
Selamat Membaca
Setelah pulang dari rumah sakit, perasaan Nayla semakin tidak enak.
Masih terus terngiang di telinganya semua permintaan Dina.
Cuaca malam itu terasa begitu berbeda lebih dingin dan sepi setidaknya itulah yang Nyala rasakan.
Didalam kamar terus saja membolak balikan badannya mencari posisi yang nyaman untuknya.
Radit sudah tertidur pulas disampingnya.
Nayla menatap wajah sang putra yang memang begitu mirip dengan ayahnya.
Entahlah saat ini Nayla merasa sesuatu akan terjadi namun apa itu ia tak tahu.
Ia terus saja berdoa dalam hati agar ia dapat segera tertidur.
Praaankkk
Nayla yang baru saja hendak terlelap langsung terkejut saat mendengar suara benda jatuh dan pecah yang berasal dari ruang tamu.
Ia pun langsung kembali membuka matanya, lalu melihat kearah Radit yang ternyata masih tertidur dengan pulasnya.
Perlahan-lahan ia pun turun dari tempat tidur lalu berjalan keluar untuk melihat benda apa yang jatuh.
Ia pun langsung menuju ruang tamu.
Begitu tiba diruang tamu ia sangat bingung,tak ada benda jatuh disana,semua masih terlihat rapi.
Ia pun kembali mengedarkan pandangannya namun hasilnya tetap saja sama tak ada apa-apa disana.
Karena penasaran ia pun keluar rumah, mungkin saja salah satu pot bunga yang ia simpan diatas yang jatuh.
Ia pun kembali merasa heran karena disana pun tak ada pot bunga yang jatuh, semua masih tertata rapi.
Ia pun duduk dikursi yang ada dalam sana
"ada apa ini, kenapa perasaanku semakin tak tenang ya" Nayla bermonolog sendiri sambil menatap kosong kedepannya.
kreaakkk
Nayla tersadar dari lamunannya saat mendengar suara pintu terbuka,ia pun langsung melihat kearah pintu
"Nay..ngapain diluar sendirian" tegur Empok yang berdiri diambang pintu.
"Eh..Empok bikin kaget aja sih"
"Tadi Nay denger ada yang jatoh Pok,Nay kira pot nya jatoh" jawab Nayla.
"Cepet masuk,gak bagus orang hamil diluar tengah malam" ucap Empok meminta Nayla masuk.
Dengan masih menyimpan rasa penasaran Nayla pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.
Nayla berhenti didepan pintu menunggu Empok lewat, dan saat Empok akan kembali ke kamarnya "Pok..tidur disini aja temenin Nay" pinta Nayla
Empok pun langsung menuruti kemauan Nayla,ia langsung masuk kedalam kamar Nayla dan merebahkan tubuh nya disamping Radit yang masih tertidur pulas.
"Pok... jangan merem dulu sebelum Nay tidur" ucap Nayla lagi.
Empok pun hanya menganggukan kepalanya, dengan susah payah Empok menahan rasa kantuknya karena Nayla belum juga mau tertidur.
"Nay...dah ngantuk belum sih?" tanya Empok dengan suara berat karena mengantuk.
"Belum Pok.." jawab Nayla sambil melihat kearah Empok .
Ia pun merasa kasian pada Empok yang terlihat sudah sangat mengantuk.
"Pok...kalo udah ngantuk tidur aja duluan, Nay gak apa-apa kok"
Tanpa banyak kata lagi Empok pun langsung memejamkan matanya dan sesaat kemudian ia sudah terlelap dalam alam mimpi.
Untuk menghilangkan rasa tak nyaman ia pun mendengarkan ayat-ayat suci Al Quran melalui ponselnya.
Tak lama kemudian ia pun mulai merasa mengantuk dan akhirnya iapun tertidur.
Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Dina, wajahnya terlihat sangat pucat.
"Kamu sakit Din?" tanya Nayla
Dina tak menjawab,ia menatap kearah Nayla.
"Nay..aku titip putriku, tolong jaga dia, aku percaya sama kamu" tutur Dina dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
"Dina jangan ngomong gitu, emang kamu mau kemana?" tanya Nayla bingung.
"Maaf jika aku pernah nyakitin kamu"
__ADS_1
"Maaf juga karena aku selalu membuat kamu repot"
"Maafin aku Nay,buat semua kesalahanku yang lalu maupun yang akan datang, karena kedepannya anakku pasti akan membuat kamu repot" lanjut Dina dengan air mata yang mengalir semakin deras.
"Dina kamu ngomong apa sih, emang kamu mau kemana?" tanya Nayla tak mengerti.
Dina tak menjawab pertanyaan Nayla, ia terus saja menangis.
Nayla sedikit heran karena Dina perlahan terlihat samar hingga akhirnya Nayla tak dapat melihat wujud Dina.
Din...
"Dinaa...kamu dimana" teriak Nayla berkali-kali.
"Dinnn..."
"Dina.." teriak Nayla lagi dengan wajah yang penuh keringat.
Empok yang terbangun karena mendengar suara teriakan Nayla langsung membangunkan Nayla.
"Astaghfirullah al azim tadi itu mimpi apa bukan sih" ucap Nayla sesaat setelah ia membuka matanya.
"Emangnya mimpi apa sih Nay,kok kayanya kamu histeris gitu" tanya Empok.
Naylapun menceritakan semua mimpinya pada Empok.
"Astaghfirullah al azim, mudah-mudah cuma mimpi aja ya Nay" ucap Empok setelah mendengar cerita Nayla.
"Pok...." lanjut Nayla
"Apa Nay.."
"Kemarin juga waktu aku dipanggil masuk, Dina juga bilang hal yang sama"
"Dia minta agar aku mau jagain anaknya" ucap Nayla pelan.
"Nay ngerasa kaya dia mau pergi jauh aja Pok"lanjut Nayla.
"Jangan ngomong gitu Nay, kita berdoa aja semoga semua baik-baik aja" ucap Empok sambil berdiri karena hari sudah pagi.
"Pok ...Nay mau lontong sayur dong,jadi laper ni" pinta Nayla pada Empok yang langsung diangguki oleh Empok.
Tak berapa lama Empok pun datang membawa pesanan Nayla dan beberapa buah gorengan yang masih hangat.
Karena lapar Naylapun makan dengan sangat lahapnya hingga tak butuh waktu lama semangkok lontong sayur dan beberapa buah gorengan pun habis.
Nayla langsung berdiri saat mendengar suara Radit yang menangis.
Dengan terburu-buru ia masuk kedalam kamar dan melihat Radit yang sudah duduk sambil menangis.
Sementara itu dirumah sakit setelah meminta ijin pada dokter untuk membawa putri mereka menemui Dina diruang ICU.
Dina tersenyum bahagia begitu melihat wajah putrinya yang digendong oleh Adit.
" Ayo sayang cepet sembuh biar kamu bisa gendong anak kita" ucap Adit pelan sambil mengelus lembut kepala Dina.
"Maa. ...finn aku mas...."terlihat Dina ingin mengucapkan sesuatu, dengan susah payah ia berusaha berbicara.
Dina berusaha mengakat tangannya ingin menggapai anaknya, Aditpun langsung mengerti ia mendekatkan sang putri pada Dina.
Air mata Dina langsung mengalir deras dari kedua matanya.
Adit sedikit heran karena hawa disekitarnya tiba-tiba terasa berbeda.
Perasaannya pun langsung tak nyaman, ia menatap wajah Dina terlihat sangat pucat.
Dina hanya Diam menatap kearah Adit dan putrinya.
"Sayang ...kamu kenapa?" tanya Adit mulai panik saat melihat keringat membasahi wajah Dina.
Dina menggerakkan tangannya pelan meminta Adit mendekat.
Aditpun mendekatkan telinganya pada mulut Dina.
"Ikhlaskan aku pergi Mas"
"Maaf aku gak bisa terus nemenin kamu"
"Jaga dan rawat putri kita dengan baik"
"Aku sudah meminta Nayla untuk ikut menjaganya"bisik Dina pelan ditelinga Adit.
"Kamu ngomong apa sih sayang,kita yang akan merawat dan membesarkan putri kita" ucap Adit yang langsung ikut mendirikan air mata.
Tidak bisa dipungkiri dalam hatinya ia merasa begitu takut jika Dina akan pergi selamanya.
"Maafin aku Mas...." suara Dina semakin pelan dan tatapannya matanya pun kosong.
__ADS_1
Perlahan-lahan mata Dina mulai tertutup.
"Sayang bangun...."
"Jangan bercanda sayang gak lucu.." dengan tangan satu Adit menguncang-guncang tubuh Dina.
Aditpun langsung memanggil suster dan beberapa saat Kemudian seorang dokter jaga datang.
Adit yang berdiri tak jauh dari sana hanya melihat dokter sedang berusaha memompa jantung Dina.
Setelah beberapa saat pada suster dan dokter berusaha menolong Dina akhirnya mereka pun menyerah.
Dengan langkah gontai seorang dokter menghampiri Adit yang berdiri mematung sambil menggendong putrinya.
Ia seakan tak percaya dengan apa yang yang ia lihat barusan.
Perlahan-lahan Dina menutup mata untuk selamanya.
Adit tak lagi dapat berkata-kata hanya air mata yang mengalir dari kedua matanya.
Ia menatap wajah putri cantiknya yang masih dalam gendongannya.
"Sayang ...kamu tega ninggalin aku sama putri kita" akhirnya tangis Aditpun pecah saat seorang suster mengambil alih bayi yang sedang ia gendong dan membawanya kembali ke ruang bayi.
Setelah suster membawa putrinya,Aditpun langsung memeluk tubuh Dina.
"Sayang kamu jahat...."
"Kenapa kamu tega membiarkan anak kita tanpa seorang ibu Din..."
Adit terus saja memeluk tubuh Dina yang sudah terbujur kaku.
Setelah beberapa menit akhirnya seorang suster meminta Adit untuk tenang dan segera mengurus semua surat-surat agar jasad Dina dapat segera dikebumikan.
Karena saat ini memang Adit hanya sendiri akhirnya ia pun menghubungi Nayla dan Damra.
Nayla yang saat itu sedang bermain bersama Radit begitu terkejut begitu mendapat kabar dari Adit jika Dina sudah tidak ada.
Damra pun sama,ia langsung menuju rumah Nayla untuk segera menjemput Nayla dan segera menuju ke rumah sakit.
Begitu tiba di rumah sakit dan bertemu dengan Adit Nayla tak dapat berkata-kata, ia hanya menangis seakan ikut merasakan apa yang kini Adit rasakan.
"Nay...."
Adit langsung memeluk erat Nayla begitu melihat sosok mantan istrinya itu.
Tanpa rasa malu Adit menangis sepuasnya sambil memeluk Nayla.
"Kamu yang sabar Dit" hanya kata itu yang keluar dari mulut Nayla.
Setelah berhasil menenangkan diri akhirnya Aditpun segera mengurus semuanya dan meminta kerabatnya untuk menyiapkan pemakaman yang akan dilangsungkan hari itu juga.
Atas permintaan Adit Nayla,Damra dan Empok pun menemaninya.
Adit nampak duduk lemas disamping jasad Dina yang sudah rapi.
Sementara itu putri mereka yang belum diberi nama digendong oleh Empok.
Tak ingin berlama-lama setelah semua nya selesai akhirnya jasad Dinapun dikebumikan disamping makam mamanya.
Adit duduk bersimpuh dipapan nama Dina,ia memeluk nisan yang masih kayu itu erat seakan tak ingin dilepaskan.
"Din...kenapa kamu tega ninggalin aku,aku tau aku sering nyakitin kamu,aku belum sempat berubah Din tapi kenapa kamu gak kasih aku kesempatan Din" ucap Adit dengan penuh penyesalan.
Setelah hampir setengah jam lamanya Nayla membiarkan Adit larut dalam kesedihannya.
"Dit...pulang yuk, aku dah gak kuat berdiri ni" ucap Nayla yang merasa pegal dikakinya.
Aditpun langsung tersadar jika ia sedang bersama Nayla dan temannya.
Kini ia sadar jika ia tak boleh egois, apalagi dengan kondisi Nayla yang sedang hamil.
Karena tak ingin ada hal yang tak diinginkan terjadi pada Nayla akhirnya Aditpun mau diajak pulang.
Hallo semuanya maaf author baru bisa up lagi karena kondisi kesehatan yang kurang baik.
Bab ini sedikit lebih panjang ya dan maaf kalau masih ada typo.
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya.
Like dan komennya ditunggu.
kalau mau kasih gif atau vote juga boleh...😃😃😃
Salam Manis
Amelajj/author
__ADS_1