TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 118


__ADS_3

\=\=\= Selamat Mambaca \=\=\=


Tanpa terasa 9 hari sudah Mama Nayla dirawat di ruang ICU dan Nayla juga nampak sudah dapat menerima kenyataan.


Namun ia sediki bingung setiap malam ia pasti melihat seorang anak kecil sedang berdiri disamping tempat tidur Mamanya.


"Malam suster"sapa Nayla ramah pada dua orang suster yang sedang bertugas.


"malam Nay,baru nyampe"jawab salah satu suster yang sudah mengenal Nayla


"iya sus,tadi macet di rel"jawab Nayla sambil menghampiri Mamanya dan mencium tangan sang Mama yang kebetulan sedang terjaga.


"Gimana kabar Mama,udah baikan"sapa Nayla lembut pada Mamanya


"Ma--ma,sehat kok Nay"


"kamu baru sampe"lanjutnya dan Nayla hanya tersenyum


"Makan sana Nay tadi Mama udah masakin soto ayam,ajak tuh susternya sekalian"ucap Mama ngelantur


"gimana mau masak sih mah,bangun aja gak bisa" batin Nayla sedih namun sekuat tenaga ia berusaha agar Mamanya tidak melihat kesedihannya.


Nayla melihat kearah suster merekapun mengangguk bertanda Nayla harus mengiyakan saja apapun yang Mamanya bilang.


Lagi-lagi mata Nayla melihat sosok anak kecil yang berdiri disamping tempat tidur mamanya


"kamu siapa?kenapa disini terus"tanya Nayla pada sosok kecil itu


Bukannya menjawab anak kecil itu hanya tersenyum pada Nayla.


Kedua suster itu melihat heran kearah Nayla


Seakan tahu yang ada dalam pikiran kedua suster itu


"gak apa-apa sus,dia gak jahat kok"ucap Nayla sambil berdiri dan hendak keluar karena Mamanya kini terlelap.

__ADS_1


Diruang perawatan Nayla duduk diatas sofa sambil melamun.


Papa Nayla belum sampai mungkin karena jalanan memang sangat macet.


Nayla pun menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.


Istirahatnya terganggu saat matanya melihat pintu kulkas mini yang terdapat tak jauh dari tempatnya duduk terbuka sendiri.


Ia berusaha menahan rasa takutnya,ia pun membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang ia hapal.


Pintu kulkas itu seperti dipermainkan, terbuka tak lama kemudian tertutup kembali sampai beberapa kali.


Karena tak kuat akhirnya Naylapun segera keluar dari ruangan itu dan duduk didepan ruangan yang memang terdapat bangku.


"Papa cepetan nyampe dong,Nay takut"ucap Nayla pelan sambil meremas tangannya


"Sendirian Nak?"sapa seorang wanita paruh baya yang Nayla tahu penghuni kamar sebelahnya.


"iya bu"jawab Nayla sedikit senang akhirnya ia ada teman


"Assalammualaikum" salam Papa


"wa'alaikum salam"jawab mereka bersamaan


"kamu udah makan Nay?"


"belum pah,Nay masih kenyang"


"kamu jangan males makan Nay,liat badan kamu udah kecil makin kecil aja"ucap Papa


"iya deh nanti Nay makan"akhirnya Naylapun menyerah dan ia mengambil bungkusan yang dibawa Papanya.


"mau ibu temenin Nak?"tanya Ibu itu ramah


Nayla tersenyum sedikit bahagia ia pun menganggukinya.

__ADS_1


Papa Nayla menarik nafas lega akhirnya Nayla mau makan juga.


Ditemani Ibu Netty,Nayla melahap nasi padangnya walaupun tidak habis.


"kamu boleh menganggap ibu kaya ibu kamu Nak,Ibu malah seneng jadi kaya punya anak perempuan"ucap Ibu Netty lembut


Nayla menghentikan kunyahannya saat mendengar ucapan Ibu Netty,ia terharu hingga tanpa sadar ia memeluk Ibu Netty dengan erat.


Ia rindu dipeluk Mamanya


Ia rindu mendengar omelan Mamanya


Ia rindu mendengar suara cempreng Mamanya


hingga tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja.


"Tadi siang adik kamu kesini dan cerita sama Ibu,katanya kamu itu manja sama Mama ya"


Nayla mengiyakan ucapan Ibu Netty


"kamu boleh kok nganggap Ibu kaya Mama kamu,kalo kamu males makan Ibu mau kok nyuapin kamu"ucapan Ibu Netty membuat air mata Nayla mengalir tambah deras.


Ia bahagia ternyata orang yang baru saja ia kenal beberapa hari ternyata sayang pada dirinya juga.


Sementara itu Papa yang memperhatikan keduanya dari dekat pintu ikut menangis,ia tidak tahu bagaimana dengan Nayla jika benar harus menghadapi keadaan terburuk seperti apa yang dokter katakan dan banyak orang katakan juga "kalo pembuluh darah di otak pecah,jarang ada yang bertahan" kata-kata itu selalu terngiang ditelinga Papa Nayla


Ia pun masuk kedalam ruangan dan mengahapus air matanya lalu berwudhu,


Ia tak ingin Nayla melihatnya menangis


Saat ini ia hanya bisa berdoa meninta pada Allah agar Istrinya diberikan yang terbaik.


Haii Reader Maaf ya aku up nya sedikit,tapi biar cuma sedikit tetep dong kasih tanda jempolnya buat aku sebagai penyemangat ok


salam maniss

__ADS_1


Amellajj/Author


__ADS_2