
Dian dan Nayla merasa kesal dengan pengakuan Ita ternyata betul yang menghamilinya bukan Doni tetapi kekasih barunya.
"well gimana udah jelaskan semuanya itu bukan anak gw" tutur Doni dengan penekanan.
"iya kita berdua minta maaf kitakan cuma berbekal keterangan dari Ita" ucap Dian dengan sedikit rasa bersalah.
"urusan maaf memaafkan sih gampang setok maaf gw masih banyak,tapi gimana ama nama baik gw?" kini Doni merubah posisis duduknya menjadi menghadap Nayla
Nayla yang ditatap oleh Doni langsung salah tingkah jantungnya berpacu tidak seperti biasanya.
"masih ingetkan ama perjanjian kita?" Doni sedikit mendekat ke Nayla
"soal itu sih terserah ama yang bersangkutan aja" ucap Dian sambil menyeruput minumannya.
"gimana maniss,mulai hari ini loe jadi pacar gw kan?" Doni tersenyum lebar
"kayanya gw gak bisa"jawab Nayla
Nayla ingat kata-kata a'Iwan jangan ngelamun dan baca-bacaan apa saja terus jangan liat matanya.
Nayla berusaha melawan hasratnya untuk menatap wajah Doni dengan susah payah ia berusaha sedikit menjauh.
"kenapa kayanya loe takut ya ama gw?"selidik Doni
__ADS_1
"gw gak takut cuma..."Nayla tak melanjutkan kata-katanya ia terpaku melihat Adit yang sedang menatap kearahnya tajam.
Doni yang sadar akan tatapan mata Nayla ikut melihat ke arah mana Nayla melihat.
Ia mengangguk-anggukan kepalanya entah apa yabg sedang ia pikirkan.
"Nay...gw gak perdululi loe udah punya cowo apa belum yang gw mau sekarang loe harus tepatin apa yang waktu itu udah kita sepakati"tagasnya
teman tak kasat mata Adit nampak tak senang melihat Nayla dengan pria lain.
Sosok anaj kecil yang diketahui bernama Vita dan yang besar bernama Lina nampak memasang wajah seramnya.
Awalnya Nayla tak mau melihat kearah mereka namun seperti ada yang menarik jepala Nayla untuk kembali melihat kearah mereka.
Nayla "Dit gak marah kamu selingkuh
lagi,tapi tolong bilang ama temen
loe yang dua itu jangan melototin
gw"
beberapa menit berlalu Nayla belum juga mendapatkan balasan dari Adit.
__ADS_1
Ada rasa kecewa dalam hati Nayla saat Adit tak memperdulikannya.
Dian yang sedari tadi sudah pamit duluan pulang bersama Ita seakan mendorong Nayla untuk lebih dekat dengan Doni.
"dari pada disini mending kita nonton yuk"ajak Doni yang langsung disambut dengan gembira oleh Nayla.
Adit nampak semakin geram namun ia tak dapat berbuat apa-apa karena saat ini ia juga sedang bersama seorang teman wanitanya.
Didalam bioskop Nayla nampak ketakutan entah apa lagi yang ia lihat namun yang pasti saat ini wajahnya pucat.
"Hei..ada apa Nay"tanya Doni mulai berani memegang tangan Nayla
Nayla langsung menepis dengan sedikit kasar tangan Doni.
Entah kenapa kemarin-marin Nayla merindukan sekali wajah pria disampingnya saat ini namun sekarang saat sudah bersamanya perasaan Nayla berbalik jadi tak suka dan sedikit risih.
Tanpa Nayla sadari kini ada sosok bayangan hitam besar disebelah kanannya.
Ia merasakan hawa yang tak enak bulu tengkuknya merinding dan seketika itu juga Nayla mearasakan ada yang berdiri dibelakangnya,dengan perasaan takut tapi penasaran ia pun memberanikan diri untuk menoleh kebelakang
Tanpa sadar ia pun berteriak saat melihat sosok tinggi besar dan hitam yang seakan-akan ingin mendekapnya.
Doni yang ternyata juga dapat melihat hal-hal yang goib hanya tersenyum entah apa arti senyumannya Nayla tak tahu ,yang ia tahu saat ini adalah ia takut karena baru kali ini melihat sosok yang begitu meyeramkan itu.
__ADS_1