TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 40


__ADS_3

Hari berlalu tanpa terasa kini sudah hari jum'at artinya nanti malam adalah hari terakhir nayla masuk malam.


selama seminggu juga adit tak memberi kabar pada nayla begitupun sebaliknya nayla begitu gengsi untuk memulai duluan.


wajah nayla begitu tak bersemangat apa lagi saat bertemu dengan pria yang bernama ibnu yang menjadi penyebab renggangnya hubungannya dengan adit.


dan gara-gara eka juga yang memposting kejadian itu di akun sosmednya makanya adit jadi tau belum lagi gosip yang jadi santer gara-gara foto itu.


Dengan membuang sedikit egonya nayla pun mengirim pesan lewat wa buat adit


"assalammualaikum"


"kamu lagi apa dit,ketemuan yuk besok sore"


15 menit berlalu namun belum ada balasan dari adit hanya tanya centangnya saja yang berubah dari hitam menjadi biru.


"ya sudahlah mungkin saat ini adit lagi gak mau bales pesannya atau lagi gak punya kuota" pikir nayla.


setelah menunggu balasan dari adit tak kunjung ada akhirnya nalya memutuskan untuk pulang kerumahnya.


setibanya dirumah nayla diberondong dengan pertanyaan dari mamanya prihal libur tiga hari kenapa dia tak pulang.


"emang ada apa sih mah kok maksa banget nyuruh nay pulang"


"besok kamu ikut mama kerumah om Lubis temannya papa,mama mau kenalin kamu sama anaknya yang kerja di bandara"jelas mama


"ma---"


"mama gak terima penolakan"tegas mama sebelum aku menyelesaikan ucapanku


aku pun menarij bafas pnjang dan berjalan lesu menuju kamarku.


kurebahkan tubuhku diatas kasur kini aku benar-benar bingung kenapa adit gak mau membalas wa ku,trus mama maksa aku buat kenalan sama anak temennya papa


ting...

__ADS_1


bunyi notifikasi hp ku berbunyi tadinya aki kira adit yang membalas pesanku ternyata Dewa yang mengirimiku pesan mengajak ketemuan nanti sore


aku pun mengiyakan karena sedang bt tetapi dengan perjanjian gak mau nonton lagi dan dewa pun setuju.


Sorepun tiba,kini aku dan dewa sudah bertemu kami hanya jalan-jalan dan makan sambil bercerita tentang kenangan-kenangan waktu bersama dulu.


saat sedang menunggu dewa membeli es krim tanpa sengaja mataku melihat seorang pria yang mirip dengan adit sedang jalan dengan seorang wanita mereka nampak mesra dan bergandengan tangan.


"pantes aja dia gak bales wa ku ternyata dia udah janjian ama cewe lain"batinku


sesak rasanya dadaku belum juga genap 2 bulan kami jadian masa harus sudah bubaran.


tanpa terasa air mataku meluncur bebas tanpa bisa aku tahan aku pun memfoto mereka saat bergandengan tangan buat kujadikan bukti jika suatu saat nanti dibutuhkan.


"kamu kenapa nay,kok nangis?"tanya dewa yang entah sejak kapan sudah berada disampingku sambil memegang dua cup es krim coklat.


"gw gak nangis wa,ini tuh kelilipan tadi"sangkalku sambil mengusap sisa air mata di sudut mataku


"anak kecil sih bisa kamu bohongin nay,gw dewa gitu loh yang udah kenal loe luar dalem nay,ada apa?"tanyanya lagi sambil menyodorkan es


"ishhh udahlah cowo kaya gitumah tinggalin aja nay"ucap dewa sambil mengibaskan tangannya


"gak usah nangis kan ada gw nay,jujur ya gw tuh masih sayang sama loe dan gw gak bisa liat loe nangis kaya gitu"ucapnya lembut sambil mengusap wajah nayla membersihkan sisa-sisa air mata yang masih membekas disana.


dengan senyum yang dipaksa nayla menatap dewa memang selama 5tahun menjalin hubungan tak pernah sekalipun dewa selingkuh malah terkesan protektif karena perbedaan agama saja yang memaksa mereka harus berpisah.


"wa loe jangan jail napa"protes nayla saat ia merasa ada yang menyentuh bahunya


"siapa yang jail nay?"protes dewa karena memang dia tak merasa menjahili nayla.


"loe ngapain megang-megang bahu gw,pake diremes lagi sakit tau"


"nay ini tangan gw dan dari tadi tangan gw disini yang satu lagi megang es,yang satu lagi megang hp,emang tangan gw ada berapa coba"


"lah terus yang bejek bahu gw siapa" nayla nampak bingung dan ia pun membuka sedikit bahunya yang masih terasa nyeri dan ada tanda memerah disana

__ADS_1


saat nayla tanpa sengaja melihat kearah adit ia melihat sosok wanita dan anak kecil yang selalu mengikuti kemana adit pergi


sekarang ia mengerti mungkin mahluk itu yang tadi meremas bahunya


Nayla menunduk takut saat matanya dan mata sosok wanita itu bertemu.


mahluk itu nampak marah matanya yang membesar dan sedikit memerah membuat bulu kudu nayla berdiri.


"wa gw takut"bisik nayla pada dewa


dewa yang melihat wajah nayla pucat langsung memegang dahi nayla


"loe gak panas nay tapi kok muka loe pucet sih" dewa mulai bingung melihat nayla yang semakin ketakutan


nayla merasa seperti ada yang menggelayuti kakinya,ia pun memberanikan diri untuk melihat kebawah dan alangkah terkejutnya nayla saat melihat sosok anak kecil yang sama yang ia jumpai di mall saat bersama adit kini sedang memegang kakinya.


"adit jahat ngapain sih pake nyuruh yang gak keliatan buat nakutin gw"ucap nayla lirih


"aa tolong nay" tanpa pikir panjang lagi nayla meminta tolong pada a'iwan lewat pesan wa


"sabar ya nyi,nanti aa tolongin" balas aa


"jangan nanti dong a,sekarang aja nay takut nih"


a'iwan tak membalas namun anak kecil yang memgang kaki nayla kini sudah tak ada hanya sosok wanita yang memasang muka marah masih menatap nayla tajam


"wa pulang yuk"


dewa yang tak tahu apa yang sedang nayla rasakan hanya memasang wajah bingung soalnya baru kali ini dewa merasa kelakuan nayla sedikit aneh.


akhirnya dewa menuruti keinginan nayla tanpa nayla sadari mereka melewati adit yang sedang menikmati makan malamnya dengan teman wanitanya.


adit yang tak tahu kalau nayla berada tak jauh dari tempat duduknya terperanjat kaget saat tanpa sengaja tangan nayla menyenggol tangannya yang berada disamping meja


ia sedikit heran kenapa wajah nayla nampak pucat dan siapa laki-laki yang bersamanya. ia pun mengedarkan pandangannya dan ia mengerti sekarang kenapa nayla menjadi pucat mungkin karena nayla melihat teman-teman tak kasat matanya yang nampak sedang marah.

__ADS_1


__ADS_2