
Sabtu sore aku pun kembali kerumah mama berhubung senen aku perdana masuk malam aku pun berniat untuk kerumah a'iwan hanya sekedar bercerita tentang ketakutanku pada saat masuk malam nanti.
jangankan masuk malam yang nantinya hanya ada 2 line saat masuk pagi saja aku banyak mengalami hal-hal yang aneh pikirku
"mah...besok anterin Nay kerumah si aa ya"pintaku pada mama
"ada apa?kok mau kesana?udah wa blom kalau besok mau kesana?"tanya mama beruntun
"ishhh nanyanya kok borongan sih mah"
"nay udah wa si aa kemaren,katanya dateng aja kalo mau ketemu mah"jawabku sambil memakan cemilan diatas meja
mama tak menjawab ia hanya menganggukan kepala.
Hari minggu siang dengan diantar mama aku pun kerumah aa dengan membawa buah tangan kue bolu tape made in mama
"assalammualaikum" ucapku setengah berteriak memberi salam
"waalaikum salam"jawab seorang pria dari dalam rumah yang tak lain adalah a'iwan
dengan senyum manis khasnya dia pun membukakan pintu pagarnya.
"aya naon nyi iteung,tumben mau ketemu aa,kangen yah"ucap a'iwan menggodaku
"iya a, kangen pengen denger suara aa"timpalku membalas godaan a'iwan
"tuh kan kalo udah berdua suka lupa kalo disini ada mama"ucap mama yang merasa diacuhkan
"ih..sok ambekan kitu si ece mah"balas a'iwan dengan bahasa sundanya
aku pun mulai bercerita pada aa soal kejadian seminggu kemarin yang aku alami hampir tiap hari ada saja yang mistisnya.
a'iwan hanya tersenyum mendengar penjelasanku
Hari senen pun tiba berhubung masuk malam jadi aku masih sedikit santai soalnya jemputan tiba jam 6 sore dititik penjemputan yang biasa aku naik.
__ADS_1
sore hari nya aku sudah bersiap-siap membawa bekal makanan,tidak lupa kopi dan peralatan buat cuci muka dan gosok gigi.
"nay yang kemarin dari aa udah dipake?"tanya mama mengingatkan
"sudah mah,ini" jawabku sambil mengeluarkan kalung yang terbuat dari kayu cendana dan katanya sih sudah diisi,aku juga tak mengerti dengan maksud kata isi
"mah emangnya ni kalung ada isinya ya?"tanyaku penasaran
"iya kata si aa itu buat jagain kamu nanti"jelas mama makin aku tak mengerti
"emang ini yang namanya jimat mah"tanyaku polos karena memang aku tak mengerti
"udah sih tinggal make aja pake nanya melulu kaya wartawan aja" jawab mama mulai kesal karena aku bertanya terus
"idiiih gitu aja marah,cepet tua loh mah kalo marah-marah terus" ucapku sambil terus menggoda mama ku
"upss kan emang mama udah tua ya"lanjutku sambil menutup mulutku dan tertawa melihat wajah mamaku yang mulai kesal
tiba-tiba saja tangan mama sudah menempel ditelingaku dan menariknya keatas
"awwww mama sakit tar aku jadi caplang kaya gajah gimana" teriakku sambil masih bercanda
setelah berpamitan pada mama aku pun berangkat dan betul saja tak lama kemudian jemputanku tiba.
Tiba ditempatku bekerja hanya baru satu jemputan yang tiba suasana loker masih sepi aku pun buru-buru ganti seragam dan langsung naik keruang produksi.
sambil menunggu jam masuk aku pun duduk direst area sambil memainkan ponselku.
15 menit sebelum masuk aku pun ke line untuk bertukar informasi dari line yang masuk pagi. begitu bel berbunyi seperti biasa diadakan brifing lalu kembali ke posisi masing-masing untuk melakukan persiapan sebelum line berjalan.
aku pun menuju matrial untuk mempersiapkan barang-barang yang akan jalan selanjutnya.
entah ada orang yang iseng mengerjai aku atau memang sesuatu yang ghaib lagi yang menjahiliku ketika aku mau keluar pintu matrial yang terbuat dari besi layaknya disel atau penjara terkunci/digembok dari luar sedangkan untuk membukanya harus mengambil kuncinya di office
"toooolllllong...."
__ADS_1
"toooolllllooooong...dong ada yang denger gak" teriakku dari dalam berharap ada yang lewat dan mendengar teriakanku
setelah menunggu lumayan lama aku baru ingat kalo aku bawa hp kenapa gak nelpon dian aja ya
"uh....dasar pikunnn"rutukku pada diri sendiri
aku pun segera mencari no dian dan melakukan panggilan
saat sedang menunggu diangkat tiba-tiba kipas angin diruangan itu menyala sendiri dan aku pun terkejut seketika itu juga kaki ku lemas
entahlah aku juga tidak bisa membedakan antara terkejut atau takut tapi yang aku tau saat ini ingin rasanya aku menangis karena kakiku gemetaran dan kringat dingin bercucuran.
beruntung saat itu dian menelponku balik begitu ponselku berbunyi tanpa menunggu lama aku pun segera menjawabnya
"ada apa nay"tanya seseorang dari seberang sana
"cepet ke matrial gw dikunciin nih gak pake lama bisa mati berdiri ni" jawabku cepat masih dengan lutut yang bergetar karena takut
tak lama kemudian Dian datang dan membuka gebok nampak ia menahan senyum
begitu pintu terbuka aku pun segera keluar dan menarik tangan Dian agar segera menjauh dari tempat itu
begitu tiba di line dianpun bertanya kenapa aku bisa sampai terkurung digudang
aku pun menceritakan semuanya ia pun cuma tersenyum menanggapi ucapanku lalu dengan santainya ia berkata
"itu salam kenal kali nay"
aku pun tersenyum kecut mendengar candaan dian yang terasa garing.
lalu aku ingat dengan kalung yang aa berikan lalu aku pun mengeluarkannya dan
"kok gak mempan yah tetap aja aku dijahilin" ucapku pada diri sendiri
aku pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan mencoba menenangkan diri sendiri.
__ADS_1
"baru juga hari pertama dan belum juga malem banget udah dikerjain ama begituan" ucapku mengasihani diri sendiri
aku pun kembali ke line dan berpura-pura tak terjadi apa pun