
"Selamat Membaca
Hari pernikahan pun tiba,Ryan terlihat tampan dengan jas hitamnya.
Naylanpun tak kalah cantik dengan kebaya putih yang membalut tubuhnya yang ramping.
Semua keluarga sudah berkumpul di aula, keluarga Naylapun sudah datang walaupun tidak semua.
Ryan sudah duduk dengan rapi dibangku yang sudah disediakan.
Sebenarnya ia sangat dek-dekan namun ia berusaha tenang dan mengendalikan dirinya.
Naylapun memasuki Ruangan dan saat itu juga semua mata memandang kearahnya, samar-samar telinganya mendengar suara bisik-bisik namun apa yang mereka bicarakan ia tak mau ambil pusing.
Jantung Nayla berdetak sangat kencang saat ia duduk disamping Ryan dan tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.
Ryan yang takjub melihat kecantikan Nayla untuk sesaat terpana.
Ia seakan tak percaya jika wanita yang kini duduk disampingnya adalah Nayla.
Mereka pun saling berpandangan hingga akhirnya suara penghulu yang ternyata memperhatikan mereka pun menggodanya.
"Mas Ryan dan Mbak Nayla, pandang-pandangannya nanti aja,ayo ijab qobul dulu".
Ryan pun tersandar dan ia tersenyum.
"Mas Ryan udah siap blom" tanya sang penghulu pada Ryan yang sedang berusaha berdamai dengan hatinya.
"Siap pak" jawab Ryan tegas.
Akhirnya Ijab Qobul pun dimulai dan Alhamdulillah dengan sangat lancar Ryan melapalkannya hingga akhirnya semua berteriak " Sah .."
Nayla dan Ryan pun bernafas lega.
Kemudian acara dilanjutkan dengan berbagai macam wejangan dan terakhir makan bersama setelah semua yang datang mengucapkan selamat.
Memang acara dibatasi hanya sampai pukul 4 sore, Ryan tak ingin Nayla terlalu lelah.
Walaupun acara sudah selesai namun masih saja banyak tamu yang berdatangan.
Selepas Magrib untuk pertama kalinya keluarga Nayla dan keluarga Ryan makan malam bersama.
Suasana terasa begitu hagat,bertolak belakang dengan suasa hati Adit.
Saat ini ia mengurung diri didalam kamarnya, ia sangat menyesal karena kehilangan Nayla.
Ingatannya kembali pada saat pertama kali ia bertemu dengan Nayla
Saat itu tanpa sengaja Nayla menabrak nya dilampu merah.
__ADS_1
Adit tersenyum kecut menertawakan kebodohannya yang telah menyia-nyiakan Nayla.
"Aku emang bodoh Nay, kenapa aku baru sadarnya sekarang saat semua sudah terlanjur" Adit menatap foto Nayla yang masih ia simpan.
"Aku masih sayang kamu Nay" ucap Adit dengan air mata yang mengalir.
Baru kali ini ia merasakan sakitnya kehilangan orang yang ia cintai.
Sementara itu dikediaman Nayla hingga larut malam pun masih ada saja tamu yang datang terutama anak buah Ryan, mereka datang larut malam dengan alasan baru pulang dinas.
Ryan yang tahu jika anak buahnya hanya sedang menjahilinya hanya tersenyum.
"Karena ini hari bahagia saya, saya gak mau marah-marah" ucap Ryan sambil duduk dibangku.
Empo pun datang membawa kan berbagai makanan ringan dan minum.
"Silahkan dinikmati, maaf saya masuk dulu" ucap Empok yang lalu pamit untuk istirahat.
Sementara itu Nayla yang sudah tertidur, kembali terbangun saat mendengar suara tawa yang lumayan kencang.
Ia pun membuka matanya dan keluar, dari balik dinding ia mengintip siapa gerangan yang tertawa kencang tengah malam begini.
"Aihh anak buah Ryan ternyata, mending masuk deh daripada jadi bahan ejekan"pikir Nayla yang langsung kembali' masuk kedalam kamar dan kembali merebahkan diri hendak tidur.
Tok...tok...
Naylapun Kembali membuka matanya dan melihat kearah kaca.
"Siapa sih ganggu aja,baru juga mau tidur lagi" ucap Nayla sambil berjalan menuju kaca.
Sebenarnya ia takut, namun ia sudah bertekad untuk melawan rasa takutnya.
" Aku bukan Nayla yang dulu lagi, yang cengeng dan penakut" batin Nayla meyakinkan dirinya.
Dengan ragu ia memegang hordeng dan hendak menariknya.
"BISMILLAH HIROHMANI ROHIM" Naylapun berdoa dalam hati lalu ia menarik hordeng dan...
Astaghfirullah Al azim
Ucap Nayla saat melihat sosok wanita yang berdiri didepan kaca dengan wajah yang terlihat marah.
"Siapa kamu, kenapa ganggu aku" tanya Nyala.berusaha tidak takut.
"Kamu ingkar Nayla...."
Hukk....huk....
Ucap Sosok itu lalu ia menangis, Nayla mulai ketakutan saat melihat air mata wanita itu yang berubah menjadi darah.
__ADS_1
Ia pun berusaha menutup kembali hordeng namun terasa sangat susah.
"Aku gak kenal kamu, pergi sana" ucap Nayla mulai sedikit takut.
Ryan yang kebetulan ingin ke kamar mandi tanpa sengaja melihat pintu kamar sedikit terbuka.
Ia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat Nayla berdiri berdiri didepan jendela kamar dengan wajah yang ketakutan.
"Sayang kamu kok belum tidur sih" tegur Ryan sambil berjalan mendekati Nayla.
"Udah malem juga ngapain buka hordeng" Ryapun langsung menutup hordeng dengan sangat mudahnya.
"Kok kamu gampang banget nutupnya Yan, kan itu tadi susah buat ditutup" tanya Nayla bingung.
"Apa sih yang susah, ini tuh gampang baget sayang" Ryanpun membuka tutup hordeng dengan sangat mudahnya.
"Akunya aja kali Yan yang kecapean" Naylapun beralasan agar Ryan tak menggodanya.
"Bilang aja kamu nungguin aku kan sayang"
"Maaf ya masih ada tamu,sabar ya sayang" ucap Ryan sambil tersenyum lebar.
Naylpun melebarkan matanya saat mendengar ucap Ryan yang seolah-olah ia sedang mengharapkan sesuatu.
"Gak usah malu kaya gitu sayang" ucap Ryan semakin jadi menggoda Nayla.
"Apa sih Yan, aku mau tidur tau, lagi juga ngapain nungguin kamu" jawab Nayla lalu menarik selimutnya dan menutup seluruh tuhuhnya karena malu.
"Sabar sayang, nanti aku masuk lagi kok, jangan bobo dulu ya" goda Ryan sambil berjalan keluar dan menutup pintu.
Hallo semuanya maaf ya kemarin aku gak bisa up karena ada sedikit masalah.
Maaf juga bab ini lebih sedikit.
Tapi jangan lupa tetep kasih Author
- Like nya
- Rate juga
-Komen harus ya
-Mau kasih Vote atau gif juga boleh kok.
Maaf kalau masih ada typo.
Salam Manisss
Amellajj/Author
__ADS_1