
Happy Reading All
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi harinya semua terbangun dalam keadaan yang kurang fit semua gara-gara Nayla yang semalam membuat heboh.
Walaupun badan mereka tidak terlalu fres mereka tetap pada rencana semula yaitu jalan-jalan pagi dan santai menikmati sejuknya udara kota Bogor.
"Ripha ...masih jauh gak sih air terjunnya masa gak nyampe-nyampe" tanya mbak Erni dengan nafas yang tersengal-sengal karena terlalu jauh berjalan.
"kayanya sih bentar lagi dah Er,gak sabaran banget sih loe"jawab madam Ripha
tak lama kemudian ada sebuah angkot biru melintas.
"eh pok kata loe gak ada angkot,tuh apa'an,mending tadi kita naek angkot aja sampe sini"protes Dian sambil menunjuk angkot yang mangkal.
"ha....ha kalo naek angkot bukan jalan-jalan namanya tapi naek angkot"jawab pok Ripha sengit tak mau kalah dengan Dian dan Erni.
Setelah hampir dua jam perjalanan dari villa madam Ripha akhirnya kamipun sampai juga di curug cigamea tanpa aba-aba lagi kami langsung bermain air walaupun terasa sangat dingin saat air menyentuh kulit tak kami hiraukan rasa lelah perjalan tadi akhirnya terbayar sudah dengan indahnya pemandangan yang terpampang didepan mata.
__ADS_1
Semua nampak asik bermain air ditepian kali,tak ada yang berani mendekat ke air terjun karena dingin kami juga tak membawa salin jadi hanya bermain ditepian saja.
Saat sedang asik membasuh kakinya sambil duduk disebuah batu kecil tak sengaja Nayla melihat seorang gadis sedang duduk diatas sebuah batu besar dengan wajah yang menunduk.
Entah kenapa Nyala seperti tertarik memperhatikan wanita itu.Ia sempat berpikir kalau wanita itu adalah penunggu air terjun soalnya seingat Nayla ketika mereka tiba tak ada pengunjung lain selain Nayla dan teman-temannya.
"woi...loe kenapa sih ngelamun terus Nay,inget ama cowo loe ya yang biasa jemput ya terus nunggu didepan gerbang" goda madam Ripha sambil menciprati aku air
"ihh iseng banget sih madam"
"lagian sih loe bengong melulu,oh ya Nay kayanya udah lama gw gak pernah liat loe dijemput lagi"tanya madam mulai sedikit kepo
"lagi sibuk dia nya madam"jawab Nayla asal
"ya udah loe juga cari lagi aja Nay,ama Ibnu kayanya pas deh" celetuk madam Ripha sambil tertawa begitu pun Dian yang tersenyum lebar ketika mendengar nama Ibnu
Aku hanya cemberut kesal kerana menjadi bahan bullyan mereka.
Ketika matahari semakin tinggi akhirnya kamipun kembali ke Villa tapi kali ini kami naik angkot.
__ADS_1
Begitu tiba di villa kami langsung membersihkan diri lalu berkumpul diruang tamu.
"kayanya bikin rujak enak ni"ucap mbak Erni
"iya bener kayanya pohon mangga yang belakang ada buahnya deh"timpal Dian yang langsung disambut anggukan oleh Ripha.
Aku hanya terdiam ketika ingatanku kembali berputar pada kejadian tadi malam.
Seingatku tadi malam juga aku melihat sosok wanita yang sedang duduk disalah satu dahan pohon mangga itu sambil menguncang-uncangkan kakinya.
ihhhh tiba-tiba Nayla merasa merinding bulu-bulu halus ditangannya berdiri
Ia terpaksa tutup mulut tidak bilang jika pohon itu juga berpenghuni ia takut teman-temannya akan takut juga.
Saat mereka sedang asik menyodok mangga dengan menggunakan galah mata Nayla melihat sosok wanita yang tadi di air terjun sedang berdiri menatapnya dari sebuah pohon alpukat yang berada di pinggiran empang milik madam Ripha
"uh....sial banget sih gw kemana-mana yang diliat gituan lagi"gerutu Nayla kesal pada diri sendiri.
"heiii ratu bengong mending loe kupas tuh mangga"celetuk madam Ripha sambil menimpukku pakai ****** mangga
__ADS_1
"iya... madam"jawab pelan lalu mulai mengupas mangga setengah matang yang tadi dipetik.
Sentara itu Dian membuat bumbu rujaknya sedangkan Erni dan Ripha kewarung terdekat untuk membeli kerupuk.