayla tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah seorang dokter dan suster.
Damra pun langsung memasukkan baso yang sudah didepan mulut Nayla kedalam mulutnya.
Nayla hanya cemberut menatap ke arah Damra.
"Bukan salah gw Nay, kan dah waktunya visit tuh dokter" jawab Damra sambil meletakan mangkok diatas meja.
Empok hanya tertawa melihat kelakuan Damra dan Nayla.
"Selamat siang Nyonya Nayla, gimana kondisi nya hari ini, ada keluhan apa" tanya sang dokter ramah.
"Gak ada dokter, berarti boleh pulang ya" jawab Nayla.
Bukannya menjawab dokter itu hanya tersenyum lalu mulai memeriksa kondisi Nayla.
"Suaminya kemana ya?" tanya sang dokter sambil melihat kearah Nayla.
"Lagi keluar dok, mungkin sebentar lagi datang" jawab Nayla.
"Ok kalo nanti suaminya datang tolong suruh temui saya ya bu" ucap dokter itu sebelum pamit keluar ruangan.
"Ada apa ya, kok mesti ngomong Ama Adit ya" tanya Nayla yang penasaran.
"Gak tau Nay, ya udah lah tar kan kita juga tau kalo Adit udah datang" ucap Damra yang langsung mengambil kembali mangkok bakso dan kembali menyuapi Nayla.
Tak lama kemudian Aditpun datang bersama Ryan dan seorang pria yang Nayla tidak kenal
"Assalamualaikum"
"Gimana keadaan kamu sayang, dah makan siang belom" tanya Adit sambil mengecup dahi Nayla sekilas.
"Wuih serasa dunia milik berdua ya ya lain ngontrak" celetuk Damra yang langsung bergeser tempat duduk berganti dengan Adit.
"Sayang kenalin ini temen aku namanya Dika" ucap Adit memperkenalkan temannya pada Nayla.
Dika langsung menjulurkan tangannya dan Naylapun menyambutnya.
Mereka pun ngobrol sementara Adit langsung menemui dokter yang menangani Nayla.
Hallo para Reader Sampai sini dulu ya up nya hari ini.
Jangan lupa Tinggalkan jejak Like,Vote dan Komen nya ya sebagai dukungan buat authorr.
Salam Manis
Amell ajj/Authorr
__ADS_1