
🌻🌻🌻 Selamat Membaca 🌻🌻🌻
Sudah hampir 3 hari Nayla terbaring dirumah sakit dengan kondisi masih seperti semula belum sadarkan diri.
Adit tak pernah sedikitpun meninggalkan Nayla. Ia masih setia disisi Nayla.
"Sayang kamu gak kangen apa sama aku? ayo buka mata kamu Nay, coba liat aku udah dateng, aku kangen banget pengen denger suara kamu sayang" Adit menciumi seluruh wajah Nayla.
POV Nayla
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat aku sudah meloncat dari jembatan seketika itu juga tubuhku meluncur dan tanpa sengaja mataku melihat sosok yang selama ini aku sangat rindukan, tapi maaf semua harus berakhir seperti ini, maafkan aku yang sudah kotor karena sudah dijamah dengan pria yang bukan suami aku.
Maafkan aku Adit, aku pun memejamkan mataku dan kemudian aku merasakan tubuhku berbenturan dengan air namun ada sesuatu yang menarikku untuk terus tenggelam dan saat itu juga setelah semuanya menggelap tiba-tiba aku merasa ada disuatu tempat aku tak tahu dimana namun yang pasti aku kembali melihat
sosok pria bersorban ia mengulurkan tangannya padaku sambil tersenyum.
Ia membawaku ke suatu tempat dimana aku bisa melihat Mamaku, bahkan kami sangat dekat.
Akupun berlari ingin menghampiri mamaku
Mama...Nay kangen Mah tiba-tiba aku tak dapat menyentuh Mamaku padahal jarak kami sangat dekat seperti ada tembok tak kasat mata yang memisahkan kami.
Kulihat Mamaku tersenyum kearahku.
Pria bersorban itu kembali menarik tanganku menuju suatu tempat, disitu aku dapat melihat banyak orang tapi tak ada satupun yang aku kenal lalu semua berbayang dan lama-kelamaan orang-orang itu menghilang seperti asap.
"Aku ada dimana ini"
Entahlah saat ini aku merasa seperti tersesat lulu tiba-tiba aku melihat Adit ia sedang menangis menatap kearah seseorang yang terbaring disebuah ranjang rumah sakit.
"Apa ini, baju orang itu sama seperti baju yang aku pakai"
Aku semakin bingung,akhirnya aku pun mendekati tempat tidur itu aku ingin melihat siapa yang sedang ditangisi oleh suamiku.
"Ha..." aku pun langsung mundur beberapa langkah sambil menutup mulutku saat melihat siapa yang terbaring disana.
Aku melihat diriku sendiri..
Yah...ternyata itu adalah ragaku yang terbaring disana
Lalu apakah aku sudah mati???
Apakah sekarang aku jadi hantu gentayangan????
" Ahhh....aku gak mau jadi hantu yang gentayangan, aku pun langsung menangis
Tapi aku langsung tersadar..aku belum mati aku pun melihat beberapa alat yang menempel pada tubuhku.
Aku berjalan mendekati Adit, aku begitu sedih melihat wajahnya yang nampak tak bersemangat dan sedikit kurus.
" Adit...aku dapat melihatmu tapi kamu tak dapat melihatku"
" Aku ingin menyentuhmu tapi tak bisa"
Kucoba menyentuh wajahnya namun tak bisa, apa ini hu...hu aku pun mencoba kembali menyentuh wajahnya namun tetap tak bisa
Haaaaaa......kenapa jadi begini.. tangisku makin menjadi saat kulihat Adit menangis sambil mengelus wajahku dan tak lama kemudian dokter dan beberapa orang perawat datang langsung memeriksa tubuhku
Pria bersorban itu menghampiriku
__ADS_1
Ia mengelus kepalaku dengan sangat lembutt perlahan mataku terasa berat dan aku merasa melayang namun mataku tak dapat kubuka.
Tiba-tiba saja tubuhku terasa tertarik dan terhisap kembali masuk kedalam ragaku.
Sayup-sayup aku dapat mendengar suara Adit yang terus memanggil namaku.
Ingin rasanya aku membuka mata namun terasa berat sampai pada akhirnya aku merasa tubuhku benar-benar tertarik dan..awww
************
POV Author
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Nay...Nayla jangan tinggalin aku Nay...."
" Nayla bangun sayang...."
" Aku janji Nay...setelah ini aku akan selalu jagian kamu, kita kan belom jadi bulan madu Nay..."
Adit terus menangis disisi tubuh Nayla.
"Kamu kan bilang mau ke gunung Prau trus mau makan sofel level 15 kan dan kamu mau nantangin aku...aku terima tantangan kamu Nay tapi kamu harus buka mata kamu dulu Nay...plissss" suara Adit yang terdengar parau membuat aku iba akhirnya aku pun memaksakan mataku untuk terbuka.
" ishh kamu mah berisik banget sih Dit aku masih mau tidur..tau" ucap ku pelan dan berhasil membuat mata Adit berbinar.
" Kamu udah sadar Nay...aku gak mimpikan" Adit mengucek-ngucek matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Akupun tersenyum melihat tingkahnya yang menurutku lucu.
"Kamu betul-betul udah sadar sayang..." Adit langsung memeluk erat tubuh Nayla hingga tanpa terasa air mata mengalir dari pipi
" Aku gak bisa nafas Dit.." bisik Nayla
" Permisi ada apa ya Pak?" tanya seorang suster begitu pintu terbuka.
"Suster istri saya sudah sadar" ucap Adit sambil menghapus air matanya
" Dihh cowo kok cengeng banget sih" ejek Nayla sambil tersenyum bahagia.
" Ihh kamu malah ngatain aku sih...aku tuh takut banget tau sayang.." ucap Adit lalu menggenggam tangan Nayla.
" permisi dulu Pak saya mau periksa istrinya" ucap seorang dokter yang baru saja masuk bersama seorang perawat.
Adit pun segera sedikit menjauh.
Beberapa menit kemudian dokter itu pun selesai menjalankan tugasnya.
" Bagaimana Dok..."tanya Adit begitu tak sabaran.
" Alhamdulillah Pak istri Bapak sudah baik-baik saja hanya tinggal pemulihan" ucap sang dokter lalu permisi keluar.
Adit menatap Nayla dalam nampak wajahnya sedikit berbinar.
" Kamu udah berapa hari gak mandi Dit" tanyaku dengan suara pelan bahkan nyaris tak terdengar.
" Ya ampun sayang, aku tuh saking takutnya jadi lupa segalanya tau, aku bau ya..." tanyanya sambil mencium bau badannya sendiri.
" Jorok..." aku pun langsung memejamkan mataku kembali
" Nay...kamu kenapa yang, apa yang kamu rasain..." wajah Adit kembali khawatir saat melihat mata Nayla terpejam.
__ADS_1
" Ishhh berisik banget sihh kamu Dit, aku ngantuk banget mau tidur lagi"
"Tadi kan aku baru tidur lima menit udah kamu bangunin" gerutu Nayla lalu kembali memejamkan matanya
" Apa? lima menit? kamu tuh udah hampir empat hari sayang tidur disini" bisik Adit karena Nayla sudah memejamkan matanya.
" Ihh bohong melulu..aku baru sebentar tau tidurnya, udah sana ahh jangan ganggu mending kamu mandi bau banget" usir Nayla
Adit yang masih mencoba mencerna kata-kata Nayla nampak bingung.
" Ah...mending gw mandi dulu lah selagi Nayla tidur" Adit berbicara sendiri lalu ia mengambil handuk kecil dari dalam lemari kecil lalu mengecup sekilas kening Nayla.
" Aku mandi dulu sayang.." bisik Adit ditelinga Nayla lalu ia pun bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Sementara itu di rumah Anto nampak ada sedikit keributan.
Setelah kejadian itu karena sudah melibatkan pihak kepolisian akhirnya mau tak mau rumah Antopun digeledah dan di dapatkan ada sosok tulang belulang manusia yang masih memakai gaun pengantin tersembunyi disebuah ruangan.
Ya itu adalah sosok Mita mantan Anto yang menikah dengan pria lain karena dijodohkan,Anto menculiknya tepat di hari pernikahan mereka lalu Mita di masukan kedalam peti mati yang sudah ia pesan lalu menutup dan mengikatnya dengan rantai.
Akhirnya Anto pun ditahan, namun warga yang resah akhirnya meminta agar Anto jangan menginjakan kakinya lagi di kampung itu.
Sementara itu di rumah sakit Nayla yang terbangun karena merasa perutnya minta di isi, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Adit.
"Ada apa sayang? kamu nyariin aku?"tanya Adit yang baru saja masuk.
Ia langsung menghampiri Nayla lalu menaruh bungkusan yang ia bawa.
" Aku laper Dit" bisik Nayla
"Mau makan apa sayang?"
" Aku mau baso pake sambelnya yang banyak?"bisik Nayla lagi
Mata Adit langsung membelalak
pletak..
"Aw....ihh kamu mah..sakit tau"
Nayla meringis sambil mengelus keningnya yang disentil Adit.
"Maaf sayang abis kamu baru juga melek udah minta baso aja" ucap Adit lalu mengelus dahi Nayla yang tadi ia sentil lalu mengecupnya.
Nayla hanya cemberut karena lagi-lagi Adit mengecupnya.
Entah sudah berapa kali Adit mencium wajahnya.
Namun kini ia sadar dan tau betapa besar rasa sayang Adit pada dirinya.
**Udah dulu ya up nya..
besok lagi...
yang Kangen sama Adit...udah senengkan sekarang...
Maaf ya kalau rada gak nyambung maaf authornya lagi ....
Jangan lupa kasih dukungan buat authorr yang maniss ini
Yang minta doubel up sabar ya...
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr**