
Selamat Membaca
Setelah hampir dua bulan lamanya Nayla dirawat dirumah pak Ahmad akhirnya besok ia sudah boleh pulang dan melanjutkan pengobatan seminggu sekali.
Sore itu Nayla sedang menikmati pemandangan danau dari rumah Pak Ahmad yang memang berada diatas.
"Kenapa berada disini aku tenang ya?"
"padahal disini ada banyak mahluk yang nyeremin tapi aku juga gak takut" batin Nayla sambil menatap pemandangan sekitar rumah Pak Ahmad yang terlihat begitu Indah.
"Hallo kucing lucu, aku tau kamu bukan kucing biasa, kamu baik jadi aku gak takut sama kamu" ucap Nayla sambil mengangkat kucing putih itu hingga sebatas wajahnya.
"kamu lucu bangett sihh, kamu mau ikut aku pulang" Nayla berbicara pada kucing putih itu.
Entahlah kucing putih itu seperti mengerti dengan apa yang Nayla bicarakan ia terus menggesek-gesekan tubuhnya pada kaki Nayla.
"Pus jangan gitu aku geli" Nayla langsung menunduk dan kembali menggendong kucing seperti menggendong bayi.
Naylapun duduk sambil mengelus-elus bulu kucing yang sangat lembut itu.
"Dicariin malah disini si Yang" Adit langsung duduk disebelah Nayla dan tanpa bilang permisi ia langsung mengambil kucing yang Nayla pangku.
"Ehh meong, disini itu jatah aku, kamu disini aja" Adit langsung meletakan kucing itu diatas dadanya dan ia sendiri dengan begitu santainya langsung merebahkan dirinya diatas bangku panjang yang terbuat dari bambu dengan paha Nayla yang menjadi bantalnya.
"Ahh...bisa tidur lagi aku yang kalo gini" Aditpun memejamkan matanya dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi membuat Adit tak dapat menahan rasa kantuknya.
"Adit..kalo kamu sampe tidur beneran aku jatohin ni.." ancam Nayla
Karena Adit memang tertidur ia pun tak mendengar apa yang Nayla ucapkan.
"Adit...adit...iss bangun dong" Nayla terus mengguncang-guncang tubuh Adit hingga akhirnya ia pun membuka matanya.
"Apa sih sayang, aku tuh baru aja mau lesss pulesss" Akhirnya Aditpun duduk
"Ihh kamu mah bukannya nemenin aku ngobrol malah asik sendiri sih tidur" protes Nayla
" Iya maaf deh yang"
cupp
Adit mencium sekilas pipi Nayla dan langsung mendapat hadiah sebuah pukulan yang lumayan keras di bahu Adit.
"Aduhhh..."
"Nay..kamu mah galak amat sih sama suami" Adit mengelus bahunya yang tadi dipukul oleh Nayla.
"he..he maaf Dit" Nayla tersenyum seperti tak merasa bersalah.
Setelah puas menikmati suasana sore di luar merekapun kembali ke kamar.
Lilis nampak sedang merapikan barang-barang mereka.
Lilis langsung menolak ketika Nayla ingin membantunya.
Selepas sholat isya Pak Ahmad memangil Nayla dan Adit.
Malam ini Pak Ahmad akan kembali mengurut kaki Nayla.
Nayla dan Aditpun masuk kedalam ruangan yang biasa dipakai untuk mengurut.
Nayla sedikit bingung saat melihat ada jahe parut dan beberapa minyak yang dipakai untuk mengurut kakinya.
__ADS_1
"Sini Nay...kayanya kamu takut ya.." Pak Ahmad tersenyum sambil menunjuk kearah depannya agar Nayla segera duduk.
Tanpa banyak membantah Naylapun duduk lalu meluruskan kakinya.
"Gak apa-apa Nay.." ucap Pak Ahmad yang seakan tau apa yang sedang Nayla pikirkan.
"Besok..kalau udah dirumah kamu harus sering-sering jalan ya Nay, pelan-pelan aja biar semua urat-urat yang kaku bisa lemes lagi" ucap Pak Ahmad sambil membalurkan minyak yang biasa dia pakai untuk mengurut kaki Nayla
" Aaaaww...sakit pak" ucap Nayla saat tangan Pak Ahmad mulai sedikit mengurut kakinya
"Tahan sayang..." bisik Adit saat melihat keringat mulai mengalir dipelipis Nayla
Aaaaahhhh
teriakk Nayla semakin kencang saat Pak Ahmad mulai sedikit kencang mengurut di bagian yang terluka
"Aaaduhhhhhh saaakkiiittt"
Tanpa sadar kuku Nayla yang sedikit panjang menancap di lengan Adit.
Aditpun meringis menahan perihh dari cakaran Nayla.
Pak Ahmad memberi koran yang sudah dilipat kepada Adit dan meminta Nayla menggigitnya.
"Gigit aja korannya Nay...Bapak tau ini sakit dan sebenarnya Bapak juga gak tega tapi Bapak mau kamu sehat lagi Neng, tahan ya..." ucap Pak Ahmad saat melihat wajah Nayla yang pucat karena menahan sakit.
Lilis menghapus keringat di wajah Nayla dengan handuk kecil yang ia bawa.
" Iya Pak Nay tahan..Nay yakin Nay kuat" ucap Nayla dengan mata yang hendak menangis.
"Kamu kuat sayang" bisik Adit lalu mengecup kepala Nayla.
Adit nampak menahan air matanya saat melihat Nayla yang kesakitan.
Nayla langsung lemas seakan tak mempunyai tenaga lagi, tubuhnya langsung terkulai lemas dalam pelukan Adit.
Setelah Pak Ahmad membalurkan parutan jahe di Kaki Nayla Aditpun diminta untuk membawa Nayla kembali kekamarnya.
Setelah Nayla tertidur, Aditpun langsung kembali menemui Pak Ahmad untuk meminta penjelasan apa yang harus ia lakukan saat nanti sudah dirumah.
Jam 11 malam Nayla terbangun ia merasa ada yang memanggil namanya.
Ia melihat Adit tak ada disampingnya, dengan sangat perlahan ia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar.
Lagi dan lagi ia mendengar ada yang memanggil namanya.
"Adit...."
"Dit...kamu dimana" panggil Nayla
Karena penasaran ia pun terus berjalan perlahan sambil berpegangan pada dinding.
Tanpa ia sadari kini ia berada diluar rumah
"Sepi amat sihh.."
"Kemana ya Adit.." gumam Nayla sambil matanya mengedar mencari Adit.
Matanya tertuju pada pohon mangga yang ada disamping rumah.
Ssreeklkk
__ADS_1
Nayla langsung melihat keatas pohon nampak daunnya bergoyang seperti ada yang menggerakan.
" Masa iya Adit metik mangga malem-malem sih" pikir Nayla
"Ahh..gak mungkin..." Nayla pun menepis semua pikiran buruk yang baru saja hinggap di otaknya yang kecil.
"Adit..kamu diatas pohon ya.." dengan sedikit ragu Nayla pun berteriak pelan.
Plukk
tiba-tiba saja beberapa buah mangga terjatuh.
"Ishh itu beneran Adit x ya" pikir Nayla
ia pun melangkah perlahan sambil menahan rasa sakit dikakinya mendekati pohon mangga.
Begitu dekat dengan pohon ia pun langsung melihat keatas
Aahhhhhh
brukkk
"Aduhhhhh..."
Nayla langsung berteriak sekencang mungkin saat melihat ada sosok wanita dengan jubah putih sedang mengayun-ayunkan kakinya.
Nayla yang terjatuh hanya bisa meritih saat merasakan kakinya begitu nyeri.
"Aku...gak takuuutt" teriak Nayla yang berusaha memberanikan diri sambil memalinhkan wajahnya tak mau melihat keatas.
Sosok itu tertawa sambil menatap tajam kearah Nayla.
"Kamu marah ya gara-gara kemarin aku ambil mangga kamu" teriak Nayla pada sosok yang ada di pohon mangga dengan sok berani padahal ia menahan rasa takut hingga badannya gemetar.
Meeoongg
Meeong
Nayla langsung mencari asal suara kucingnya.
Putih...
"Putih..meong"
"Kamu dimana.." Nayla tersenyum senang saat melihat kucing kesayangannya datang entah dari mana.
"Nay...kamu ngapain disini" akhirnya Adit menemukan Nayla.
"Ada juga aku yang nanya kamu kemana" sungut Nayla tak mau kalah.
"Aku tadi ngobrol sama Pak Ahmad, pas aku kekamar kamu udah gak ada" ujar Adit
" Ayo bangun.." Adit langsung membantu Nayla berdiri dan menggendongnya kembali ke kamar.
------------------------------------------------------------------------
Hallo semua maaf ya up nya masih belom stabil untuk hari ini segini dulu ya.
maaf masih banyak typo
Jangan lupa tap tanda Like dan Votenya ya
__ADS_1
Salam Manisss
Amellajj/authorr