
🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹
Sepanjang jalan Nayla nampak sedang memikirkan rencana untuk melarikan diri dari Anto.
Saat ia sedang merenung ia melihat dari spion ada sebuah mobil sedang mengikuti mereka.
Nayla tersenyum senang saat menyadari jika mobil yang dibelakang mereka adalah mobil Adit.
"Akhirnya..kamu datang juga A"
Anto langsung melihat sekilas spionnya.
"Sial" Anto memukul stir mobilnya karena kesal, ia pun menambah laju kecepatan mobilnya.
"Antoo berenti gakk" teriak Nayla
"Diamm Nay" bentak Anto
Beruntungnya tangan Nayla di ikat kedepan bukan kebelakang hingga tanpa sadar Nayla langsung menarik paksa stir mobil hingga mobil melaju dengan tak terkendali.
Dimobil belakang Adit nampak cemas saat melihat mobil Anto berjalan zig zag.
"Nayla..kamu ngapain sihh yang, itu bahaya" desah Adit yang berusaha mendekatkan mobilnya dengan mobil Anto.
Sementara itu Anto mempertahankan stir mobilnya yang ditarik Nayla.
"Nayla..diam" bentak Anto
"Gakk mau..., berennti gakk" teriak Nayla tak mau kalah.
Anto yang tersulut emosi akhirnya mendorong Nayla dengan cukup keras hingga Naylapun terhempas kesudut pintu.
Nayla yang memang tak punya pilihan akhirnyapun diam sambil berdoa dalam hati agar Adit dapat menolongnya.
Entah karena apa tiba-tiba tangan Nayla kembali merebut stir mobil dan berhasil membuat mobil yang Anto tumpangi menabrak sebuah pohon yang ada ditepi jalan.
Braaakkk
Kerasnya benturan mengakibatkan bagian depan mobil yang Anto tumpangi rusak parah.
Dengan susah payah Anto keluar dari kabin pengemudi ingin menolong Nayla yang kini tak sadarkan diri.
Namun saat ia ingin mengeluarkan Nayla mobil yang Adit tumpangipun sampai.
Adit yang melihat mobil Anto menabrak pohon langsung keluar begitu mobil berhenti.
Ia pun langsung menghajar Anto tanpa ampun hingga Dedi datang melerainya.
"Dit..udah loe tolongin bini loe dulu tuh, biar Anto urusan gw" ujar Dedi
Adit berusaha mengeluarkan Nayla yang kakinya terhimpit bagian depan mobil yang ringsek.
"Nay..Nay bangun Nay" Adit menepuk- nepuk pipi Nayla namun gadis itu tak juga membuka matanya.
"Sayang bangun ..." Adi langsung mengendong Nayla menjauh dari mobil yang kini mengeluarkan asap di bagian depannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian polisi pun datang dan langsung menangkap Anto yang sudah babak belur dihajar Adit.
Lilis menangis saat melihat Nayla yang tak sadarkan diri dengan luka lebam dibagian wajah akibat benturan.
Merekapun langsung membawa Nayla kerumah sakit.
"Nay..Nayla bangun sayang..." Adit mengelus pipi Nayla.
"Nay..maafin aku yang selalu gak bisa jagain kamu" Air mata Aditpun mengalir begitu saja.
Ia merutuki dirinya sendiri yang begitu lemah hingga tak mampu untuk melindungi istrinya sendiri.
Begitu tiba dirumah sakit Nayla langsung dibawa ke UGD untuk segera mendapatkan pertolongan.
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Naylapun sadar.
Adit yang sudah diberitahu tentang kondisi Nayla nampak sedih.
Tulang kering kaki Nayla mengalami keretakan hingga untuk beberapa saat ia tidak bisa berjalan.
Nayla yang terbangun merasakan kakinya tak bisa digerakan.
"Aditt kok kamu nangis sihh" ujar Nayla saat melihat ada buliran bening di pipi suaminya.
"Aku gak nangis sayang, aku cuma bahagia akhirnya kamu sadar juga" ucap Adit berbohong.
"Aditt kok kaki kiri aku kaku ya" ujar Nayla sambil berusaha untuk duduk.
"Kamu mau ngapain yang"
"Aku mau duduk"
Nayla berteriak histeris begitu melihat kaki kirinya yang sudah di gif
"Sayang..sabar..gak apa-apa" Adit berusaha menenangkan Nayla
" Kaki aku kenapa Dit.." tanya Nayla masih sedikit shok
"Gak apa-apa yang cuma sedikit geser nanti juga sembuh" jawab Adit sedikit berbohong
"kamu gak bohongkan Dit?" tanya Nayla tak percaya
"Gak sayang..aku gak bohong" jawab adit menyakinkan.
Nayla masih tak yakin dengan apa yang Adit ucapkan, ia merasa kakinya bukan hanya sedikit geser tapi mungkin lebih parah dari itu.
"*Seandainya aku gak bisa jalan lagi gimana?"
" Aku gak mau cacat...."
"Aku gak mau lumpuhh*...."
Aku gak mauuu..hu....
"Aditt....aku gak mau lumpuhh" teriak Nayla sambil menangiss sambil melempar apa saja yang ada didekatnya
__ADS_1
"Akuu gak mau jadi cacat Dit...gak mau..."
Adit berusaha menenangkan Nayla, ia mendekap istrinya itu erat.
"Ya ampun sayang percaya sama aku Nay, kita akan cari cara biar kamu bisa cepet sembuh sayang" berkali-kali Adit mengecup kelapa Nayla ia mendekap Nayla yang masih menangis hingga kaos yang Adit pakaipun basah.
"Kamu tenang ya Nay...kamu pasti sembuh" ucap Adit sambil mengelus kepala Nayla.
Mungkin karena terlalu lelah menangis akhirnya Naylapun terlelap dalam dekapan Adit.
Dengan sangat hati-hati Adit merebahkan Nayla di kasur.
Seminggu sudah akhirnya Nayla sudah di ijinkan pulang.
Kini wajah Nayla selalu murung terkadang ia suka mengamuk apa saja yang ada didekatnya ia lempar tak jarang juga ia menangiss namun jika ditanya apa yang membuatnya menangis ia hanya diam tak menjawab.
Kini adit harus lebih hati-hati jika berbicara dengan Nayla.
Nayla yang sekarang jadi lebih sensitif ia akan marah atau menangis jika ada yang salah bicara atau dengan nada yang sedikit kencang.
Sementara itu Anto yang kini berada dalam sel nampak berubah, ia jadi lebih pendiam bahkan saat para tahanan lain membulynya ia tak membalas.
Masih terekam dengan jelas saat kecelakan itu terjadi yang terus berputar-putar dalam ingatannya saat Nayla tak sadarkan diri dengan kaki terhimpit bagian depan mobil.
"Nayla maafin aku Nay, harusnya aku saja yang terluka" Anto duduk disalah satu sudut ruangan sambil menarik kasar rambutnya.
"Ahhhhh Naylaaa maafinn akuu Nay" tiba-tiba Anto berteriak hingga mengganggu napi lainnya.
Beberapa orang yang merasa terusik dengan teriakan Anto langsung menghadiahinya bogem mentah hingga wajahnya babak belur.
Anto yang biasanya melawan kini ia pasrah saja saat para tahanan itu mengeroyoknya hingga perkelahian itu pun berakhir dengan Anto yang luka parah.
Saat dalam perawatan di klinik Anto berhasil menghilang kembali.
Beberapa polisi datang menemui Adit untuk meminta keterangan soal peristiwa yang membuat Nayla kembali celaka dan memberitahuka prihal Anto yang kembali berhasil kabur dari pengawasan pihak berwajib.
Kini Adit jadi lebih waspada apa lagi kondisi Nayla yang belum bisa berjalan.
Sementara Anto yang berhasil kabur kini bersembunyi di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari rumah Adit.
Anto yang merasa bersalah pada Nayla akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dirumah kosong itu dan mayatnya baru diketemukan sehari setelah ia gantung diri.
Lilis yang kebetulan melihat saat evakuasi langsung menceritakan apa yang ia lihat pada Adit.
Aditpun bisa bernafas lega karena Anto yang selama ini mengganggu istrinya telah tiada.
Namun disisi lain ia khawatir dengan kondisi Nayla yang semakin hari semakin drop bahkan ia tak mau makan hingga dengan susah payah Adit membujuknya.
Hallo udah dulu ya up nya buat hari ini
maaf kalo cuma sedikit
kondisi aku masih belom fit
maaf juga buat author yang lain aku slow respon tapi aku pasti mampir kok.
__ADS_1
Salam maniss
Amellajj/authorr