TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
219


__ADS_3

🌺🌺🌺Selamat Membaca🌺🌺🌺


Akhirnya merekapun sudah di ijinkan pulang, luka Aditpun hanya tinggal menunggu kering.


"Wauuuhhh enaknya bisa balik kesini lagi" Nayla merentangkan kedua tangannya keatas sambil menghirup udara sepuasnya begitu mereka diparkiran menunggu Dedi yang sedang mengambil mobil.


Adit hanya tersenyum melihat istrinya yang nampak bahagia karena sudah boleh pulang.


Tanpa diperintah, Nayla langsung masuk kedalam mobil dan duduk dengan manis di bangku tengah.


"Ya ampun bini gw bener-bener ya...." Adit menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nayla yang seperti anak kecil.


Berbanding terbalik dengan Adit yang harus hati-hati saat duduk karena merasakan sedikit nyeri di lukanya.


Begitupun dengan Dedi yang harus hati-hati mengemudikan mobilnya apa lagi saat melewati jalan yang rusak.


Begitu tiba di rumah, Ibu Adit langsung memeluk Nayla sambil menangis.


Ia begitu bahagia melihat menantunya baik-baik saja.


Namun saat matanya melihat Adit ia langsung memeluk anaknya itu erat.


"Lukanya sudah sembuh Dit??"


"Udah bu.."


"Jangan nangis dong bu Adit gak apa-apa cuma luka kecil aja" ujar Adit menenangkan ibunya.


" Sayang..kamu istirahat ya.." titah Adit pada sang Istrinya


"Aku belom cape Dit...eh ..A..aa Adit" Nayla langsung meralat ucapannya saat melihat Adit yang melotot kearahnya.


"Ampun bang Jago...pisss" ujar Nayla yang melihat Adit masih menatap tajam kearahnya.


"Gak ada pas pissan Nay, ayo masukk" Adit langsung berdiri dan menarik Nayla masuk kedalam kamar mereka.


"Ibu tolong..."


"Lis...tolongin dong.."


Trriak Nayla saat Adit menariknya masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.


"Gak usah di kunci napa" pinta Nayla sambil duduk diatas kasur


"Emangnya kenapa kalo di kunci?"


" Eh..kan masih siang"


Adit sedikit mengerutkan keningnya mendengar jawaban Nayla.


"Emang kenapa kalo masih siang...emm aku ngerti sekarang...kamu mau kita...." Adit langsung menghampiri Nayla yang duduk disisi ranjang sambil tersenyum jahil.


Nayla langsung menghindar saat Adit mendekatinya.


"Dit...kamu mau apa?? jangan macem-macem ya aku kan masih sakit" ujar Nayla beralasan.


Pletakk


Awwww


"Lama-lama jadi ikan lauhan gw disentil mulu" Nayla cemberut sambil mengelus dahinya yang disentil Adit.

__ADS_1


"Gak apa-apa biar kamu jadi lauhan aku tetep cinta kok" jawab Adit sambil mendorong tubuh Nayla hingga rebahan dikasur.


Nayla yang panik langsung membuang muka tak mau melihat Adit yang kini sudah berada diatasnya.


"Adit...jangan kaya gini dong" ucap Nayla pelah dengan jantung yang berdetak tak seperti biasanya.


"Kenapa?" bisik Adit sambil menggigit kecil leher Nayla.


"Ahhhh kenapa kamu kaya vampire sih sekarang suka banget gigit leher aku" teriak Nayla yang langsung dibungkam oleh tangan Adit yang besar.


" Isshh...apa-apa'an sihh" Nayla melepaskan tangan Adit yang singgah dimulutnya.


"Jangan berisik dong yang...tar ada yang nguping" bisik Adit lagi.


"Dih..emangnya kita ngapain sampe ada yang nguping sih"


" Ya ampunn...Nay..."


"Kita mau bikin Dede, kamu sekarang ngertikan kenapa aku bilang jangan berisik" ucap Adit yang langsung mencium pipi Nayla.


"Adit..he..he aku mau istirahat aja, kan tadi kamu yang bilang aku suruh istirahat" ucap Nayla mencoba menghindar dari Adit yang nampak sudah mulai bernafsu.


"Aku gak nerima alesan apapun saat ini sayang" tolak Adit yang mulai menciumi seluruh wajah Nayla.


"Adit..aku mau pipis udah gak tahan" Nayla pura-pura meringis seperti orang yang menahan ingin pipis.


"Aku tuh udah kenal kamu luar dalam sayang,jadi aku tau mana yang pura-pura dan mana yang betulan" ucap Adit lalu mencium bibir Nayla.


"apa harus saat ini aku menyerahkan mahkotaku, tapi kata orang-orang sakit bahkan ada yang sampai tak bisa jalan....ahhh aku gak mau...." Nayla bermonolog sendiri dalam hati


"Ahh gak mau...Dit aku belum siap...jangan sekarang ya..." pinta Nayla memelas.


"Apa yang kamu takutin sih yang?" tanya Adit yang langsung menghentikan aktivitasnya.


Adit langsung merebahkan dirinya disamping Nayla sambil menjambak rambutnya.


"Maaf.." ucap Nayla sedikit takut jika Suaminya marah.


"Ya udah gak apa-apa yang, aku juga gak mau maksain kamu,,ya udah sekarang istirahat ya"


cup


Adit mengecup kening Nayla lalu ia pun memejamkan matanya.


Sementara itu didalam rutan polsek Anto nampak sedang memperhatikan setiap sudut dan mencari celah untuk bisa melarikan diri dari sana.


Beberapa orang yang berada di dalam sel hanya memperhatikan Anto tanpa ada yang berani melaporkan apa yang Anto lakukan.


Yahh saat ini Anto sedang berusaha melepas salah satu atap yang ada di atasnya setelah berhasil mencopot salah satu atapnya Anto hanya diam berpura-pura tidak melakukan apa pun.


Ia menunggu malam tiba baru menjalankan aksinya.


Ia pun membujuk orang yang ada di sana untuk bergabung bersamanya dan alhasil dari pada mereka kena imbas dari perbuatan Anto akhirnya merekapun akan ikut melarikan diri dan menjadi anak buah Anto.


Sementara itu di rumah Adit sedang sangat ramai, banyak tetangga dan saudara Adit yang datang membesuk Adit.


Nayla yang langsung ketakutan jika melihat sosok pria muda langsung disembunyikan oleh Adit.


Pria itu tak mengijinkan Nayla untuk keluar dari kamar karena takut Nayla akan kembali histeris.


"Lis..kenapa sih Adit gak ngijinin aku keluar sih, emang siapa tamunyanya" tanya Nayla yang kesal karena dikurung dikamar oleh Adit.

__ADS_1


"Gak apa-apa teh cuma si aa takutnya teh Nay ketakutan liat orang banyak" jelas Lilis


"Aku mau mau pipis Lis, masa harus di kamar sih pipisnya" keluh Nayla sambil merapatkan kedua pahanya sambil sedikit meringis


"Ya udah teh hayu Lilis temenin ke kamar mandinya"


Lilispun membuka pintu lalu merekapun langsung menuju kamar mandi yang terletak didekat dapur.


Setelah selesai Naylapun mengelus perutnya


"Ahh..lega banget Lis...tapi aku laper Lis ada lauk apa?"tanya Nayla sambil membuka tudung saji.


Matanya langsung berbinar melihat sambal yang seakan melambai memanggilnya.


Dengan sangat cepat Nayla langsung mengambil tahu goreng lalu mencocolnya pada sambal.


"Teh..Nay..jangan makan sambel tar si aa marah" Lilis mengingatkan Nayla.


"Ishh..kamu jangan bilang ya, anggap aja aku lagi ngidam" jawab Nayla ngasal sambil terus memakan tahu dan sambal.


"Tapi teh..tar kalo si .a.." belum semapat Lilis melanjutkan ucapannya Adit sudah berdiri di belakang Nayla dan ia pun meletakan jarinya di bibir menandakan agar Lilis diam.


"Lis..nanti kalo ada si Adit bilangin ya, kalo dia tau bisa abis aku di jadi'in pecak tahu he..he"ucap Nayla sambil tertaws sendiri membayangkan wajah suaminy yang akan marah jika tau dia makan sambel.


"Ngidam?? emangnya udah bikin Nay kok langsung ngidam?" tanya Adit masih berdiri dibelakang Nayla sambil melipat kedua tangannya di ddepan.


"Belom sih..he..he biarin aja dia nahan" jawab Nayla tanpa menoleh kebelakang.


Namun sesaat kemudian ia menghentikan kegiatannya .


"Lis..kamu lagi serek ya, kok suara kamu berubah jadi suara cowo sih..." Nayla berbicara tanpa menoleh kebelakang.


Sementara Adit nampak sedikit kesal mendengar jawaban Nayla.


" oh...jadi gitu ya....liat aja nanti malem aku gak akan ngerasa kasihan sama kamu ya yang" jawab Adit masih tak merubah posisinya


"Lis..kok suara kamu kaya suara Adit sihh" Nayla mulai merasa ada orang yang berdiri dibelakangnya ia pun langsung menengok kebelang dan..


"Aahhhh..."


"Adit...dari kapan kamu diri dibelakang aku" tanya Nayla yang mulai merasa ada aura tidak enak di wajah suaminya.


"Dari tadi yang.."


"Ka..kamu denger dong apa yang aku tadi omongin..." ucap Nayla.terbata-bata.


"Denger banget yang..makanya nanti malem siap-siap ya..." ucap Adit yang membungkukan sedikit badannya lalu


Cup...


Adit mengecup pipi Nayla lalu meninggalkan Naylanya yang masih mencerna kata-kata Adit.


**Udah dulu ya up nya


besok lagi


Maaf kalo masih banyak typo


Jangan lupa tetep kasih dukungan buat Authorr ya


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr imuttt**


__ADS_2