
Haii para reader pecinta kisah yang berbau mistis terima kasih sudah mampir dikaryaku author mohon maaf sebelumnya jika masih banyak typo.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan juga kritsarnya sebagai penyemangat buat Author
Happy Reading All
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Butuh waktu yang lumayan lama buat Nayla untuk kembali seperti semula,berkat kesabaran a'Iwan dan niat Nayla alhamdulillah pengaruh pelet dari Doni mulai memudar ia pun tak begitu ingat terus dengan sosok pria yang menyebalkan itu.
Selama itu juga ia tak pernah bertemu dengan Adit terkadang Nayla ingat dengan kekasihnya itu namun terkadang ia juga lupa.
"Nay hari jum'atkan tanggal merah tuh maen yuk ke villa gw didaerah cikampak"ajak pok Ripha,sejenak aku memikirkan boleh juga ajakan si pok Ripha itung-itung refreshing
"udah gak usah kebanyakan mikir napa"pok Ripha nampak tak sabaran untuk mendengar jawabanku
"iya...madam Ripha gw ikut"jawabku
"yeee akhirnya sipawang hantu ikut juga"teriak pok Ripha saking senangnya aku ikut
aku sedikit kesal saat madam Ripha menyebutku pawang hantu.
Sebangian anak-anak line aku memanggil madam Ripha dengan sebutan "pok" tapi aku berbeda sendiri lebih suka memanggilnya dengan sebutan madam karena penampilannya yang sedikit menor.
"kita naek umum aja biar seru ya Nay,kan enak tuh naek turun,siapa tau ketemu jodoh"Ucap madam menggodaku
__ADS_1
"idihhh nyindir nya kena banget sih madam"jawabku sambil memajukan mulutku
"jangan merasa Nay"madam tersenyum lalu pergi menuju office.
Seperti biasa aku pun pergi tanpa pamit dengan mama.
Kami janjian di stasiun,begitu semua sudah kumpul aku pun sedikit kanget ternyata yang ikut lumayan banyak,tadinya aku pikir hanya berempat ternyata lebih.
Setelah menunggu tidak lama akhirnya kami pun naik kereta dan turun di stasiun manggarai menunggu kereta yang kearah Bogor.
Aku merasa tak nyaman dengan sepatu yang kupakai,alangkah terkejutnya aku saat aku melihat kebawah ternyata sepatu yang aku pakai sedikit terbuka dibagian bawahnya.
"mana mungkin ada tukang sol disini" pikirku
"Nay ayo naek" teriakan madam membuyarkan lamunanku,aku pun segera masuk kedalam kereta sebelum pintu tertutup sambil berdoa "semoga gak copot dijalan"
"mau kemana mbak?"sapa seorang cowo disebelahku
"mau ke Bogor"jawabku singkat
"sama,saya juga mau kesana" ucap sang cowo sambil tersenyum
karena aku malas berhadapan dengan mahluk bergender cowo akhirnya aku pun mengacuhkannya.
"cie...dapet jodoh beneran ni kayanya" madam Ripha yang duduk dengan nyaman menggodaku
__ADS_1
aku pun hanya membalasnya dengan senyuman yang sedikit dipaksa.
Setelah hampir satu jam setengah akhirnya kamipun sampai di Villa madam Ripha.
Begitu berada didalam kamar yang memang berada dilantai 2 aku pun langsung membuka jendela selebar-lebarnya menikmati udara sore kota Bogor yang sejuk.
"kayanya bakar ikan enak nih madam" ucapku sambil menunjuk kearah kolam ikan yang berada tepat dibawahku.
"sono nyerok sendiri Nay kalo mau"
"idihhh masa tamu disuruh masak sendiri" madam Ripha hanya tersenyum kearahku
"Nay loe yakin milih kamar yang ini?"tiba-tiba madam Ripha berbisik ditelingaku
"emang kenapa madam?"tanyaku mulai penasaran
"ya....ya gimana ya gw bilangnya,tapi gw rasa loe mah udah biasa deh ama yang begituan" ucapnya ambigu sambil menggaruk kepalanya yang memang betulan gatal atau hanya sekedar akting.
"begituan?"beoku tak mengerti
"ye... ilah ni kamar ada penunggunya Nay,tapi kan loe berani ya, gw rasa sih gak masalah"jelasnya,aku pun hanya terpaku seakan tak percaya karena memang aku tak melihat apa-apa sejak aku memasuki kamar itu.
Madam Ripha pun keluar dari kamar yang aku pilih entah dia mau kemana lagi.
"Masa sih ada penunggunya" batinku tak percaya mataku pun berputar melihat setiap sisi kamar yang memang aku merasa begitu sejuk dan entah kenapa juga saat madam bilang boleh memilih kamar yang disuka aku sudah tertarik dengan kamar ini.
__ADS_1
Aku pun merebahkan tubuhku yang begitu pegal.
"Ahhhh enaknya..."ucapku sambil berguling-guling diatas kasur yang terasa begitu sejuk hingga tanpa terasa mataku begitu berat ingin segera tertidur.