
Hari senen nayla kembali masuk malam ia pun hanya berbaring saja diatas kasur sambil memainkan ponselnya
saat nayla sedang asik berselancar didunia maya matanya terfokus pada suatu berita yang berisi tentang pembunuhan mutilasi.
mulanya ia acuh dan tak perduli hanya sekedar membaca saja namun pas ia membaca kolom komentar ia pun penasaran disitu tertera nama perumahan tempat orang tua nay tinggal dan nama korban mutilasi mirip dengan nama teman smp nayla dulu.
karena nayla penasaran akhirnya ia pun menghubungi mila teman smp nya yang posisi rumahnya dekat dengan korban itu.
tut....
tut...
tut...
terdengar nada tersambung setelah nada kelima barulah terdengar suara seorang wanita dari seberang sana
Mila..."hallo assalammualaikum"
me......" waalaikum salam,ini mila ya"
mila "iya,gw mila,ini siapa ya?"
me "ini gw nayla temen smp loe dulu"
mila "oh nayla haii apa kabar"
me "gw baik mil,oh ya mil gw mau tanya
tadi gw baca di berita ada korban
mutilasi ya alamatnya deket rumah
loe"
mila "oh itu,iya nay loe kenalkan sama
__ADS_1
rendy temen smp kita dulu mantan
gebetan loe nay"
me "ishhh sembarangan loe mil,di tuh
cuma suka gangguin gw doang"
terdengar suara mila tertawa,memang waktu smp dulu selalu aku yang jadi korban kejahilan teman-temanku karena menurut mereka aku yang paling kecil,manja dan lucu.
setelah berbicara lumayan lama dengan mila akhirnya aku pun mengakhiri panggilan.
entah kenapa tiba-tiba aku teringat kenangan waktu smp dulu dengan rendy
pria itu selalu saja menggoda aku kalau aku belum nangis dia belum berhenti menggangguku.
tiba-tiba bulu kudukku berdiri "apa benar potongan tangan itu milik rendy yang belum ketemu" rasa takut kini menghampiriku lagi terbayang jelas dalam ingatanku saat tangan itu menggenggam tanganku dengan posisi berada diatas.
sore pun tiba karena tidak macet akupun sampai di halte tempat menunggu jemputan lebih cepat
entah kenapa kepalaku terasa berat,aku pun menyandarkan kepalaku pada tiang penyangga halte dan memejamkan sejenak mataku,namun saat mataku terpejam aku melihat seseorang berdiri di jembatan dan membuang sesuatu namun aku tak tahu apa yang dibuangnya tapi aku melihat dengan jelas orang yang membuang sesuatu di sungai itu seorang pria.
"ahhh kenapa kepalaku jadi sakit sih" kesalku pada diri sendiri
di tempat kerja aku berusaha menyibukan diri agar lupa dengan apa yang tadi berkecamuk dipikiranku.
malam itu aku sedang membuat laporan di office bulu kuduk ku berdiri,aku pun mengedarkan pandanganku mencari tahu penyebab aku merinding namun mataku tak melihat sesuatu yang aneh,akhirnya aku pun melanjutkan kembali pekerjaanku
baru beberapa ketikan telingaku mendengar ada yang memanggil namaku dan sepertinya aku kenal dengan suara itu.
"nayylaa tolongin gw" suara itu terdengar beberapa kali dan suaranya begitu menyayat terdengar sangat memilukan
aku pun menghentikan pekerjaanku dan berniat kembali ke line namun saat hendak berdiri tiba-tiba pintu office tertutup sendiri dengan kencang seperti dibanting.
rasa takutku pun semakin jadi "ternyata jimat si
__ADS_1
aa gak mempan"monologku
beruntungnya aku sudah registrasi sidik jari jadi aku dapat membuka pintu office dari dalam.
namun saat aku hendak keluar dari pintu seperti ada yang menarik bajuku,aku pun menoleh tapi aku tak melihat apa-apa atau bajuku tidak terjepit apapun " kenapa seperti ada yang narik ya" batinku
"ah bodo deh" aku pun kembali melanjutkan kakiku namun lagi-lagi ada yang menarik bajuku,aku pun kembali melihat kebelakang
dan kali ini aku kembali melihat potongan tangan itu sedang menarik baju bawahku
"aaaaahhhhh toollllongggg ada tangan buntung" teriakku kencang sambil berlari kearah lineku
karena aku berlari terlalu kencang hingga sulit untukku berhenti akhirnya aku pun menabrak papan laporan yang terpasang dimasing-masing line.
Dian dan semua yang melihat kejadian itu pun langsung tertawa massal tanpa aba-aba
"ihhh sial amat sih bukan ditolongin malah diketawain"gerutuku sambil berdiri dan merapihkan kembali papan ketempat semula
"loe ngapain sih nay pake lari maraton segala?"tanya dian masih dengan sisa tertawanya
"berenti gak ketawanya,gw tuh abis digangguin hantu dian makanya gw lari ngibrit"jawabku sambil cemberut karena kesal
"hantu lagi nay?"tanya dian seakan tak percaya
aku pun hanya menganggukan kepala
"kali ini bentuknya apa nay,tante...atau si poci"tanya dian yang semakin kepo
"bukan dua-duanya"jawabku
"lah terus apa?"
"tangan buntung dian"jawabku
"wahh pendatang baru dong nay"ucap dian seakan-akan tak percaya dengan yang aku ucapkan
__ADS_1
"ihhh loe mah,gw serius beneran"
"iya gw percaya"akhirnya dian pun mengalah dan setelah itu aku gak mau berada sendirian aku selalu mencari tempat yang sedikit ramai minimal berdua.