
SELAMAT MEMBACA
Rania yang memang sedang kesal dengan Ardina hanya diam saja saat saudaranya itu bertanya
"Ran dih kok loe diem aja sih,loe ada masalah apa ama gw?"tanya Ardina yang ikutan terbawa emosi.
"Gak ada,gw cuma lagi males aja ngomong sama loe" jawab rania tanpa melihat kearah Ardina.
'Emangnya kenapa kok loe males sama gw"tanya Ardina
"Gw juga gak tau kenapa Ar akhir - akhir ini loe berubah Ar" ucap Rania kesal.
"Bukan gw Ran yang berubah tapi loe, sekarang loe terlalu sibuk sama Fahri jadi lupa sama gw"
"Kan loe juga sibuk disalon Ar,gw juga kesepian setiap gw pulang kalian belum pada dirumah,terus apa gw salah kalau gw jalan sama Fahri sambil nunggu kalian pulang " jawab Rania sambil menumpahkan semua apa yang ia rasakan belakangan ini.
Tanpa sengaja Nayla yang ingin memanggil kedua putrinya untuk makan malam bersama mendengar suara perdebatan mereka.
Karena tidak ingin kedua anak gadisnya bertengkar Naylapun langsung masuk.
"Ada apa ini, apa yang kalian ributkan" tanya Nayla sambil menatap anak gadisnya satu persatu.
"Gak ada apa-apa kok mah" ucap Raniaa berbohong.
"Kalian itu gak biasa bohong,jadi mama bisa bedain saat Kalian jujur atau sedang bohong "ucap Nayla sambil menatap putrinya.
Keduanya pun terdiam tidak ada yang berani berbicara.
"Jadi gak ada yang mau ngomong jujur nih?"tanya Nayla sambil menatap kedua anak gadisnya satu per satu.
"Sebenarnya tidak ada apa-apa kok mah,Rania cuma merasa kesepian aja saat pulang kerja,Ran pikir kan gak ada salahnya kalau Ran jalan sama Fahri sambil menunggu semuanya pulang" ucap Rania menjelaskan.
"Terus apa yang bikin kalian ribut tadi?"tanya Nayla masih dala mode introgasi
"Ran gak tau kalau ternyata Ardina juga ngerasa kesepian sejak Ran tinggal" ucap Rania sambil menunduk merasa bersalah.
"Apa benar begitu Ar" tanya Nayla sambil gantian menatap Ardina.
"Sebenarnya Ardina kesel abis Rania pacaran terus sama Fahri sampe gak ada waktu buat kaya dulu lagi"ucap Ardina jujur.
"Astaghfirullah sayang, kalian itu udah dewasa semua akan mempunyai kehidupan sendiri-sendiri" ucap Nayla menjeda ucapannya.
"Hanya tinggal nunggu waktu aja ssayang, dan kebetulan jodoh Rania datang duluan, nanti juga kalau kalian sudah nikah semua kalian akan ninggalin Mama sama papa" ucap Nayla yang baru menyadari jika kedua putrinya sudah dewasa.
"Apa sekarang kalian mengerti?" tanya Nayla
"Iya mah "jawab Kedua nya secara bersamaan.
"Ya sudah sekarang ayo berjabat tangan,mama gak mau kalau kalian bertengkar ucap Nayla sambil menunggu keduanya bersalam.
Ardina menatap Rania sesaat lalu memeluk saudaranya itu lalu meminta maaf Begitu juga dengan Rania.
Setelah bermaafan mereka pun turun bersama sambil bergandengan tangan
"Ishh lama banget sih,gak tau apa kalau papa udah laper banget "ucap Adit stangaa mengambil satu centong nasi lalu menaruhnya didalam piring.
Setelah berdoa mereka pun makan bersama.
Setelah selesai makan mereka pun langsung duduk bersama diruang santai.
"Rania gimana acara kamu kemarin lihat rumah barunya Fahri"tanya Adit.
"Anu Pah..."jawab Rania sambil tersenyum
"Anu apa sih Ran,kok ngomong gak jelas begitu"ucap Nayla ikut menimpali.
"Rumahnya serem mah, pah"jawab Rania ragu.
"Serem kenapa Ran?"tanya Adit penasaran.
"Wkwkkwk papa sih gak liat oleh-oleh nya , kalo orang lain oleh-oleh nya itu makanan tapi kalo Rania bawnya telor asin"ucap Ardina sambil tertawa.
"Maksudnya apa sih Ar? Mama gak ngerti "tanya Nayla
"Mah,Pah kemarin itu pas Rania pulang jidatnya tuh benjol gede lagi" jawab Rania
"Lah kok bisa sih Sayang, emang kamu ngapain aja disana "tanya Nayla sambil menatap Rania.
Rania pun menceritakan semuanya dari awal ia datang hingga ia terkunci dikamar mandi dan hingga akhirnya terbentur pintu kamar mandi dan benjol yang lumayan besar.
Baru saja Rania selesai bercerita tiba-tiba saja Adit tertawa terbahak bahak.
Naylapun langsung menatap Adit.
"Dih kok kamu malah ketawa sih Pah?"tanya Nayla.
Aditpun berusaha untuk berhenti tertawa.
"Ran kamu itu sama seperti mama kamu,gak ada bedanya malah"ucap Adit sambil tersenyum
"Jangan bilang Kalau kamu gak ingat ya mah" ucap Adit sambil menatap istrinya.
__ADS_1
"Dengerin cerita kamu Papa jadi ingat sama mama kamu, kejadiannya hampir sama,pake nyalahin ayam segala, pulang nya juga sama kaya kamu pake bawa oleh-oleh benjol juga" ucap Adit sambil tersenyum mengingat kejadian Nayla beberapa tahun yang lalu.
"Ish papa kenapa harus diceritain segala sih,mama malu kan tuh diketawain sama anak-anak"ucap Nayla sambil cemberut.
"Mama sama papa rencananya besok mau ke Garut,kalian mau ikut gak"ucap Adit.
"Mau ada acara apa Pah?"tanya Radit.
"Mau lihat saudara mama kamu yang sakit"jawab Adit.
sesekali tertawa
"Ya udah Radit ikut kalo gitu,sekalian mau cari udara segar" ucap Radit.
"Kalau aa ikut Ran sama Ar juga ikut lah" ucap Rania sambil melihat kearah Ardina lalu dibalas dengan anggukan oleh Ardina.
Hari sabtu pun tiba ,pagi - pagi sekali mereka pun sudah rapi dan setelah selesai makan pagi mereka pun segera berangkat karena tidak ingin terkena macet.
Sepanjang perjalanan Rania dan Ardina terus bercanda sambil sesekali tertawa terbahak - bahak.
Sedangkan Radit asik tidur di jok belakang sambil mendengarkan musik ditelinganya.
Melalui kaca spion Nayla tersenyum melihat kedua anak gadisnya sudah akur.
Setelah azan juhur mereka pun sudah memasuki daerah Garut.
Aditpun segera mencari mushola terdekat untuk melakukan sholat Dzuhur sekalian beristirahat sejenak.
Begitu melihat ada mushola kecil Aditpun langsung menepikan mobilnya dan tempatnya pun lumayan teduh.
Mereka pun segera bergantian sholat,dan begitu mereka selesai sholat Radit melihat ada sebuah warung kecil dan mereka pun mampir disana untuk beristirahat sejenak.
Setelah memesan dua gelas kopi dan tiga gelas teh manis serta beberapa gorengan mereka pun duduk sebentar sambil menunggu mesin mobil sedikit dingin.
"Bapak sama ibu abis dari mana?"tanya ibu pemilik warung yang sedikit heran.
""Tadi abis numpang sholat di mushola sana Bu"ucap Nayla sambil menunjuk ke arah "jalan depan.
"Musholla mana Bu,apa namanya?" tanya ibu pemilik warung lagi
"Kalo gak. Salah sih namanya musholla Nurul Iman Bu, gak jauh kok dari jalan utama" ucap Nayla
"Oh itu sih mushola nya udah lama gak ada Bu,udah lama dibongkar karena mau roboh, sekarang musholanya pindah ke sana dan mananya Al-Ikhlas"ucap ibu panjaga warung.
"Astaghfirullah itu mushola ghoib dong namanya" celetuk Rania dan langsung mendapatkan sebuah cubitan kecil dari Ardina.
"Aduhh sakit tau Ar" Rania meringis sambil mengelus tangannya yang terasa panas.
Setelah melewati beberapa tikungan tajam mereka pun tiba.
Setelah bersalaman dengan Nenek dan aku,Rania dan Ardina pun duduk santai diluar sambil menikmati pemandangan yang jarang mereka lihat, didepan rumah ada kolam ikan,lalu hamparan sawah yang hijau dan juga gunung yang tinggi menjulang.
"Wah kayaknya asik nih mancing" ucap Rania yang memang begitu suka memancing.
"Gw sama aa Radit yang mancing,loe yang masak ya Ar "ucap Rania
"Aa ayo kita mancing,aa yang cari cacing nya ya"ucap Rania yang meminta Radit untuk mencari cacing.
Setelah mendapatkan banyak cacing Rania pun meminta Radit untuk memasukkan cacing pada kail .
Radit yang tau jika Rania jijik pada cacing langsung menjahili adiknya itu.
Setelah puas mengerjai Rania merviaa pun mancing bersama.
Rania berteriak bahagia saat kailnya dimakan oleh ikan.
Saat dia sedang asik tiba-tiba saja ia merasa ada yang ikut duduk disebelah nya, ia pun langsung melihat
Aaaaaa
Teriak Rania kencang dan hampir saja terjatuh saat melihat hantu kecil yang biasa mengikutinya tiba-tiba saja ikut duduk disebelahnya.
"Astaghfirullah loe cil hampir aja gw kecebur empang " ucap Rania kesal.
Radit dan yang lainnya tertawa saat melihat Rania sedang memarahi hantu kecilnya.
"Ran...Ran loe tuh ada - ada aja hantu lah loe marahin,lah terus kenapa kemarin di rumah baru Fahri gak loe marahin malah benjol" ucap Radit sambil tertawa lalu disusul oleh Ardina.
"Ketawain aja terus, ya mana berani lah yang disana kan udah gede hantunya,kalo ini kan masih kecil ya berani lah, oh iya Cill kemarin kemana loe bukannya bantuin gw malah gak ada" ucap Rania lalu kembali memarahi hantu kecilnya.
"Udah berisik loe Ran,mana ikannya biar gw masak, udah laper gw" ucap Ardina yang meminta pada Radit untuk membersihkan ikannya.
Saat Ardina sedang menggoreng ikan dan membuat sambal Rania dan Radit sedang asik melihat sesuatu yang menurut mereka janggal.
Mereka asik membicarakan hal itu tanpa mereka sadari Nayla dan Adit mendengar pembicaraan mereka.
"Susah juga kalo punya keluarga yang indigo nya lebih dari satu ya" ucap Adit.
"Susah gimana Dit?"tanya Nayla masih belum mengerti.
"Liat aja kalau orang yang gak tau disangka mereka anak kira kurang warah Mah" ucap Adit menjelaskan.
__ADS_1
"Iya sih Dit?" Ucap Nayla
"Iss jangan manggil Dit kenapa sih yank,masa iya kamu lupa terus sih"protes Adit.
Naylapun menutup mulutnya sambil tertawa.
"Sekali lagi manggil Dit,aku pasti hukum ya,gak perduli didepan anak-anak juga" ancam Adit yang hanya ditanggapi dengan senyum oleh Nayla.
Tanpa kedua orang itu sadari ketiga anak mereka sedang memperhatikan kedua orang tua nya.
Saat keduanya melihat kearah mereka
Ketiga anak itupun langsung memalingkan muka seakan-akan sedang tidak memperhatikan keduanya.
"Mah,Pah ayo kita makan udah mateng nih"ajak Ardina .
Naylapun langsung mengajak paman serta bibinya untuk makan bersama menikmati masakan Ardina.
"Wah sambelnya pedes tapia enak Ar" ucap neneknya.
Ardina hanya tersenyum mendengar pujian dari kakek dan neneknya.
"Ciee yang dipuji" ucap Rania mengejek saudara nya itu.
Setelah selesai makan karena hari sudah sore mereka pun berniat untuk jalan-jalan di kampung itu.
Nyala pun meminta Radit untuk mendampingi kedua adiknya karena Nayla suudah hafal dengan sifat Rania yang terkandang iseng.
Mereka pun berjalan dijalan setapak yang disisi kanan dan kirinya terdapat kolam ikan yang besar.
Saat Rania melihat ada serangkaian bunga yang menurutnya sangat cantik ia pun ingin langsung memetiknya.
Namun saat tangannya hendak memetik bunga itu Radit langsung mencegahnya.
Raniapun menurut dengan apa yang dikatakan oleh Radit.
Lagi-lagi saat melihat bunga yang aneh menurutnya ia pun langsung ingin memetiknya.
"Aa kalo bunga yang ini boleh gak dipetik"tanya Rania sambil menunjuk bunga yang berwarna kuning cerah.
Radit yang tau jika bunga itu mengeluarkan bau yang tidak sedap langsung mempunyai niat untuk kembali menjahili adiknya, ia pun langsung mengiyakan.
Dengan senang hati Rania pun langsung memetik satu tangkai bunga lalu mencium aromanya.
Ueekkkkk
Beberapa saat setelah ia mencium aromanya perut Rania langsung mual ai pun langsung membuang obat itu.
"Loh kok dibuang sih Ran" tanya Radit sambil tertawa.
"Kalian mau jahat kenapa gak bilang sih kalau bunga itu baunya gak enak" ucap Rania kesal.
Ia pun berjalan duluan meninggalkan kedua saudaranya yang sudah menjahilinya
Aditpun langsung bertanya saat melihat wajah Rania yang sedikit cemberut lalu tak lama kemudian saudaranya datang sambil tertawa.
"Kamu kenapa sayang kok abis jalan-jalan malah manyun gitu" tanya Adit.
"Mereka berdua jahilin Ran terus Pah" ucap Rania mengadu.
"Jahilin apa sih?" tanya Adit penasaran.
"Kalian apaain sih anak papa yang cantik sampe gambek begini?" tanya Adit
Raditpun menceritakan apa yang tadi Rania lakukan setelah itu mereka bertiga pun tertawa dan hal itu membuat Rania semakin kesal.
"Ran sayang masa iya sih kamu gak tau kalau iku bunga ta i lotok" tanya Adit
Rania hanya menggelengkan kepalanya tanda ia memang tidak tahu.
"Lagi-lagi kamu seperti mama kamu sayang, dulu juga mama kamu gak tau nama bunga itu" ucap Adit sambil tersenyum mengingat kelakuan Rania yang tidak jauh beda dengan mamanya.
"Ada apa ni kok kayanya nama mama disebut "tanya Nayla sambil keluar dari dalam dan ikut bergabung bersama ketiga anaknya dan juga suaminya.
Radit pun menceritakan apa yang mereka lakukan pada Rania tadi .
Naylapun menahan tawanya ia pun ingat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu saat ia berada di rumah orang tua Adit.
"Udah yuk yang kita masuk aja, biar aja mereka ketawain kita" ajak Nayla pada putrinya.
Rania pun segera menjulurkan lidahnya kearah papa dan juga kedua sahabatnya itu.
Wkwkw
Mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat keduanya.
Rania langsung menutup pintu lalu menguncinya.
Mereka bertiga pun tidak bisa masuk .
"Mah buka pintunya dong,kita mau mandi ni udah sore" teriak Radit.
__ADS_1
Rania pun membuka sedikit hordengnya lalu mengejek ke-tiga nya sambil gantian tertawa.