TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 170


__ADS_3

☆☆☆ Selamat Membaca ☆☆☆


Nayla terbangun saat hari mulai sedikit gelap.


Ia mengedarkan pandangannya dan merasa begitu asing.


Nayla turun dari ranjang dan memcoba membuka pintu namun sialnya pintu itu terkunci dari luar.


"Haiii buka pintunya"Nayla menggedor pintu namun tak ada jawaban hanya terdengar suara binatang hutan yang saling bersautan.


Nayla mencoba mengintip dari celah-celah kayu,ia dapat melihat sekeliling tempatnya saat ini hanya terdapat pohon-pohon berukuran besar.


"Ini dimana sih,Fikar berengsek gw ketinggalan bus deh"gerutu Nayla kesal.


Ia mencari tasnya namun tak ia temukan.


Nayla nampak putus asa,ia duduk disisi tempat tidur sambil mengingat-ingat kesalahan apa yang ia buat sampai harus terus-terusan mengalami nasib sial.


Saat ia merebahkan tubuhnya dengan posisi tubuh bersandar pada headbed tiba-tiba ia melihat ada seorang gadis dengan tangan diikat dan juga mulut yang dilakban bersandar ditempat tidur yang ia tempati.


Nayla langsung membuka matanya,ia kembali merasa ketakutan.


Ia takut jika nasibnya akan sama dengan gadis yang ia lihat.


tap


tap


tap


Terdengar suara derap langkah yang mendekat.


cklekkk


Pintu kamar pun terbuka


"Kamu udah sadar sayang"Fikar mendekat pada Nayla


Reflek Naylapun menjauh


Fikar tersenyum,tangannya menjulur mencoba menggapai wajah Nayla.


"Gak usah megang-megang,gara-gara kamu aku jadi ketinggalan bus tau"bentak Nayla kesal,ia meluapkan emosinya.


"Nayla dengarkan aku,kamu tak akan bisa kemana-mana,dua hari lagi kita akan menikah sayang"ucap Fikar ikut naik ketas ranjang dan berusaha mendekati Nayla.


"Jangan deket-deket Kar,kalo loe nekat tar gw pukul nih"ancam Nayla berusaha mengapai barang apa saja yang ada didekatnya.


Bukannya takut namun Fikar malah semakin mendekat.


"Ini dimana Kar?"tanya Nayla


"Ini rumah singgah aku kalau lagi di tambang sayang,gak apa-apa kan kita disini dulu sementara"Jawab Fikar


"Kar ...gw liat ada cewe yang di ikat,itu siapa dan dimana dia sekarang"tanya Nayla dengan tetap waspada


Fikar mengerutkan dahinya "dari mana kamu tau?"


"Jawab gw Kar"bentak Nayla mulai kesal dengan Fikar.


Fikar menarik tangan Nayla dengan sangat kencang


hingga gadis itu terjerembab di dada Fikar


"Kenapa harus membahas itu Sayang" Fikar mengelus pipi Nayla dengan jarinya.

__ADS_1


Nayla menepis tangan Fikar dengan kasar dan alhasil Fikarpun mulai tersulut emosinya.


Ia mencengkram kedua bahu Nayla sangat kencang hingga Nayla sedikit meringis.


"Sakit Kar.."rintih Nayla sambil berusaha melepaskan tangan Fikar dari bahunya.


tok...tok.


pintu kamar diketuk dari luar dan setelah mendapat perintah masuk lah seorang pria dengan membawa sebuah bungkusan.


"Nih makan dulu" Fikar membuka sebuah bungkusan yang berisi nasi dan lauk pauknya.


"Gw gak mau"Nayla memalingkan wajahnya


"Kamu harus makan Nay,aku gak mau kamu sakit" Fikar memaksa agar Nayla mau membuka mulutnya.


"Gw gak mau makan itu"Nayla mendorong bungkusan yang ada di depannya.


Entah kenapa tiba-tiba pikiran jailnya bekerja.


"Kamu mau makan apa Nay"tanya Fikar mulai melembut


"Aku mau makan martabak bangka,pake coklatnya yang banyak,sama mau minumnya jus Alpuket" ucap Nayla yang lalu tersenyum.


"Sukurin loe gw kerjain" batin Nayla


"Mana ada Nay disini,kalaupun ada itu di kota dan butuh waktu hampir dua jam lebih"jawab Fikar kesal.


"Gak mau tau,aku gak mau makan kalo gitu"ucap Nayla pura-pura ngambek.


Dengan berat hati orang yang di perintah Fikarpun berjalan keluar.


Senentara itu Jafar yang disuruh ayah Nayla untuk menyusul Nayla ke full bus ALS karena KTP sama ATM Nayla tertinggal tidak menemukan gadis itu disana.


Beruntung saat ia hendak pulang ditengah jalan ia berjumpa dengan tukan bentor yang tadi mengantar Nayla.


Alangkah terkejutnya Jafar saat tau jika Nayla di culik akhirnya ia pun langsung menemui ayah Nayla untuk memberitahu apa yang baru saja ia dengar dari tukang bentor langganan Ayah Nayla.


Dengan perasaan marah Ayah Nayla menyambangi rumah Fikar dan kebetulan ia bertemu langsung dengan Ayah Fikar.


Dengan emosi yang meluap-luap Ayah Nayla meminta pertanggung jawaban pada sang kepala dusun.


Akhirnya merekapun mencari keberadaan Fikar.


Ayah Nayla mulai merasa khawatir dengan keselamatan putrinya


Sementara itu Nayla duduk diatas tempat tidur sambil memandang kesal pada pria didepannya.


"Kar...siapa cewe yang kamu iket waktu itu" tanya Nayla mulai penasaran


"trus tuh cewe kamu apa'in Kar" lanjut Nayla


Karena Nyala terus mendesaknya akhirnya Fikarpun membuka mulutnya


"Dia itu wanita yang sudah bikin aku sakit hati Nay,aku tulus menyayangi dia namun apa balasannya dia malah hamil dengan pria lain" terdengar gemelutuk yang berasal dari gigi Fikar yang diadu.


"Aku gak mau hal itu terulang lagi Nay,makanya aku akan terus berusaha menahanmu disini" tatap Fikar pada Nayla


"Trus sekarang di dimana?"Nayla memberanikan diri untuk terus bertanya.


"Kamu yakin mau tau Nay?"Fikar mulai mendekat


Nayla menganggukan kepalanya dengan ragu.


"Dia udah mati,aku segaja meninggalkannya di tengah hutan dengan tangan dan kaki yang di ikat agar dia dimakan oleh harimau" ucap Fikar dengan senyum yang menyeramkan.

__ADS_1


"Kamu jahat banget sih Kar,gak punya perasaan"Nayla marah dan semakin tidak suka dengan Fikar ia melemparkan apa saja yang ada didekatnya kearah Fikar.


"Diam Nayla..."perintah Fikar yang nampak mulai kesal


Bukannya diam Nayla malah semakin memaki fikar dengan segala sumpah serapahnya.


Fikar yang mulai habis kesabarannya mendekati Nayla dan langsung membungkam mulut Nayla dengan tangannya yang besar.


"Diam dan istirahatlah Nayla kalau tidak ingin bernasib sama dengan wanita itu"bisik Fikar ditelinga Nayla yang terdengar begitu menyeramkan.


Naylapun langsung diam,ia langsung menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Gw harus bisa kabur dari sini,gw gak mau mati sia-sia dimakan Harimau" batin Nayla.


Tengah malam Nayla terbangun karena ingin buang air kecil,ia pun membangunkan Fikar yang tertidur dibangku tak jauh dari tempat tidurnya.


Fikar yang merasa ada yang menyentuh bahunya,ia pun memaksakan membuka matanya.


"Ada apa Nay..?"tanya nya sambil melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 1 dini hari.


"Aku mau pipis kamar kandinya dimana?"tanya Nayla


"Jangan cari-cari alesan ya Nay,ini tuh hutan yang masih banyak binatang buasnya"ucap Fikar menakut-nakuti Nayla


"ihh gw tuh mau kencing beneran tau,apa perlu gw ngompol baru loe percaya"bentak Nayla kesal.


"Ya udah pipis disini aja,inikan lantainya dari kayu,kamu bisa pipis diantara sela-sela kayu itu" tunjuk Fikar kelantai yang terbuat dari papan.


Nayla membelalakan matanya "Gw beneran mau pipis Fikarrr"teriak Nayla di telinga Fikar saking sudah terlalu kesal dengan pria didepannya ini.


"Iya ...iya ayo cepet" akhirnya Fikar membuka pintu dan berjalan kearah belakang rumah dan membuka pintu belakang disitulah letak kamar mandinya.


Nayla segera masuk dan saat ia sedang buang air kecil terdengar suara hewan hutan yang membuatnya takut.


Ia pun segera bebersih dan merapikan kembali pakaiannya namun saat ia hendak keluar sekilas matanya melihat sosok wanita yang sedang berdiri di salah satu sudut kamar mandi dengan wajah pucat dan meminta tolong.


"toollooonggg akuu Naaaayyyy"


"Naaayyyylaaaa ttoollonggg akkkuuu"


Nayla langsung ketakutan hingga ia kesusahan membuka pintu kamar mandi yang hanya ditutupnya rapat tanpa di kunci.


Suara wanita itu begitu memilukan hingga Nayla merinding


Ia pun menggedor-gedor pintu agar Fikar dapat membukanya dari luar.


"Ada apa Nay...?"Fikar langsung menerobos masuk......


"**Maaf ya aku gantung dulu,jangan cuma jemuran doang yang digantung"


Maaf juga kalo banyak typo soalnya ngetiknya sambil antri di .......


Buat yang kangen sama Adit siap-siap aja dia bakal nongol lagi


jangan lupa tab tanda :


Like


Vote


Rate


dan juga kritsarnya


Salam maniss

__ADS_1


😚😚😚


Amellajj/author**


__ADS_2