
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Setelah kejadian Nayla meminta putus kini Adit lebih memperhatikan Nayla hampir tiap hari Adit menjemputnya.
Sore itu seperti biasa Adit sudah menunggu Nayla didepan gerbang,dengan wajah yang cemberut Nayla menghampiri Adit.
"kamu kok cemberut gitu Nay,kenapa?"tanya Adit begitu melihat wajah Nayla yang kusut seperti baju yang belum disetrika.
"kan tadi aku udah bilang gak usah jemput aku mau main sama temen aku"ucap Nayla
Adit akhirnya mengerti kenapa wajah Nayla cemberut.
"emangnya kamu mau kemana sama temen-temen kamu"
"aku mau ke pasar malem"
"ya udah sama aku kan bisa Nay kalo cuma mau kepasar malem"bujuk Adit agar Nayla tidak marah lagi padanya
"bener kamu mau kesana"kini wajah Nayla nampak sedikit berbinar senang karena Adit mau menuruti keinginannya.
Setibanya dipasar malam Nayla namlak begitu senang ia menghampiri satu per satu lapak pedagang hingga pada saat matanya melihat pedagang hewan ia pun menghampirinya.
Matanya tak lepas dari sepasang anak kura-kura hingga akhirnya Adit membeli untuknya dan menurut penjualnya itu sepasang jantan dan betina.
Setelah puas mengelilingi pasar malam akhirnya merekapun pulang.
Saat tiba dikontrakan Nayla terlihat pintunya terbuka menandakan kedua temannya sudah berada dirumah.
Tak menunggu lama Aditpun pamit.Dengan perasaan senang Nayla pun masuk sambil menenteng keranjang kecil yang berisi kura-kura kecil.
"ya ampun Nay buat apa'an sih kura-kura kecil kaya gitu kasian tau kalo gak diurus" ujar Nining
"ini bakal gw pelihara Ning tenang aja" Nayla tersenyum lalu meninggalkan Nining yang masih berdiri didepan pintu
"makin kaya anak kecil aja ya Ning"ucap Fety dan Nining pun menganggukinya.
__ADS_1
Keesokannya harinya kebetulan hari sabtu rencananya nanti sore Nayla akan pulang kerumah orang tuanya dan besok adalah acara lamaran Tia adiknya.
Nayla nampak sedang berjongkok didepan teras kontrakannya dan ia meletakan kandang kura-kura disampingnya.
Ia nampak sibuk menyibak rumput yang tumbuh liar didepan terasnya,Nining dan Fatimah yang dari tadi hanya memperhatikan tingkah Nayla akhirnya bertanya juga
"loe lagi ngapain sih Nay"tanya Nining yang ikut berjongkok disebelah Nayla
"nyari kura-kura gw Ning"jawab Nayla
"Emang kura-kuranya lepas"timpal Fety
"gak,tadi gw keluarin,gw suruh maen,gw tungguin gak balik-balik"ucap Nayla
"lagian dilepas ya ilang lah Nay,kan itu kecil warnanya ijo lagi"ucap Nining ikutan meyibak rumput
"gw pikir kaya ayam Ning kalo dilepas tar juga balik lagi"jawab Nayla entah polos atau otaknya sedikit geser.
Fety menepuk jidatnya mendengar ucapan Nayla
Entah kenapa sudah beberapa hari ini Nining dan Fety melihat ada yang berbeda dengan Nayla kadang tingkahnya seperti anak kecil kadang juga seperti orang dewasa.
Sorenya Nayla pulang kerumah orang tuanya.Sebetulnya ia malas untuk pulang belum lagi harus mendengarkan omongan orang.
"Nay kamu iklaskan kalau Tia duluan yang nikah"tanya sang mama
"iya mah Nayla iklas,kok kayanya mama gak percaya banget sih sama Nay"
"mama sih sebenernya masih berat Nay,mama maunya kamu duluan yang nikah,mama takut kalau mama gak bisa liat kamu nikah" ucap mama dengan nada sedikit sedih
"mama jangan bilang gitu dong,mama bakal sehat terus kok dan bisa liat Nay nikah,malah bisa gendong cucu dari Nay" entahlah Nayla merasa ucapan mamanya seakan mengisaratkan sesuatu.
"mah Nay mau makan tapi suapin ya"pinta Nayla seperti biasa jika mama Nayla masak ikan maka Nayla akan selalu minta disuapin oleh sang mama karena ia takut ketulangan jika harus makan sendiri.
Dengan telaten mama Nayla meyuapi Nayla
__ADS_1
"haduhhh Nay kumaha maneh mau nikah kalo makan aja masih disupin"tiba-tiba mama Neneng masuk diikuti Susi yang tertawa melihatku
"gimana mau nikah trus punya anak,loe makan aja masih ama emak loe,jangan-jangan loe tidur masih dikelonin ya ama emak loe Nay"ejek Susi namun tak aku hiraukan.
Malam itu mama Neneng dan Susi memang sengaja datang untuk membantu membersihkan sayuran dan membuat pepes ikan tulang lunak yang akan disajikan esok saat acara lamaran Tia.
"Senyum atuh Nay,naha cemberut terus"mama Neneng terus saja menggoda Nayla
Nayla yang memang tak mau ambil pusing tak membalas ucapan mama Neneng dan Susi ia asik tiduran dipaha sang mama yang sedang membersihkan daun
tiba-tiba Nayla merasakan udara disekitarnya begitu panas dan dia juga melihat sekelebatan bayangan silih berganti seakan rumahnya adalah jalanan.
Sang mama juga sedikit bingung dengan tingkah Nayla yang terkadang seperti anak kecil merengek minta dibuatkan susu bahkan hingga beberapa kali nambah.
"eh..loe abis nyangkul masa minum susu udah abis empat gelas masih minta lagi"ucap Susi bingung apalagi susu yang terakhir dibuat dengan air panas semuanya namun Nayla meminumnya seakan tak merasakan kepanasan sama sekali.
Akhirnya mama Nayla menghubungi a'Iwan dan tak lama kemudian si aa pun sampai dirumah Nayla.
"Tia udah ke makam Abah sama Nini belom"tanya aa saat melihat Nayla
"belom a"jawab Tia
"ini mah leluhurnya marah mau bikin acara gak minta restu sok we jadi ke si Nyi Iteung kenanya"ucap aa dengan logat sunda
"Trus ini si Nayla kumaha aa,obatin atuh buruan"pinta sang mama yang khawatir dengan Nayla
Tak lama kemudian aa pun mengobati Nayla
"ini anak dari kuburan mana kok ketempelan sampe lama gini"tanya aa yang melihat ada sosok anak kecil yang selalu memgikuti Nayla makanya terkadang ulahnya seperti anak kecil dan ternyata yang meminta susu itu anak kecil yang mengikuti Nayla.
Setelah berhasil mengobati Nayla si aa membersihkan rumah Nayla dari segala hal yang tak kasat mata termasuk mengusir penunggu pohon mangga yang sering mengganggu Nayla
Haii para reader terima kasih sudah mampir mohon maaf jika masih banyak typo.
autor juga mohon dukungannya dengan memberikan like,vote,rate dan juga kritsarnya author tunggu
__ADS_1
salam.maniss
Amellajj/author