
SELAMAT MEMBACA
Beberapa hari berlalu setelah kepergian Ryan.
Rumah Nayla masih ramai karena Mama Ryan dan juga sanak saudara Nayla masih berat untuk meninggalkan Nayla yang masih terguncang dengan kepergian Ryan.
Hampir tiap malam Nayla menangis sambil menatap foto Ryan.
Kedua anaknya diurus oleh Empok dan juga Lilis yang masih berada disana sambil menunggu kedatangan Adit.
Siang itu langit sangat gelap bahkan anginpun bertiup sangat kencang,Nayla terduduk diatas kasurnya sambil menatap wajah Ryan.
Ctarrrr
beberapa kali suara petir saling bersaut-sautan.
Nayla meringkuk disudut kamar sambil menutup kedua telinganya dengan tangan.
Aa yang kebetulan berada disana langsung mencari keberadaan Nayla sebab ia tau betapa takutnya Nayla jika mendengar suara halilintar.
"Mass aku takut"
"Massss"
Ucap Nayla dengan tubuh yang bergetar karena takut.
"Astaghfirullah Nay" Aa langsung memeluk tubuh Nayla yang bergetar karena takut.
"Pok...tolong ambilin air putih"teriak Aa sambil mendekap tubuh Nayla dan berusaha menenangkannya.
"Jangan takut Nay, istighfar ya"bisik Aa ditelinga Nayla.
Perlahan Nayla pun mengakat kepalanya dan melihat Aa.
"Aa... Nay takut" ucap Nayla lirih.
"Iya Aa tau Nay, udah jangan takut ada Aa" ucap Aa menenangkan Nayla.
"Aa..pasti Mas Ryan disana kedinginan,kasian" ucap Nayla tanpa sadar.
"Istighfar Nay, disana Ryan tuh udah gak ngerasain lagi dinginnya ujan,kita doain aja semoga disana Ryan ditempatkan ditempat yang enak disisi Allah, kan kita tau Ryan itu orang baik" Aa pun menasehati Nayla.
"Kamu yang ikhlas biar dia disana tenang,tugas kamu masih panjang kedepanya,kamu harus jadi wanita yang kuat buat anak-anak kamu" Lanjut Aa.
Nayla hanya mengangguk sambil sesekali menghapus air matanya.
"Insyaallah Nay kuat Aa" ucap Nayla.
Mereka langsung berhenti berbicara saat mendengar suara mobil berhenti didepan rumah.
"Ada tamu Nay" ucap Aa
"mungkin Aa"
"Biarin aja Aa,ada Lilis yang bukain pintu"lanjut Nayla.
__ADS_1
Terdengar suara sedikit riuh dari ruang depan hingga Naylapun penasaran, akhirnya ia pun berjalan keluar kamar dengan langkah sedikit tertatih karena lemas.
"Akhirnya sampe juga kamu Dit,lama amat diperjalanan" ucap Aa sambil mengulurkan tangannya pada Adit.
"Ada sedikit masalah Aa,tumben mogok biasanya gak pernah mogok"jawab Adit sambil duduk di sofa.
Empok pun langsung membuatkan minum untuk Adit.
Sejenak Adit melihat kearah Nayla.
"Kamu gak kenapa-kenapa kan Nay?" tanya Adit berbasa basi.
"Iya, aku gak apa-apa Dit,ya udah abis ini kamu istirahat aja ya,aku juga mau istirahat dulu" ucap Nayla lalu meninggalkan Adit dan juga Aa diruang tamu.
Karena merasa khawatir Empokpun ikut masuk kedalam kamar untuk menemani Nayla.
Nayla pun merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lemah diatas kasur dan tak lama kemudian ia pun terlelap.
Hari berganti hari sebulan berlalu setelah kepergian Ryan,namun Nayla masih saja terlihat sedih.
Berbagai cara dilakukan Adit dan juga Empok untuk menghibur Nayla namun itu hanya sesaat saja ia bisa melupakan Ryan.
Rasa rindu dihati Nayla semakin menjadi,rasanya ia tak sanggup lagi menahan rindu untuk bertemu dengan almarhum suaminya itu.
Naylapun pergi ke makam suaminya tanpa sepengetahuan orang rumah hingga mengakibatkan semuanya kebingungan mencari Nayla.
Sementara itu dimakam Ryan nampak Nayla membaca ayat suci Alquran dengan air mata yang berlinang.
"Mass aku kangen sama kamu"
"Kenapa Mas tega tinggalin aku"
"Tuhan apa salah aku"
"Kenapa harus aku yang menerima cobaan ini"
Suara tangisan Nayla terdengar begitu menyayat.
Mang Ujang penjaga makam yang dipercayai untuk mengurus makam Mama Nayla dan Ryan kebetulan melintas dan melihat Nayla yang menangis sambil memeluk batu nisan suaminya.
Ia pun menghampiri Nayla dan berjongkok disampingnya
"Neng ... sama siapa kesininya" sapa Mang Ujang.
Naylapun menoleh "sendiri mang"jawab Nayla sambil menghapus air matanya.
"Gak bagus Neng sedih berlarut-larut, ikhlas dan jalani insyallah semuanya pasti baik-baik saja"ucap Mang Ujang.
"Mang Ujang telpon orang rumah ya biar ada yang jemput Neng kesini" lanjut Mang Ujang lalu mengeluarkan ponselnya.
"Gak usah Mang, Nay bawa motor sendiri"tolak Nayla.
"Ya udah biar mamang aja yang anterin,takut ada apa-apa dijalan" ujar Mang Ujang lagi.
Nayla pun mengangguk.
__ADS_1
Akhirnya Nayla pulang dengan diantar oleh Mang Ujang.
Setibanya di rumah,Empok dan juga Mama Ryan nampak lega begitu melihat Nayla sudah kembali.
"Kamu dari mana Nay,Mama nyariin juga"ucap Mama Ryan sambil mengelus punggung Nayla
"Nay kangen sama Mas Ryan Mah,tadi Nay ke makam"jawab Nayla dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya udah sekarang kamu ganti baju dulu kasian Rania tadi nyariin kamu" ucap Mama Ryan sambil masuk kedalam.
Naylapun langsung membersihkan diri lalu menggendong Rania.
Karena sudah terlalu mengantuk akhirnya Raniapun tertidur dalam gendongan Nayla.
Nayla menatap wajah Putri kecilnya yang wajahnya begitu mirip dengan Ryan,tanpa terasa air matanya kembali mengalir.
"Maafin Mama sayang beberapa hari ini gak merhatiin kamu"ucap Nayla sambil mencium pipi Rania yang masih tertidur.
"Nay..kamu dari mana tadi?" tanya Adit yang entah sejak kapan berada disampingnya.
"Aku dari makam Mas Ryan"jawab Nayla tanpa melihat kearah Adit.
"Besok-besok kalau mau pergi jangan sendirian ya" ucap Adit mengingatkan.
"Iya" jawab Nayla singkat.
"Dit..aku mau mengolah toko kue aku lagi" ucap Nayla pelan.
"Kan udah ada yang jagain disana Nay" ucap Adit
"Iya gak apa-apa,aku cuma mau cari kesibukan aja biar gak terus inget sama Mas Ryan"
"Trus anak-anak gimana?" tanya Adit lagi.
"Aku di toko kan gak seharian Dit,paling siang aku pulang"
"Ya sudah gak apa-apa,kalau emang itu bisa sedikit membantu kamu buat gak terus sedih Nay" lanjut Adit.
Akhirnya untuk melupakan kesedihannya Naylapun menyibukkan diri ditoko kuenya yang semakin hari semakin ramai.
Hallo semua maaf author baru bisa up lagi.
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya
Like,Rate dan juga komentar nya author tunggu.
Sekalian Mau Promo nih.
Novel author yang ke tiga dah up jangan lupa mampir juga y disana.
Ditunggu ya kehadirannya di karya terbaru author
Salam Manis
__ADS_1
Amellajj/author