TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
BAB 370


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Setelah beberapa hari menjalani perawatan akhirnya Raditpun diperbolehkan pulang.


"Mah, besok Radit boleh sekolah ya, bosen juga gak ada kegiatan"


"Memangnya kamu sudah merasa lebih enak?" tanya Nayla


"Radit udah sehat kok mah, lagian juga kalo nanti berasa pusing lagi Radit pasti minta ijin pulang kok" ucap Radit berusaha menyakinkan mamanya.


"Ya sudah kalau kamu udah merasa sehat ya mama sih ngijinin aja" akhirnya Naylapun mengijinkan Radit untuk kembali bersekolah.


Pagi-pagi sekali Radit sudah rapi, ia nampak begitu menikmati nasi goreng sosis kesukaannya .


"Anak Papa sudah sehat ya" Adit yang juga sudah rapi langsung duduk di sebelah Radit


"Udah dong Pah" jawab Radit sambil tersenyum.


"Cieee yang udah kangen sama kk Karin semangat banget mau kesekolah" Rania dan Ardina yang baru saja keluar dari kamar langsung saja menggoda Radit.


"Kalian berdua bisa gak sih sehari saja gak gangguin abangnya"


"kalau gak jail gak enak Pah" jawab Rania sambil memakan satu lembar roti.


"udah sana berangkat nanti kalian kesiangan" ujar Nayla saat melihat jam sudah hampir menunjukkan di angka 7.


Mereka pun segera berangkat ke sekolah dengan diantar oleh Adit.


Begitu tiba disekolah Radit langsung di sambut dengan berbagai pertanyaan dari teman-temannya.


Seperti biasa jam istirahat siang Radit asik menikmati makan siang yang ia bawa dibawah sebuah pohon tempat biasa ia duduk.


"Radit..." panggil Karin dengan wajah ceria.


"Gw bawain loe kue ni, enak loh, ini gw beli di toko kue yang terkenal enak itu" ujar Karin sambil memperlihatkan kue yang ia bawa.


Radit hanya tersenyum saat melihat logo toko kue milik Mamanya.


"Ayo dong Dit dimakan" wajah Karin berubah muram saat Radit hanya melihat kue yang ia bawa tanpa menyentuhnya.


"Gw udah kenyang Rin"


"Ya udah loe bawa pulang aja gak apa-apa" Karin menyodorkan box kue yang ia pegang kepada Radit.


Karena itu kue buatan Mamanya Raditpun dengan senang hati menerimanya.


"Asikkk kue gw di terima" sorak Karin dalam hati.


"Terimakasih kue nya" Raditpun langsung berjalan meninggalkan Karin yang masih terpana seakan tidak percaya karena pemberiannya di terima oleh Radit.

__ADS_1


Karin baru tersadar saat ada sebuah ranting kecil terjatuh dan mengenai bahunya.


"Dih gw ditinggalin, woiii Dit tungguin..." Karin pun berlari mengejar Radit yang sudah hampir sampai di kelasnya.


Saat akan memasuki kelas tanpa sengaja Radit kembali melihat sosok wanita yang waktu itu ia lihat berdiri di ujung lorong kelasnya.


Radit pun berusaha mengacuhkan sosok itu dengan masuk kedalam kelas dan ternyata sudah ramai.


Ia pun segera memasukan kue pemberian Karin kedalam tasnya.


Sambil menunggu bel ia pun mengeluarkan ponselnya dan membuka beberapa apk game kesukaannya.


Saat ia sedang bermain game ia merasakan hawa panas didekat nya.


Ia pun melihat ke samping kirinya dan ternyata benar saja dugaannya sosok yang tadi berdiri di ujung lorong kini ada disebelahnya.


Radit yang memang sudah terbiasa melihat sosok itu berubah acuh biarpun mahluk itu berusaha mengganggunya.


"Bisa gak sih loe jangan iseng" ucap Radit saat melihat tali sepatunya yang tadinya terikat rapi kini terlepas.


hihihhi


Sosok itu hanya tertawa mendengar Radit yang memarahinya.


Karin yang memang selalu memperhatikan Radit kini mulai terbiasa melihat Radit berbicara sendiri.


Seperti biasa hari ini Radit ada latihan basket bersama teman-temannya.


"Dit kayanya Karin ngefans banget ya sama loe" ucap salah satu teman basket Radit.


"Biarin aja itukan hak dia" jawab Radit sambil melempar bola kedalam ring.


Setelah latihan basket Raditpun berniat langsung pulang.


Namun sial ternyata ban motornya kempes, beruntung dekat sekolahnya ada tukang tambal ban walaupun ia harus mendorong motornya hingga tukang taman ban.


"Kok berat banget sih" keluar Radit saat merasakan motor yang ia tuntun terasa lebih berat dari semula.


"Ishh pantesan aja tambah berat ternyata ada loe" ucap Radit kesal pada sosok yang asik duduk di jok motor nya


"Turun gak, berat tau" ucap Radit lagi dengan nada sedikit kesal.


Sosok itu hanya tertawa mendengar Radit memakinya.


"Dasar hantu gak ada akhlak bukan bantuin malah nambah-nambah beban aja" gerutu Radit sambil mendorong motornya.


Keringat bercucuran membasahi pakaian yang Radit kenakan.


Begitu tiba di bengkel motor ia pun langsung duduk sambil memesan minuman yang kebatulan ada di sana.

__ADS_1


Sambil menunggu ban motornya selesai di tambal Raditpun memainkan ponselnya dan ia baru sadar ternyata ada banyak panggilan masuk dari mamanya dan juga Karin.


Karena tidak ingin mamanya khawatir ia pun langsung menelpon Nayla dan memberitahu jika ia terlambat pulang karena ban motornya bocor.


Beruntung juga ada kue pemberian Karin hingga dapat mengisi perutnya yang mulai terasa lapar.


Setelah selesai ia pun segera pulang namun lagi-lagi sosok itu mengikutinya.


Begitu tiba dirumah Radit langsung membersihkan diri.


Setelah rapi ia pun menemui mamanya yang sedang asik melihat televisi.


"Mah ...."


hmmmm


"Tadi Radit di kasih kue sama Karin, kuenya enak banget Mah" ucap Radit yang sengaja ingin melihat reaksi Mamanya.


"Terusss" tanya Nayla tanpa melihat kearah Radit.


"Mama tau gak dia belinya dimana" tanya Radit lagi


"Ya mana Mama tau Dit" jawab Nayla mulai kesal


"Dih mama kaya marah ya" Radit masih saja sengaja ingin membuat Nayla penasaran.


"Mana ada mama marah, kamu aja nanyanya aneh" ujar Nayla beralasan.


"gak aneh mah, kan Radit cuma nanya mama tau gak belinya dimana" ulang Radit


"Ya kan mama udah jawab gak tau" lanjut Nayla tidak mau kalah.


Rania dan Ardina yang kebetulan sedang asik main ponsel nampak asik menyimak perdebatan antara mama dan juga makanya.


Rania yang memang sedikit jahil diam-diam memvidiokan perdebatan mereka lalu mengirim nya ke Papa Adit.


Sementara itu Adit yang masih berada di tempat Fitness nya hanya tersenyum saat melihat Vidio yang dikirim Rania.


Setelah urusannya selesai Ia pun segera pulang.


Setelah hampir satu jam di perjalanan karena macet akhirnya Adit pun tiba di rumah.


"Sayang tadi kamu kenapa kok bisa berdebat dengan Radit?" Adit bertanya pada Nayla sesaat sebelum mereka tidur.


Naylapun menceritakan semuanya pada Adit.


Ha...ha


"Kalian berdua itu sebenarnya hampir sama sifatnya, jadi kalau berdebat seperti itu ya pasti gak akan ada yang mau ngalah" tutur Adit

__ADS_1


"Tapi untung ya Radit gak kaya kamu banyak ceweknya malah dia takut kalo ada cewe yang deket sama dia" balas Nayla tidak mau kalah.


"Belum aja sayang, liat aja nanti kalau dia sudah mulai kenal yang namanya CINTA" ucap Adit sambil sedikit memperjelas kata terakhirnya.


__ADS_2