TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 161


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca\=\=\=


Nayla duduk termenung dipinggir jendela kamarnya,ia menatap tanah yang basah setelah diguyur hujan.


"kenapa belakangan ini aku sial terus ya,aku ingin hidupku kaya dulu gak ada hantu yang gangguin aku, gak bisa liat mereka walaupun mereka ada,gak kaya sekarang sebentar-bentar liat hantu oh....nasibku" batin Nayla sambil memainkan sisa-sisa air hujan yang menempal didaun.


Nayla keluar dari kamarnya dan menuju dapur,udara dingin seperti ini enaknya minum Kopi susu dan makan mie instan.


Setelah selesai membuat mie ia pun kembali kekamarnya.


Setelah menikmati mie nya Naylapun menyetel musik sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Drreeetttt


ponsel Nayla yang ada disampingnya bergetar menandakan adanya pesan masuk melalui wa.


Dengan malas Naylapun melihat pesan yang dikirim oleh Adit.


"Temenin aku ke mall ya yang" Adit


"Mau ngapain" balas Nayla


"Mau cari sesuatu" balas Adit


Akhirnya dengan malas Naylapun segera bersiap karena Adit akan segera menjemputnya.


Seperti biasa Nayla hanya memakai kaos dan celana jean serta sepatu kets,ia pun segera keluar dan menunggu diteras depan.


"Mau kemana kamu Nay?"tanya Papanya


"Mau nemenin Adit ke Mall Pak"jawab Nayla tanpa melihat ke arah papanya.


"Ajaklah ibu mu sekalian biar dia tau namanya mall"pinta sang Papa


Dengan berat hati Naylapun meng iyakan.


Tak berapa lama kemudian Aditpun tiba,Nayla meminta Adit untuk menunggu sebentar karena Ibu tirinya hendak ikut.


Merekapun pergi menggunakan mobil papa Nayla.


Setibanya di Mall Asnidar nampak takjub melihat barang-barang yang dijual.


Merekapun memasuki salah satu departemen store terkemuka.


"Ibu mau beli apa?beli aja tar aku yang bayarin"ucap Nayla pada sang ibu


Adit tersenyum senang ternyata kini Nayla sudah mulai bisa menerima kehadiran Ibu tirinya.


Mereka tidak tahu saja tadi sebelum berangkat Nayla meminta uang kepada Papanya.


Asnidar nampak bingung melihat harga-harga yang tertera di baju yang ia pilih.


"kenapa disini baju ini mahal-mahal ya Nay"tanya Asnidar pada Nayla


"kalau Ibu mau ambil aja jangan liat harganya,nanti Nay yang bayar"balas Nayla


"Tapi ini mahal kali Nay,dikampung baju macam ni tak sampai nya segini harganya paling cuma seratus ribuan"ucap Asnidar dengan logat Bataknya yang kental dan nada yang lumayan kencang


Nayla sebetulnya malu karena banyak orang yang melirik kearah ia dan Ibu tirinya namun ia tahan.


"Udah deh Bu cepet mau yang mana"ucap Nayla mulai kesal


Adit hanya tersenyum mendengarkan percakapan antara Nayla dan Asnidar.


Setelah membeli satu setel pakaian merekapun keluar dan kebetulan disana ada panggung yang kosong,mungkin nanti akan ada acara entahlah Nayla tak mau ambil pusing.


Merekapun duduk dipinggiran panggung sambil melepas lelah.


"Aku beli minum dulu ya yang,kamu mau apa"tanya Adit


"Es krim tapi yang cup gede"jawab Nayla


Aditpun segera beranjak dan menuju salah satu gerai es crime.


Tak lama kemudian ia datang membawa satu cup es crim rasa coklat dan 3 gelas besar mocafloat,ia memberikan satu gelas minuman pada Asnidar.


Nayla asik menikmati es crimnya


"Bagi dong yang aaaa"ucap Adit sambil membuka mulutnya lebar


Naylapun memasukan satu sendok es kedalam mulut Adit


"Minuman apa ini Nak Adit kenapa banyak semutnya gigit dilidahku"ucap si Ibu tiba-tiba


uppssss


Adit dan Naylapun langsung tertawa mendengar ucapan Asnidar

__ADS_1


"itu bukan semut bu tapi soda jadi begitu rasanya"ucap Adit


Asnidar pun langsung terdiam lalu ia kembali menyedot minuman minuman yang ia pegang


Saat Nayla dan Adit sedang asik ngobrol,Asnidar sibuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"OMG dia bawa nasi dari rumah"batin Nayla


Dengan santainya Asnidar menuangkan sayur dan lauk pauknya kedalam rantang yang sudah terisi nasi.


"Nay...Adit ayo makan,ibu sudah tak tahan ingin makan"ucap si Ibu tanpa malu-malu langsung melahap bekal yang ia bawa.


Adit tertawa yang melihat Nayla menepuk jidatnya.


"kamu kenapa sayang"tanya Adit yang pura-pura tidak tau kalau Nayla malu


"Pake nanya sih,pulang yuk"ajak Nayla


"Tar dulu dong yang kan aku belom jadi beli tasnya"


"oh..iya,ya udah ayo kita beli tasnya abis itu pulang"Naylapun langsung berdiri begitupun Adit dan Asnidar.


Akhirnya merekapun selesai membeli tas yang Adit maksud.


Saat Adit dan Nayla sedang asik memilih kaos couple tiba-tiba seorang wanita menepuk bahu Adit


"Haii Dit,lagi borong ya"sapa wanita itu


"Eh..kamu,ama siapa Na"tanya Adit pada wanita yang Nayla tak tau siapa.


"Sebentar Dit aku mau ngomong"ucap wanita itu langsung menarik tangan Adit menjauh dari Nayla.


Dek...


Tiba-tiba Nayla merasa ada sesuatu yang janggal antara Adit dan wanita itu.


Nayla melihat mereka seperti berdebat namun entah apa yang mereka bicarakan hanya mereka dan Allah yang tau.


Nayla sepertinya tidak asing dengan wajah wanita itu namun dimana dan kapan ia pernah melihatnya ia lupa.


Setelah hampir 20 menit akhirnya Aditpun menghampiri Nayla


"Maaf yang tadi itu Ina temen kerja aku,katanya ada sedikit masalah di pabrik"ucap Adit menjelaskan sebelum Nayla bertanya.


Nayla mengerutkan keningnya,entah kenapa ia merasa kalau saat ini Adit sedang berbohong padanya.


"Kamu kenapa Dit?"akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Nayla


"Gak apa-apa yang,aku pulang dulu ya,abis ini kamu langsung istirahat ya"ucap Adit yang langsung menaiki motornya perlahan motor Adit pun menjauh dari rumah Nayla.


"Dia kenapa ya?" tanya Nayla bingung karena biasanya Adit betah berlama-lama dirumahnya namun kali ini ia nampak tergesa-gesa.


Tak mau berpikiran buruk tentang tunangannya akhirnya ia pun memilih tak mau ambil pusing tentang kejadian tadi.


Waktu terus bergulir tak terasa sudah hari sabtu lagi.


Seminggu kemarin Adit tak main kerumah Nayla mereka hanya berkomunikasi lewat wa begitu juga dengan hari ini biasanya jika Nayla libur mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Adit bilang pada Nayla kalau hari ini ia lembur dan Naylapun percaya saja.


Hari ini Nayla ada rencana bertemu dengan Elis dan Susi untuk membahas rencana reunian SD dirumah Pak Khotib guru SD mereka.


Setelah semuanya fiks mereka pun pulang.Saat di angkot Nayla seperti kenal dengan motor yang berada disampingnya.


Alangkah terkejutnya Nayla ternyata benar duga'annya itu Adit bersama dengan wanita yang waktu itu ia temui di Mall.


Ada perasaan kesal di hati Nayla "kenapa Adit berbohong padanya".


Setibanya dirumah Nayla langsung masuk kedalam kamarnya,ingatannya kembali pada saat ia melihat Adit yang berboncengan motor dengan wanita lain.


"kenapa hati gw sakit ya liat mereka"Nayla bermonolog sendiri sambil meremas dadanya yang terasa sesak


"Apa ini yang namanya cemburu"tanya Nayla pada diri sendiri


"Ah...gak ini bukan cemburu,gw nya aja yang baperan"ucap Nayla berbicara sendiri


Ia pun mencoba menenangkan dirinya sendiri


Ia pun mengambil ponselnya dan mengirim chat pada Adit" kamu lagi dimana Dit?"


Tak lama kemudian Aditpun membalas"Aku masih di PT Yang,maaf ya kamu malmingnya sendiri dulu"


"Apa di PT??trus tadi yang gw liat siapa dong"ucap Nayla pada ponselnya.


Karena kesal ia pun melempar asal ponselnya.


Hari terus berganti tanpa terasa seminggu sudah berlalu lagi tanpa kehadiran Adit.

__ADS_1


Lembur...lembur dan lembur itulah alasan Adit pada Nayla.


"Si tar melem kerumah Elis yuk ngasil anggaran yang udah gw bikin" pesanpun terkirim pada Susi padahal rumah mereka hanya bersebrangan saja


"Ehh P.A ngapain pake wa biasanya juga loe teriak"balas Susi


"Irit suara"balas Nayla


"Ya udah abis magrib aja ya,tar gw tanya dulu alamat barunya kan dia pindah lagi" balas Susi


"ok"


Jam 7 malam mereka pun langsung menuju rumah Elis sesuai dengan alamat yang Susi dapat dari temannya.


"Yakin loe disini alamatnya"tanya Nayla menyakinkan


"Iya Nay blok AA 1 no 3 tuh"Susipun menunjukan ponselnya pada Nayla


Nayla melihat beberapa rumah kedepan ternyata Motor Adit terparkir diluar


Yah..benar ternyata rumah baru Elis hanya beda 2 rumah dengan rumah Adit.


"Katanya lembur kok ada dirumah"batin Nayla


"Woii ayo masuk" Susi menarik tangan Nayla


Nayla pun mengikuti Susi masuk dan merekapun mulai membahas Anggaran yang Nayla buat.


Untuk sesaat Nayla lupa tentang Adit mereka bercanda dan tertawa saat mengingat waktu mereka SD dulu.


Waktu sudah menunjukan jam 9 malam Susi dan Naylapun pamit pulang,namun sialnya saat mereka keluar Adit juga keluar dari rumahnya dan tak lama kemudian seorang wanitapun keluar dari rumah Adit.


Mata Nayla membulat seakan tak percaya dengan yang ia lihat.


"Kok Adit bilangnya lembur sih,trus tuh cewe siapanya sih"batin Nayla


Susi yang melihat Nayla melamun sambil menatap kedepan berusaha ikut melihat kearah yang Nayla lihat juga.


"Loh itukan cowo loe Nay"celetuk Susi


"Ihhh berisik loe"


"Samperin Nay loe tanya tuh cewe siapa"ucap Susi mempropokatori Nayla


"Ngapain maen labrak mending langsung putusin kan beres"jawab Nayla sedikit kesal


Naylapun langsung bersembunyi dibalik pohon belimbing yang ada didepan rumah Elis


"Eh. P.A loe ngumpet disitu ya keliatan lah gedean juga badan loe ama tuh batang pohon" ucap Susi dengan suara sedikit kencang


Adit yang mendengar ucapan Susi langsung melihat kearah asal suara.


Nayla yang panik sedikit mundur agar tak terlihat oleh Adit namun sialnya malah kakinya terpeleset dan tercebur got.


"Ahhhh bau banget got nya"teriak Nayla yang merasa geli dengan lumpur hitam yang menempel dikakinya


Suai dan Elis tertawa terpingkal-pingkal melihat Nayla yang kegelian.


"Ihhh bukannya nolongin malah pada ngetawain sih"protes Nayla


uuweekkk


Nayla menahan rasa mual akibat bau got


"cepetan ambilin air napa Lis ama sabun ihhh"teriak Nayla sambil memencet hidungnya karena bau


Adit yang seperti mendengar suara Nayla mencoba menajamkan penglihatannya dan alangkah terkejutnya ia saat Naylalah yang sedang berteriak kebauan.


Haii semua Author mohon maaf karena masih banyak typo.


Terima kasih buat kalian yang masih terus mendukung author.


Dukungan kalian penyemangat buat author


jangan lupa tekan tanda :


-Like


- Vote


- Rate dan juga


- Kritsarnya author tunggu


Salam Maniss


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2