
Selamat Membaca
Hari Sabtu pun tiba,Nayla sudah bersiap-siap hendak berangkat ke kota G.
Ia juga mengajak Damra dan Empok.
Sambil menunggu Aa Iwan datang mereka duduk santai di ruang tamu sambil bercengkrama dengan Radit.
Ryan yang masih sibuk sendiri mengecek mobil dari mulai mesin hingga ban tak ada satupun yang terlewat olehnya.
"A' Iwan emang mau dateng jam berapa Nay?" tanya Damra sambil menggendong Radit.
"Kemarin sih bilangnya pagi tapi tadi dia telpon katanya lagi ada perlu dulu sebentar" jawab Nayla.
Jam 11 siang Aa akhirnya tiba.
"Maaf ya semua tadi ada perlu mendadak "ucap Aa merasa tak enak pada Ryan dan Damra.
"Gak apa-apa Aa, tanggung mau Dhuzur nanti aja berangkatnya abis makan siang trus sholat dulu" saran Ryan.
"Siap komandan itu lebih bagus" Jawab Aa sambil bercanda.
Setelah makan siang akhirnya mereka pun berangkat menuju kota G.
Setelah hampir tiga jam perjalanan akhirnya mereka pun berhenti disebuah rumah makan sekalian beristirahat sambil sholat Ashar.
Nayla yang sedang menggendong baby Radit nampak sedang asik menikmati pemandangan disekitarnya hamparan sawah dengan latar belakang pegunungan dan hawa yang sejuk.
Tiba-tiba ia ingat kembali saat berada di kapung halaman Adit, tanpa ia sadari air matanya mengalir saat potongan-potongan kenangan masa lalu kembali melintas dalam ingatannya.
Ia menatap wajah Radit yang tertidur dalam gendongannya.
"Sayang kenapa wajah kamu begitu mirip dengan ayahmu?" ucap Nayla pelan sambil mengelus pipi Radit yang sedikit gembul.
"Adit andai saja aku bisa semudah itu ngelupain kamu pasti hati aku sudah aku buka buat orang lain"
"Tapi ternyata sulit memulai kembali, aku masih takut"
"Semoga ibu bisa membesarkan kamu dengan baik walaupun tanpa ayah ya nak"ucap Nayla pada putranya yang tertidur.
Tanpa Nayla sadari Ryan sudah berdiri. dibelakangnya dan mendengarkan semua keluh kesahnya.
"Ternyata kamu belum sepenuhnya menerima aku Nay" batin Ryan sedih.
Ehemmm
"Kamu gak makan sayang" sapa Ryan yang berpura-pura tidak mendengar semua ucapan Nayla.
"Ehh kamu aja duluan Yan, aku masih mau disini enak anginnya adem" ucap Nayla.
"Gak ah kita maka bareng aja" Ryan pun duduk disamping Nayla dan melihat Radit yang tetidur pulas.
"Kamu gak pegel sayang, sini aku aja yang gendong Radit" pinta Ryan.
"Gak usah Yan, tar malah bangun" tolah Nayla halus.
Tiba-tiba Nayla merasa hawa yang tidak enak mendekatinya.
__ADS_1
Semua bulu halus di tangan dan tengkuknya berdiri.
Jantung Nayla berdetak sangat cepat semua tangannya terasa sangat dingin.
Ryan yang melihat perubahan pada wajah Nayla langsung bertanya "Kamu kenapa sayang"
"Kalau cape sini aku gendong aja Raditnya" tangan Ryan yang ingin menggendong Radit langsung ditepis oleh Nayla saat Nayla melihat ada sosok hitam yang berdiri dibelakang Ryan.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Ryan semakin bingung.
"Jangan ganggu anak aku sana pergi" usir Nayla pada sosok hitam yang berdiri dibelakang Ryan.
Ryan yang memang tidak bisa melihat mahluk Astral merasa sedikit tersinggung oleh ucapan Nayla.
"Maksudnya apa Nay?" tanya Ryan kesal.
Nayla yang menyadari jika ia salah ucap langsung meminta maaf pada Ryan dan menjelaskan apa yang ia lihat.
Perasaan Ryanpun bisa kembali tenang, ia mengajak Nayla ke saung tempat AA Iwan dan yang lain menunggu sambil makan.
"Aishhh pacaran Mulu ni" ejek Damra saat melihat Nayla dan Ryan datang.
"Kalau orang pacaran mah gak akan terasa lapar Ra" timpal si Aa ikut menggoda Ryan dan Nayla.
"Biarin Weeee" sahut Nayla sambil menjulurkan lidah nya mengejek Damra.
"Sini Raditnya sama Empok aja biar Nay makan dulu" Empok langsung menggambil Radit yang masih tertidur dari gendongan Nayla.
Sekilas Nayla melihat tatapan aneh dari AA yang memang tau jika ada mahluk yang megikutinya.
"Dari mana tadi Nay?" tanya si AA sambil mengeluarkan sebatang rokok.
Mulut Aa nampak membaca sesuatu lalu membakar rokok yang ia pegang tanpa menghisapnya.
"Lain kali kalo ketempat yang baru mesti permisi dulu ya Nay" Aa menasehati Nayla.
Nayla hanya mengangguk bertanda "iya".
Setelah selesai makan dan beristirahat mereka pun melanjutkan perjalan menuju kota G.
Radit yang di gendong dengan Empo tiba-tiba saja menangis.
Awalnya Nayla mengira Radit haus, dengan sigap ia pun segera membuatkan susu buat Radit.
Setelah di buatkan susu Radit tak juga mau diam hingga akhirnya Aa melihat sosok hitam tadi mengikuti Radit dan berada tepat di samping Radit.
Entah kenapa Nayla tidak merasakan apa-apa tentang kehadiran sosok yang tak diundang itu.
AA pun menggendong Radit dan tak lama kemudian Raditpun diam.
"Udah biar Aa aja yang gendong Nay" pinta AA.
"Kenapa Aa?" tanya Nayla bingung.
"Gak apa-apa di Radit lagi mau digendong sama orang ganteng aja" ucap Aa bercanda.
Akhirnya merekapun memasuki kota G namun karena rumah Abah berada di pinggir kota maka mereka masih harus menempuh perjalan kurang lebih satu jam lamanya.
__ADS_1
Haripuj beranjak gelap saat mobil yang mereka tumpangi melewati hutan bambu.
Saat mereka lewat tiba-tiba saja angin berhembus lumayan kencang hingga menimbulkan suara antar bambu yang saling beradu dan suara itu membuat Nayla merinding.
Raditpun yang tadinya diam tiba-tiba saja menangis namun tak ada air mata yang keluar.
Sesaat kemudian Mobilpun berbenti.
Ryan berusaha menstarterkan mobilnya namun tak bisa.
"Lah kok gak mau nyala ya Aa,tadi dah aku cek semuanya ok" ucap Ryan sambil terus berusaha menghidupkan mesin mobilnya.
"Jangan panik Yan, ini tuh ucapan selamat datang dari penjaga sini" ucap Aa dengan tenang nya.
"Oh iya dulu juga kan sama ya Aa" ucap Nyala yang tiba-tiba ingat kejadian bebrapa tahun silam saat ia dan keluarganya pertama kali ke daerah itu.
Entah apa yang Aa Iwan lakukan ia seperti sedang berkelahi dengan sosok yang tak kasat mata, dan anehnya lagi Nayla tidak dapat melihatnya.
Setelah hampir setengah jam lamanya mereka berhenti di hutan bambu itu akhirnya mobil Ryan pun dapat krmbali menyala.
Nayla menatap Aa dari samping
"Aa kayanya cape ya?"
"Tadi abis berantem ya Aa?" tanya Nayla penasaran.
"Gak Nay cuma olah raga batin aja sebentar" jawab Aa sambil tersenyum.
Akhirnya mereka pun tiba di rumah Abah.
Abah berdiri didepan rumahnya menyambut kedatangan mereka.
"Assalamualaikum" sapa Aa lalu mencium tangan Abah lalu di ikuti oleh Nayla dan yang lainnya.
"Kok lama amat nyampenya Wan?" tanya Abah.
"Tadi ada masalah dikit Bah, lagi juga tadi kita berangkat siang dari sana" jawab Aa.
Merekapun langsung masuk kedalam rumah.
Setelah beristirahat sebentar Naylapun langsung membersihkan dirinya lalu berganti pakaian.
Setelah makan malam Nayla dan yang lainnya segera beristirahat.
Sedangkan Ryan Aa dan Abah nampak sedang asik ngobrol diruang tamu.
Haii aku baru up lagi.
Terima kasih buat para Reader yang sudah setia mendukung karya aku.
Buat para author mohon maaf kalau aku slow respon tapi aku pasti mampir kok.
Jangan lupa ya tetap kasih dukung dan semangat buat Author caranya:
Like, Rate, Komen dan juga kalau ada yang mau kasih vote atau gif boleh banget.
Salam Manisss
__ADS_1
Amell ajj/Authort