
Haii Reader terima kasih sudah mampir keceritaku mohon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran janga lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like,rate,vote n kritsarnya sebagai dukungan buat author
Happy reading all
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ketika matahari mulai naik barulah terlihat dengan jelas semua imbas dari kekacauan yang terjadi tadi malam,tenda yang sudah tak berbentuk dengan robek dimana-mana, gelas piring,panci yang berhamburan dimana-mana.
"wahhh kaya kapal pecah ya"ucap Ali sambil menguap dan sedikit meregangkan otot-ototnya
tak lama kemudian Badre,Dogol dan yang lain pun ikut terbangun.
"widiiih ada angin ****** beliung ya tadi malem"ucap Badre dengan mata yang masih kadang tertutup kadang dipaksa terbuka.
"udah sana pada cuci muka kalo gak mandi terus kita lanjutin keatas" teriak Nayla
semenit kemudian mereka masih pada ditempat semula Nayla masih diam memperhatikan mereka satu persatu
Dua menit kemudian masih sama tak ada satupun yang bergerak mereka duduk namun dengan mata yang terpejam
tiga menit....
empat menit... Nayla mengambil panci yang berada tak jauh darinya lalu mengambil sebatang ranting yang cukup besar.
Dimenit kelima
prang....
prang....
ia pun mulai memukul-mukul pantat panci dengan ranting yang tadi ia ambil hingga menimbulkan suara yang lumayan bising.
"aduh Nay berisik tau"protes Dogol sambil menutup telinganya dengan tangan.
"pada mau melek gak,apa mau denger yang lebih kenceng lagi"ancam Nayla sudah bersiap untuk memukul kembali panci yang ada ditangannya.
"ihhhh udah berenti,iya kita udah pada melek ni" ucap Badre yang dengan terpaksa berdiri agar tidak mengantuk lagi.
Adit hanya tersenyum melihat kelakuan Nayla
"Kemarin waktu kemping sama temen aku kamu gak kaya gini Nay"
__ADS_1
"ya gak beranilah Dit,kan baru kenal"jawab Nayla
"ehhh preman pasar ditas gw ada bolu keluarin gih buat sarapan"perintah Dogol sambil menunjuk kerilnya
"dengan senang hati mr.Dogol gw bakal ngacak-ngacak tas loe"jawab Nayla dengan senyuman yang sedikit mencurigakan.
Satu persatu Nayla mengeluarkan isi tas Dogol sampai akhirnya ia menemukan bungkusan yang dicarinya
"ni bolunya"ucap Nayla sambil.menyodorkan kotak putih yang berisi bolu.
"ehhh beresin lagi tas gw Nay"
"g...a....k...mau"tolak Nayla sambil memalingkan wajahnya
"ishhh loe ya,untung ada cowo loe,kalo gak ada ....."ucap Dogol sambil membejak kardus bekas kue bolu
Nayla hanya tersenyum melihat aksi Dogol
Setelah merapikan kembali semuanya mereka pun melanjutkan perjalan menuju kawah tangkuban perahu.
Setelah berjalan hampir dua jam lamanya merekapun beristirahat sejenak disebuah warung yang memang ada disana.
memang sepanjang jalan dari Jaya Giri menuju Kawah Tangkuban Perahu ada beberapa penjual jagung bakar dan warung kecil yang menjajakan makanan dan minuman.
"wah kita udah mau sampe"teriak Ali kegirangan
"merekapun terus berjalan"
Nayla yang nampak bingung kenapa tidak sampai -sampai padahal tadi Nayla dan yang lain yakin kalau sudah hampir sampai.
"ehhh berenti dulu dong"pinta Nayla lalu mengeluatkan botol air minum dan meneguknya.
"kok gak nyampe-nyampe sih Dre,kayanya udah deket tadi"ucap Nayla
"iya" jawab yang lain hampir bersamaan
"ehh tunggu,kayanya kita udah tiga kali deh lewat pohon ini"ucap Kudil sambil memegang sebuah pohon besar
"loe tau dari mana Dil kalo kita udah lewat sini berkali-kali"tanya Dogol penasaran
"itu....gw liat batu itu pas lewat,pertama lewat kaki gw kesandung tuh batu"jelasnya
__ADS_1
"berarti kita kena setan keder ni,kita harus cari cara biar bisa keluar dari sini"jelas Badre mulai serius
Adit nampak berpikir sangat serius nampak dari raut wajahnya
akhirnya merekapun melanjutkan kembali perjalanannya tetapi kali ini mereka memberi tanda dengan mematahkan ranting setiap beberapa meter sebagai tanda kalau mereka sudah melewati jalan ini.
"ya kita beneran kena setan keder,kan tadi kita udah lewat sini tuh liat tandanya"tunjuk Badre pada ranting yang sengaja dipatahkan.
merekapun kembali beristirahat banyak dari mereka nampak putus asa.
"gimana nih masa kita gak bisa keluar dari sini"keluh Nayla
Adit menepuk pundam Nayla "gak boleh putus asa Nay"
Nayla hanya mengangguk saat mereka sedang istirahat entah kenapa Nayla tertarik melihat sebuah bunga ia pun mendekat,namun saat ia semakin dekat dengan bunga itu tiba-tiba ada seorang kakek yang melarangnya untuk mendekat Nayla pun menuruti ucapan sang kakek.
"kenapa neng kayanya lagi ada masalah"tanya sang kakek ramah
"iya kek,kami mau ke kawah tapi malah nyasar disini aja gak nyampe-nyampe"curhat Nayla pada sang kakek yang baru ditemuinya
"oh....ya udah neng ikutin kakek aja"saran sang kakek lalu Nayla tersenyum
"sebentar ya kek,Nay panggil temen-temen Nay dulu"ucap Nayla senang,sang kakek hanya tersenyum sambil mengangguk
Dengan riang Nayla berlari kearah teman-temannya
"ehh ayo cepet siap-siap ada yang mau nolong kita"ucap Nayla semangat
Adit yang memang tahu soal Kelebihan Nayla hanya mengikuti apa yang gadis itu katakan
Ali,Badre,Dogol dan yang lain hanya saling tatap tak mengerti
"udah cepet ayo,mau keluar gak dari sini"Nayla mulai tak sabar kerena Dogol cs sedikit ragu dengan apa yang dikatakan oleh Nayla.
"udahlah guys ikutin aja omongan dia saat kaya gini sih"ucap Adit membela kekasihnya
Akhirnya merekapun berjalan mengikuti Nayla yang dibimbing oleh kakek yang hanya Nayla saja yang dapat melihatnya.
Tak lama kemudian merekapun sampai diparkiran Tangkuban Perahu
Namun saat Nayla ingin mengucapkan terima kasih sang kakek sudah tidak ada.
__ADS_1
"terima kasih kek sudah membantu kami"ucap Nayla pelan.