
🌹🌹🌹 Selamat Membaca 🌹🌹🌹
Semenjak kedatangan pria yang bernama Rian,salon Damra jadi sedikit lebih ramai apa lagi setelah jam 7 malam pria itu akan datang bersama beberapa temannya dengan alasan mengantar temannya yang hendak potong rambut.
Adit sedikit curiga kenapa salon tempat kekasihnya bekerja selalu ramai pada saat malam hari.
Adit yang baru saja pulang kerja langsung masuk kedalam salon dan alangkah terkejutnya ia karena di sana ada 4 orang pria yang menunggu giliran.
Mata Adit tertuju pada Rian,bukan tanpa alasan ia menatap Rian.
"kok cowo ini tiap hari ya kesini,jangan-jangan dia suka lagi ama Naylaku" batin Adit yang melihat kearah Rian sekilas lalu menghampiri Nayla.
"Yang kamu udah makan belum?"tanya Adit dengan suara sedikit lebih keras agar Rian mendengarnya.
"Belum.."jawab Nayla sambil pokus pada rambut pria yang sedang ia potong
"Kamu mau makan apa biar aku beliin beib"
"Tar aja Dit,kalo beli sekarang nanti dingin gak enak tanggung nih"jawab Nayla
Adit tak ingin memberikan kesempatan pada pria itu.
Ia menunggu hingga Nayla selesai.
Ada nampak tidak suka tersirat di wajah Rian saat melihat Nayla begitu dekat dengan Adit.
Setelah selesai membayar merekapun langsung keluar dari salon.
"Yang kamu tuh jangan deket-deket ama tuh cowo ya,kayanya dia suka ama kamu"ucap Adit sambil menggigit satu tusuk sate yang ia beli.
" jangan cemburu gitu napa Dit,dia itu kesini bawa temennya buat potong rambut"jawab Nayla sambil membuka mulutnya karena Adit menyuapinya.
"yahhh gw jadi obat nyamuk"ucap Damra yang langsung membuat Nayla dan Adit melihat kearahnya secara bersamaan.
"Maaf ya Ra" Nayla cengegesan melihat wajah Damra yang pura-pura cemberut sambil memakan satenya.
"gw gak ada yang nyuapinnnn huaaa iri nih "ucap Damra sambil akting menangis.
"Sayang kenapa sih kamu tuh selalu di kerubutin ama laler, aku tuh jadi cowo kamu gak boleh meleng dikit" ucap Adit
"Apa? dikerubutin laler? ihh jahat amat sih emang aku kotoran apa dikerubutin laler" protes Nayla tak terima dengan perumpama'an yang dibuat Adit.
"Ha.. ha ...ha" Damra dan Adit tertawa bersama'an
"Maaf beib bukan maksud aku bilang begitu,haduhh gimana ya ngomongnya...." Adit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jam 10 salon pun tutup, Adit mengantar Nayla pulang.
Tanpa mereka sadari ada sebuah motor yang mengikuti mereka.
"Jadi rumah kamu disini " gumam pria yang mengikuti mereka sampai dirumah Nayla.
Nayla langsung masuk kedalam setelah mengunci pagar rumahnya.
Ia langsung membersihkan diri dan memakai baju tidur tanpa lengan dengan celana selutut.
Ia mendekap sebuah boneka yang memang selalu ada ditempat tidurnya.
__ADS_1
Pletak...
Tiba-tiba ada yang menimpuk kaca jendela kamarnya.
Nayla pun mengabaikannya karena sudah terbiasa dengan hal itu.
Pletak.....
suara itu kembali terdengar
karena penasaran ia pun menghampiri jendela kamarnya dan melihat ada sebuah batu yang dibungkus dengan kertas.
Ia pun mengambil kertas itu dan membukanya
"Selamat Malam Sayang
Selamat Istirahat dan Mimpi Indah"
"Ih...ini kerjaan siapa sih,apa Adit ya?" Nayla nampak berpikir sejenak lalu ia pun masuk dan kembali menutup jendela kamarnya lagi dan menarik hordengnya.
Nayla mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Adit.
"Ihh Adit ngapain sih pake ngirim surat pake batu segala,kalau kaca jendela aku pecah gimana" pesanpun terkirim.
Tak lama kemudian Aditpun membalas
"Ya ampun beib apa sih maksudnya aku gak ngerti" balasan dari Adit
Naylapun memfoto kertas dan tulisan itu lalu mengirimnya pada Adit.
"Ya ampun yang itu surat kaleng namanya,kapan surat itu ada" tanya Adit masih melalui pesan WA
" 💆 jangan bercanda sayang aku lagi seriusssss"
"Iya maaf, barusan Dit ada yang nimpuk kaca kamar aku" balas Nayla
"Ya udah sekarang kamu istirahat ya,besok kita bahas lagi"
Akhirnya Nayla pun kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur dan dengan cepat ia terlelap.
Keesokan paginya Nayla terbangun kerena suara telpnya yang berbunyi.
Namun saat ia hendak mengangkat telponnya sambungan tiba-tiba terputus.
"isshh siapa sih pagi-pagi udah iseng"gerutu Nayla sambil mengucek-ngucek matanya
Lalu tak lama kemudian sebuah pesan dari nomor tak dikenal pun masuk
"Selamat Pagi Sayang"
"Bodo ah..."maki Nayla pada ponselnya.
Dengan malas Naylapun turun dan mencari keberadaan Empok.
"kemana sih pagi-pagi dah ngilang aja si Empok"
Naylapun kembali merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu sambil menunggu Empok dateng.
__ADS_1
Hari itu seperti biasa dijalani oleh Nayla siang sampai sore salon tidak begitu ramai,namun selepas ba'da Isya Rian kembali datang dengan teman yang berbeda.
Kali ini Rian meminta Damra yang melayani teman-temannya sedangkan Nayla diminta menemaninya ngobrol.
"Mas Rian emang gak kerja ya,rajin amat sih tiap hari kesini nganterin temennya"tanya Nayla
"Kerjakan siang Nay,hari gini sih udah pulang"jawabnya sambil menatap kearah Nayla
" Bentar ya Mas aku kesebelah dulu"pamit Nayla pada pria yang duduk disebelahnya
"Mau kemana"tanya Rian sambil menarik tangan Nayla yang hendak meninggalkannya.
Saat Rian menarik tangan Nayla kebetulan dengan pintu salon yang terbuka dan ternyata Adit yang masuk.
Adit nampak tidak suka melihat tangan Rian yang menyentuh tangan Nayla.
"Yang...sini sebentar"panggil Adit berusaha biasa saja (padahal dalam hati nya ada yang terbakar tuh)
Naylapun mengampiri Adit yang langsung menariknya keluar dan membawanya ketempat Fitnessnya.
"Ihh kamu tuh yang ngapain sih mau dipegang ama dia"Adit mulai meluapkan emosinya
"Dia yang tadi narik tangan aku Dit,aku tuh tadinya mau keluar mau beli cimol"Nayla berusaha menjelaskan.
"Kamu gak usah kerja lagi deh Yang,mending kamu dirumah aja jadi aku gak khawatir kamu di gangguin orang" ucap Adit mulai posesif
"Gak ahhh aku tuh bt kalo dirumah diem aja Dit"tolak Nayla
"Ya udah kalo gitu ayo kita nikah jadikan kamu ada kegiatan tuh ngurus rumah" ucap Adit yang ujung-ujungnya ngajakin nikah buru-buru.
Karena tak enak dengan Damra yang sendirian di salon Nayla pun kembali namun Adit mengikutinya.
"Udah kelar ya Ra,maaf ya tadi gw tinggal"ucap Nayla yang merasa bersalah
"Ra..gw minta ijin ya Nayla gak masuk 4 hari soalnya mau gw ajak pulkam" ucap Adit yang tiba--tiba.
Nayla menoleh kearah Adit
"Dihhh emang kapan kamu bilang mau pulkam,kalo mau pulkam sendiri aja ah aku gak mau ikut"tolak Nayla
"Aku gak bisa ninggalin kamu disini sendirian yang" jawab Adit sambil melirik kearah Rian yang sedang mendengarkan percakapan mereka.
"Gak pake tapi-tapian Nay,pokoknya sabtu pagi aku jemput kamu" ucap Adit sambil duduk dibangku salon.
Akhirnya Naylapun pasrah ikut dengan Adit untuk pulkam.
**Haii semua terima kasih masih setia di kisah Nayla dan Adit.
Maaf kalau masih banyak typo soalnya kepala authornya masih cenat cenut kaya lagu smash.
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya caranya tab tanda :
Like,Vote,Rate dan juga kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
💖💖💖
__ADS_1
Amellajj/authorr**