
Selamat Membaca
Minggu selanjutnya Nayla mulai sedikit disibukan dengan berbagai kegiatan dari mulai cek kesehatan karena untuk mejadi istri seorang anggota polisi ada banyak proses yang harus dilalui hingga akhirnya nikah kantor.
Tanpa diketahui oleh Nayla ternyata Ryan sudah mempersiapkan semuanya sejak satu bulan yang lalu.
Tanpa sepengetahuan Nayla Ryan meminta semua berkas-berkas pada Empok.
Setelah selesai cek kesehatan mereka singgah sebentar disebuah gerobak mie ayam pinggir jalan yang biasa Nayla beli.
"Sayang kamu kok suka bangt sih makan disini, kan kita bisa beli ditempat yang lebih nyaman duduk nya" ujar Ryan sambil memakan mie ayam pesananya.
"Aku suka Yan makan disini sambil liat kereta lewat" jawab Nayla.
"Kayanya nanti kamu bakal saingan sama Radit y" goda Ryan sambil tersenyum.
"Dih gak lah Yan" sangkal Nayla malu.
Mereka pun makan sambil bersendak gurau.
Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang,namun saat diperjalanan ponsel Ryan berbunyi dan ternyata ada tugas penting sedang menantinya.
Nayla yang sadar akan pekerjaan Ryan meminta pada Ryan untuk menurunkannya,namun Ryan tak mau, ia merasa khawatir jika Nayla pulang sendiri.
Akhirnya Ryanpun mempercepat laju mobilnya dan begitu sampai dipertigaan rumah Nayla ia pun menurunkan Nayla.
"Sayang maaf ya aku turunin disini" ucap Ryan.
"Gak ada Yan, tinggal belok juga sampe" Nayla pun keluar dari mobil sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya.
Setelah Ryan pergi, Nayla pun melanjutkan berjalan menuju rumahnya.
Tanpa Nayla sadari bahaya sedang mengintainya.
Adit yang sedari tadi menunggu didalam mobilnya dapat tersenyum saat melihat Nayla.
"Akhirnya kamu pulang juga Nay" desis Adit pelan lalu keluar dari mobil
Nayla yang berjalan tanpa melihat kiri atau kanan sangat terkejut saat melintasi sebuah mobil dan ada yg menariknya.
Adit membekap mulut Nayla dan memaksanya masuk kedalam mobil.
Nayla terus meronta berusaha melepaskan diri dari bekapan Adit yang sudah gelap mata.
Aditpun langsung mengikat tangan Nayla kebelakang dan menyumpal mulut Nayla agar suara teriakan Nayla tak terdengar.
Dengan tergesa-gesa ia pun segera melajukan mobilnya menjauh dari rumah Nayla.
Nayla yang marah terus saja menendang jok kemudi sekuat tenaganya.
__ADS_1
Adit tak membawa Nayla jauh, ia hanya membawa Nayla kerumahnya yang memang berada tak jauh dari rumah Nayla.
Rumah itu kini sudah berubah menjadi studio musik dan yang pasti kedap suara.
Dengan menggendong Nayla seperti karung beras ia membawa Nayla masuk dan menjatuhkannya disofa.
Emmmmm
Nayla membelalakkan matanya saat Adit menjatuhkannya begitu saja hingga ia merasakan bokongnya senut-senut.
"Sayang...kamu kenapa bertambah cantik" Adit mengelus pipi Nayla dengan jarinya.
Nayla yang marah hanya bisa melotot dan mencaci dengan suara yang tak jelas.
Aditpun membuka sumpalan dimulut Nayla.
Seketika itu juga caci maki meluncur begitu saja dari mulut Nayla.
Bukannya marah tapi Adit malah tersenyum mendengar makian Nayla.
"Sayang kenapa marah-marah sih" bisik Adit dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Nayla.
"Kamu dah gila ya Dit,lepasin aku, kasian Radit sudah menunggu aku" ucap Nayla kesal.
"Kita buat kesepakatan dulu baru aku lepasin kamu sayang"
"Jangan panggil aku sayang, kamu tuh udah bukan siapa-siapa aku lagi, ingat itu Adit" sentak Nayla semakin kesal.
"Adit lepasin aku, aku mau pulang kasian Radit" Nayla berusaha melepaskan ikatan ditangannya namun semakin ia berusaha ikatan itu terasa semakin kencang.
"Sabar Nay,aku pasti lepasin kamu tapi dengan satu syarat" ucap Adit
"Syarat apa?"tantang Nayla
"Kamu gak boleh nikah sama Ryan"Adit benar-benar sudah tak dapat berpikir dengan jernih lagi, yang ada dalam pikirannya saat ini hanya kembali memiliki Nayla.
"Kamu kenapa egois sih Dit,kamu aja dah nikah sama Dina, kenapa aku gak boleh nikah sama Ryan,aku juga ingin bahagia Dit,ingin ada yang bisa jagain aku" ucap Nayla dengan nada tinggi.
"Nay aku minta maaf, aku akui semua salah aku, aku gak mau kehilangan kamu sayang,aku mau kita rujuk" balas Adit lembut.
"Aku gak mau,lagi juga kalau kita rujuk aku juga harus nikah dulu baru bisa balik lagi sama kamu Dit" ucap Nayla sedikit melembut karena ia ingat sifat Adit jika ia keras maka Adit akan semakin nekad,jalan satu-satunya ia harus sedikit bersabar dan lembut.
Dan benar saja Adit duduk bersimpuh dihadapan Nay.
Air matanya mengalir, namun apa yang membuat ia menangis Nayla tak tahu.
"Aku gak bisa Nay liat kamu sama pria lain"
"Aku belum ikhlas ngelepas kamu" ucap Adit sambil menangis
__ADS_1
"Maaf Adit, tapi ini kan juga gara-gara kamu, berapa kali kamu selingkuh dan nyakitin aku,apa aku gak boleh bahagia Dit" kini Naylapun ikut menangis, ia ingat kejadian beberapa tahun lalu saat ia baru menikah dengan Adit, dengan terang-terangan Adit selingkuh dengan Ina.
Setelah Ina tiada, ia pikir Adit akan berubah namun ternyata tidak.
"Adit tolong lepasin aku, kasian Radit anak kita yang menunggu aku pulang"ucap Nayla memelas.
"Apa kamu tega kalau Radit sendirian"
Dengan tak putus asa Nayla terus membujuk Adit agar mau melepaskan nya.
Adit hanya duduk dilantai,sesaat ia terdiam lalu menghapus air matanya.
Ia menatap wajah Nayla dalam "aku masih sayang kamu Nay" ucap Adit pelan sambil berdiri lalu mengecup sekilas kepala Nayla
"Aku tau Dit,kita masih bisa silaturahmi biar bagaimanapun kamu tetap ayah kandung Radit" ucap Nayla lagi
"Adit tolong lepasin tangan aku, sakit" pinta Nayla lagi kali ini ia sedikit memohon.
Adit yang melihat pergelangan tangan Nayla memerah langsung membuka tali ikatan tangannya
Seakan Adit tersadar" Maafin aku udah nyakitin kamu"
"Adit aku mau pulang,kasian Radit" Nayla mencoba memohon pada Adit agar mau melepaskannya.
Entahlah apa yang membuat Adit berubah pikiran,ia pun langsung meminta maaf pada Nayla lalu menuntun Nayla keluar dari rumahnya.
"Ayo Nay aku anterin pulang" Adit membuka pintu depan dan mempersilahkan Nayla untuk naik.
Nayla merasa ragu, ia takut jika Adit akan berniat buruk lagi padanya.
"Aku naik angkot aja ya Dit" ucap Nayla ragu.
"Aku janji Nay gak akan macam-macam" Adit berusaha menyakinkan Nayla.
"Baiklah kali ini aku percaya,perlu kamu ingat Dit ada Radit yang sedang menungguku, dan Radit itu putra kita " ucap Nayla lalu ia pun langsung naik kedalam mobil.
Nayla pun bernafas lega saat Adit benar mengantarnya pulang.
Begitu turun dari mobil Adit, Nayla langsung belari sekencang mungkin menjauh dari Adit.
**Hallo semua aku dah up lagi ni, semoga kalian gak bosen ya.
Jangan lupa tetap dukung terus Author ya, caranya :
-Like
-rate
-Komen juga y
__ADS_1
Salam Manisss
Amellajj/Author**