TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 82


__ADS_3

Dengan terpaksa akhirnya merekapun kembali menginap divilla madam Ripha.


"eh..Nay loe enak ya kayanya si Adit love love banget ama loe"puji madam sambil membakar jagung yang tadi sore dipetik dari kebun milik tetangga sebelah villa.


Aku hanya tersenyum mendengar ucapan madam Ripha


"madam dirimu gak tau aja selain suka selingkuh dia juga punya banyak piaraan" ucapku dalam hati


"kayanya ama yang dulu lebih perhatian Adit ya Nay" sambung madam Ripha


aku hanya menganggukan kepala karena malas menjawab.


Kalau mau dibandingin sih antara Dewa dan Adit mending Dewa kemana-mana kalau Dewa itu setia selama beberapa tahun bersama ia tak pernah selingkuh kalau Adit baru beberapa bulan jadian udah kepergok tiga kali jalan sama cewe.


"Nay kok malah ngelamun sih,nih kasih pacar loe jagungnya" madam Ripha meyodorkan" sebuah jagung yang sudah matang,aku pun berdiri dan langsung menghampiri Adit yang sedang asik ngobrol dengan Irma dan Iis.


"Ni buat kamu dari madam" ucapku sambil menyodorkan jagung kearah Adit,ia tak langsung menerimanya malah menarik tanganku agar duduk disebelahnya


"mau kemana sih,sini dong temenin"


aku pun melirik pada Irma dan Iis yang tersenyum menggoda ku.


"mbak Nay jangan ditinggalin masnya tar aku ambil nyesel loh" goda Irma


"ambil aja kalau mau mah"balasku


"belum tau aja loe Ir kalau dia banyak temen hantunya" batin Nayla


"eh...kalau ngomong jangan dalem hati Nay,ngomong langsung aja mumpung akunya ada"bisik Adit ditelingaku seakan tahu apa yang aku pikirkan.


"aduhhh sakit tau siapa sih yang nyubit kaki aku" teriak Nayla kesal karena tiba-tiba kakinya ada yang mencubit


Nayla menatap Adit namun yang dilihat hanya tersenyum sambil mengigit jagung bakar yang tadi Nayla bawa.

__ADS_1


"udah gak usah ngomel melulu,nih" Adit meyodorkan jagung bakar yang digigitnya kearah mulut Nayla


"gak mau ah...bekas kamu"tolak Nayla


"kalo bekas gigitan aku gak mau,tapi kalo langsung bibir aku yang nyium mau"bisik Adit lagi ditelinga Nayla yang langsung mendapat tepukan keras dibahu Adit hingga membuat ia meringis.


"Aduhhh Dit bilangin dong jangan iseng"sentak Nayla kesal dan lagi-lagi Adit hanya tersenyum.


"apa sih Nay" tanya Adit lembut


"ini loh temen kamu masa rambut aku ditarik-tarik sakit tau"


"bukan temen aku Nay,itu penunggu pohon mangga yang iseng ama kamu"ucap Adit menjelaskan


"madam tadi gw liat disitu ada gitar boleh pinjem gak"tanya Adit


"ambil aja,emang loe bisa nyanyi Dit"tanya madam sambil berdiri menghampiri kami


"Nay sini dong"pinta Adit sambil menepuk tempat kosong disampingnya


Ia pun mulai memetik gitarnya


"*Sadarkah ku menantimu


dan sadarkah engkau masih


miliki diriku


walau kau jauh dariku


pernahkah kau rasakan sepi


dan pernahkah kau merasakan

__ADS_1


kehilangan cinta


seperti yang aku rasakan


Memang engkau bersalah


terlalu lama meninggalkanku


namun bukan berarti


ku tak dapat menduakan cintaku*"


Belum selesai Adit bernyanyi Nayla sudah berdiri


"aku ngantuk,aku duluan ya"Nayla pun meninggalkan Adit dan teman-temannya yang masih asik bakar jagung sambil bernyanyi.


Nayla merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu,sayup-sayup ia masih mendengar suara Irma sedang bernyanyi diiringi petikan gitar Adit.


Entah kenapa Nayla kesal melihat Adit yang terlalu akrab dengan Irma dan Iis


"apa aku cemburu ya?ah gak mungkin aku cemburu" pikiran Nayla menjadi tak karuan akhirnya ia pun memcoba memejamkan matanya namun lagi-lagi saat ia hendak terlelap ia melihat sosok wanita yang sedang merayap di langit-langit ruangan lalu bergelayutan dikipas angin besar yang menggantung diruangan itu.


Naylapun tak dapat menggerakan tubuhnya ia menatap kearah sosok itu yang kini sedang duduk manis sambil menatap kearahnya sambil tersenyum menyeramkan


Ingin rasanya Nayla berlari kembali keluar namun tubuhnya seakan membatu tak dapat digerakkan.


Nayla berusaha mengendalikan rasa takutnya,tubuhnya yang gemetar ketakutan ditambah lemas akhirnya ia hanya bisa pasrah dan kembali ia ingat kata-kata si aa kalau aa akan memantaunya dari jauh.


"aa tolongin Nay lagi,Nay takut" ucap Nayla dalam hati dengan mata yang terpejam


Beberapa menit kemudian Nayla merasakan ada hawa dingin yang menyentuh tubuhnya dan tak lama kemudian sosok yang menakutkan itu pun hilang.


Nayla menarik nafas dalam-dalam kini ia merasa agak tenangan dan mulai memejamkan matanya berharap hari cepat berganti pagi

__ADS_1


__ADS_2