TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 211


__ADS_3

๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSelamat Membaca๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Seperti biasa pagi itu Nayla sudah rapi, sudah mandi juga tentunya.


Nayla yang merasa jenuh akhirnya memaksa untuk ikut membantu Lilis dan Ibu mertuanya memasak didapur.


Awalnya ia ditolak masuk dapur karena menurut mereka Nayla tuh terlalu berharga hingga tak boleh melakukan hal-hal yang sedikit kotor di dapur apalagi memegang pisau.


Karena Nayla terus merengek ingin membantu akhirnya Ibu Adit menyuruhnya untuk memetik kacang panjang di kebun yang tak jauh dari rumah mereka tentu saja harus dikawal oleh sang suami.


Begitu tiba di kebun mata Nayla langsung berbinar melihat kacang panjang yang menjuntai.


Dengan semangat ia pun memetiknya, sambil terkadang ia memakan kacang panjang yang masih muda.


"Sayang jangan langsung dimakan kan belum dicuci" Adit langsung mengambil kacang panjang yang hendak masuk kedalam mulut Nayla.


"Ihh gak apa-apa Dit kan jarang-jarang ini"


"Gak bakal mati juga kali kalo cuma satu sihh"


Sahut Nayla dengan senyum yang dipaksa.


Mata Nayla sedikit berkelana kearah lain, ia melihat tomat yang sudah memerah.


Dengan segera ia memetik kacang panjang setelah dirasa cukup ia langsung menuju pohon tomat yang dari tadi seakan memanggilnya meminta segera di petik.


Adit hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Nayla memetik satu buah tomat yang lumayan besar lalu membersihkannya dengam cara di gosok-gosokan dibajunya, setelah dirasa bersih Nayla pun langsung menggigitnya.


Aditpun menghampiri Nayla


"Udah belom yang metik tomatnya..."tanya Adit yang berhasil mengejutkan Nayla


"Ihh ngagetin aja sihh"


"Tar dulu ya aku gemes liat tomatnya"


"Udah merah banget montok-montok lagi"


Adit menarik sedikit bibir atasnya "emang kamu yang udah makan banyak aja masih kuruss"


" Aku tuh gak kurus Dit, segini mah sedeng" protes Nayla tak terima.


"Aku tuh bingung sama kamu yang, makan banyak tapi gak ada satu pun bagian tubuh kamu yang sedikit nonjol gitu" goda Adit sambil memperhatikan Nayla dari atas sampai bawah.


"Apa'an sih ngeliatinnya gitu, aku timpuk pake tomat nih" ancam Nayla sambil mengambil satu buah tomat dan siap untuk di lempar kearah Adit.


"Coba aja kalo berani, kamu lempar tomat itu ke aku nanti gantian ya aku yang lempar kamu ke tempat tidur" ancam Adit sambil tersenyum puas karena berhasil membuat Nayla meyimpan kembali tomat di dibakul yang ia bawa.


"Baru gitu aja udah takut sih yang, trus kapan nih..." Adit mulai memancing Nayla


"Aku nahannya udah kelama'an yang, trus kapan punya dedenya kalo gini terus..." ujar Adit sambil mengikuti Nayla dari belakang.


"Jangan ngomongin itu dong Dit inikan lagi dikebon" balas Nayla.


"Oh..ya udah abis ini kita bersih-bersih trus masuk kamar ya yang" bisik Adit sambil tersenyum jahil.


Setelah sampai dirumah Nayla langsung memberikan kacang panjang yang ia petik tadi pada Ibu dan Lilis.


"Nay mau bantuin dong Bu" Nayla terus merengek ingin membantu di dapur namun tetap tak di perbolehkan oleh Ibu dan Lilis.

__ADS_1


Akhirnya Naylapun keluar dari dapur sambil sedikit menghentakan kakinya karena kesal.


Adit yang sudah selesai membersihkan diri melihat Nayla dengan wajah yang cemberut langsung menghampirinya.


"Itu bibir minta dicium ya yang panjang amat majunya" Adit duduk disamping Nayla lalu mengecup sekilas bibir Nayla dan langsung mendapat hadiah sebuah pukulan di bahunya.


"Kenapa sihh Yang?" tanya Adit lembut


"Aku gak boleh bantuin di dapur masa Dit" adu Nayla pada sang suami.


Bukannya menanggapi Adit malah tersenyum.


"Jangan ngambek yang..Ibu cuma gak mau kamu bau asep sama bau bawang aja kok" Adit terus membujuk Nayla agar berhenti merajuk.


"Ya udah ayo kita jalan-jalan, aku mau beli donat kocok"


"Donat kocok?" ulang Adit


"Iya.."


"Yang gimana Nay" Adit nampak bingung dengan donat yang dimaksud oleh Nayla.


Setelah Nayla menjelaskan secara detail barulah Adit paham dengan apa yang di maksud oleh Nayla.


" Si aa kemana Dit, kok aku gak liat" tanya Nayla sambil mencari sosok A'Iwan.


"Masih istirahat, kayanya kecapean"


"Oh...gitu, emangnya abis ngapain kok kecapean" tanya Nayla dengan polosnya.


"Jangan mulai deh yang"


Adit hanya tersenyum mendengar Nayla yang sedikit kesal.


Sore itu Adit dan Nayla menikmati suasana sore dengan naik motor santai sambil mencari donat yang Nayla minta.


Tanpa mereka sadari dibelakang mereka ada sebuah mobil minibus hitam yang sedang mengikuti mereka.


Anto sangat geram melihat Nayla yang terlihat mesra dengan Adit.


Saat ini Anto sedang menunggu kesempatan untuk menculik Nayla dan mebawanya pergi kesuatu tempat yang sudah ia persiapkan.


Sementara itu Nayla kembali merajuk saat keinginannya tidak dipenuhi oleh Adit dengan alasan kondisinya yang belum pulih 100%.


"Ya udah aku mau martabak coklat kacang pake keju yang banyak kalo gitu"


" Omegott Nay, ini teh di kampung da teu aya atuh yang kaya gitu mah" Adit menahan rasa kesalnya.


"Ya udah kalo gitu baso mercon aja..."


"Ya aa...plisssss ngacai ini mahhh" pinta Nayla dengan wajah polosnya hingga membuat Adit begitu gemas.


"Ngacai gimana? belom juga rusak segelnya, suka ngada-ngada aja sihh beib" ujar Adit sambil mencubit hidung Nayla.


"Maksud aku kamu pilih deh mau beli'in aku martabak yang tadi aku bilang apa baso mercon...he...he" Kini Nayla berkata dengan sangat antusias karena Adit pasti akan membelikanya bakso mercon soalnya disini tidak ada yang jual martabak seperti yang dimaksud oleh Nayla.


Akhirnya Adit menarik tangan Nayla memasuki kedai bakso.


"Yeye...yeye akhirnya dia ngalah juga" sorak Nayla kegirangan.

__ADS_1


Adit hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.


Ternyata yang dipesan Adit bukan yang di inginkan oleh Nayla.


Adit memesan bakso urat dan ia pun hanya memberikan seujung sendok saja sambalnya lalu Adit menjauhkan semua sambal dari jangkauan Nayla.


"Aku gak mau yang ini Dit..." ucap Nayla kesal.


"ya udah sayang kamu abisin aja dulu baksonya nanti aku beliin martabaknya juga" ucap Adit yang tau kalau saat ini pasti Nayla sangat kesal padanya.


"Dasar korun merengkel jahe" ucap Nayla pelan namun Adit masih dapat mendengarnya dengan sangat jelas.


"Apa artinya sayang?"tanya Adit penasaran


"Pelitnya gak ketulungan" jawab Nayla ketus


"Haduhh masih aja ngatain pelit sihh yang"


"Gak apa-apa deh untuk saat ini terserah kamu mau ngatain aku apa, yang jelas semua buat kebaikan kamu beib" ucap Adit pelan lalu ia mengelus lembut rambut Nayla.


Setelah selesai makan bakso akhirnya Adit benar-benar membelikan Nayla martabak namun kali ini juga tidak sesuai dengan keinginan Nayla.


Berhubung disana hanya ada tukang martabak biasa akhirya Adit membeli martabak kacang biasa namun ia meminta agar ceresnya lebih banyak dan ia pun membayar sedikit lebih mahal .


Setelah itu ia kembali memasuki sebuah minimarket untuk membeli keju.


Akhirnya merekapun pulang namun wajah Nayla sedikit muram karena semua yang ia inginkan tidak terpenuhi.


Aditpun langsung menuju dapur, entah apa yang sedang ia lakukan.


15 menit kemudian ia keluar sambil membawa sebuah piring yang didalamnya terdapat martabak yang tadi mereka beli namun kali ini Adit menambahkan parutan keju yang banyak sambil dihangatkan kembali diatas kompor.


Mereka pun memakan bersama martabak itu diteras depan sambil bercerita.


Saat mereka sedang asik bercerita tiba-tiba Nayla berrdiri dan sepertinya ia sedang menegaskan penglihatannya.


"Ada apa yang?"tanya Adit


"Itu Dit..kok tiba-tiba disana ada kota ya,mana rame banget lagi"celetuk Nayla sambil menunjuk kearah empang yang sangat luas.


"Kesana yuk Dit,kita liat-liat" ajak Nayla sambil meraih tangan Adit.


"Jangan diliatin atuh Nay, sini mendingan duduk samping aa" A'Iwan langsung menarik tangan Nayla dan memaksanya duduk disampingnya.


Aa pun menuang segelas air lalu mengusapkan pada wajah Nayla.


"Eta yang diliat sama Nayla teh kota gaib, takutnya dia nyamperin kesana bisa gak bakal balik lagi nantinya" ujar aa menjelaskan pada Adit.


Adit yang memang pernah mendengar tentang gerbang kedunia lain yang berada di area empangnya akhirnya percaya setelah dijelaskan oleh A'Iwan.


Up nya sampe sini dulu ya guy's


Maaf kalo sedikit garing


Tetap kasih dukungan buat Author ya ...


Salam Maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2