
HAPPY READING
Sepanjang malam Radit terus merasa bersalah kepada Mama nya.
Berkali-kali ia berusaha menelpon namun tidak satupun yang terjawab.
Ia pun mengirim ucapan ulang tahun lewat pesan WA namun tidak ada balasan dari Mamanya.
Radit berpikir jika Mamanya sedang marah dan tidak ingin menjawab teleponnya dan tidak ingin membalas pesannya.
Padahal yang sebenarnya saat itu Nayla sedang tertidur pulas dan sengaja ponselnya ia matikan.
Teman-teman Radit yang memperhatikan Radit yang sedang gelisah akhirnya pun bertanya.
Raditpun menceritakan semuanya.
Raka, Dio dan Aldi akhirnya menyusun rencana membuat kejutan untuk ulang tahun Mamanya Radit.
Rencananya besok pagi-pagi mereka akan pulang dan perkiraan tiba di Jakarta sore hari.
Pagi pun tiba, mereka pun berpamitan pada Neneknya Dio.
Seketika itu juga kediaman nenek Dio sepi kembali.
Sementara itu ketika pagi tiba saat terbangun Nayla begitu terkejut saat melihat ada banyak panggilan tidak terjawab dari Radit.
Ia pun segera menelpon kembali namun kini ponsel Radit yang tidak dapat Nayla hubungi.
Sementara itu kedua hadis yang baru bangun langsung membantu pekerjaan rumah, mereka tidak ingin Mamanya marah lagi seperti kemarin.
"Assalamualaikum...."
Ucap seseorang dari depan pagar rumah Nayla
Assalamualaikum.....
Ucapnya lagi saat belum ada jawaban dari yang punya rumah.
Ardina yang kebetulan sedang menyapu disamping rumah bergegas menuju pagar untuk membuka pintu.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh, iya sabar" teriaknya sambil berlari kecil.
Ia pun menghentikan langkah nya saat tau siapa yang bertamu kala hari masih pagi.
"Ngapain loe kesini?" tanya Ardina tanpa membuka pintu.
"Ar...gw mau ngomongin sama loe sebentar" ucap tamu itu yang ternyata Rahmat.
"Pulang sana masih pagi udah namu" ujar Ardina kesal.
wkwkkwk
Rania yang baru saja keluar pintu langsung tertawa saat mendengar suara Ardina yang mengusir tamunya.
"Dih ngapain dateng-dateng langsung ketawa tanya Ardian yang tiba-tiba langsung badmood.
"Gak apa-apa, cuma ngenes aja mau namu malah di usir" celetuk Rania sambil tertawa lalu kembali masuk kedalam rumah.
Nayla yang kebetulan sedang berada di ruang tamu memperhatikan Rania yang tertawa setelah dari depan.
__ADS_1
"Tamunya siapa Ran?" tanya Nayla
"Itu mah si Mamat" dengan santainya Rania menjawab sambil terus tertawa menuju kamarnya.
Karena penasaran Naylapun mengintip dari jendela.
Ia melihat Ardina seperti sedang berbicara dengan teman prianya tapi tanpa membuka pagar.
Naylapun menggelengkan kepala sambil berdecak.
"Ar kalau ada tamu itu disuruh masuk, gak sopan bicara diluar" tegur Nayla dari depan pintu.
"Selamat pagi Tante" ucap Rahmat sambil tersenyum ramah.
"Pagi juga"
"Ar buka pagarnya, terus tamu nya suruh masuk" titah Nayla lalu kembali masuk kedalam.
Dengan wajah kesal Ardina pun membuka pintu pagar rumahnya lalu menyuruh Rahmat masuk.
Mereka duduk di teras sambil berbicara.
Dari kejauhan Rania mengintip sambil cengengesan, entah apa yang ada di dalam pikiran gadis itu.
Ia pun beejalan keruang tengah berniat ingin duduk santai sambil bermain ponsel.
"Ran ...buatin minum dulu buat temennya Ardina" titah Nayla.
Tanpa ada bantahan Rania pun langsung menuju dapur dan membuatkan teh untuk Rahmat.
Ide jailpun singgah dalam otak Rania.
Setelah selesai ia pun membawa minuman itu keteras depan.
"Minum dulu Mat" ucap Rania sambil kembali masuk kedalam rumah.
Dari balik jendela Rania pun mengintip, ia ingin tau bagaimana reaksi Rahmat ketika meminum teh rasa asin buatannya.
Tanpa Rania sadari tidak jauh di belakangnya Nayla sedang memperhatikannya.
Nayla yakin jika Rania saat ini sudah melakukan sesuatu.
Rahmat langsung menyemburkan teh yang baru saja ia minum.
Ardina sedikit heran saat Rahmat membuang teh buatan Rania.
"Gak sopan banget sih loe dikasih minum malah dibuang" ucap Ardina jutek.
"Saudara loe yang gak sopan, masa tamu dikasih teh asin" balas Rahmat.
Dari balik jendela Rania nampak menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan tangan.
Nayla yang kini sudah berada tepat dibelakang Rania langsung menjewer telinga gadis itu saat tau kejahilan apa yang sudah anak itu perbuat.
"Awww sakit Mah" Rania sedikit meringis saat merasakan telinganya ada yang menarik.
"Kamu itu jangan terlalu jail Ran" ucap Nayla setelah melepaskan tangan nya dari telinga Rania.
"Kan dia jahat mah sama Ardina, sebagai saudara yang baik dan saling menyayangi ya Rania bantuin Ardina lah" ujar Rania beralasan.
__ADS_1
"Tapi bukan kaya gitu caranya sayang"
"Sini mama bilangin" Nayla menepuk bangku disebelah nya dan meminta Rania untuk duduk disana.
Naylapun menasehati Rania dan gadis itu hanya mengangguk.
Setelah Rahmat pulang Ardina pun masuk sambil senyum-senyum.
"Cieeee udah baikan ya" ucap Rania menggoda saudarinya.
"Gak juga sih" jawab Ardina malu-malu.
Mereka pun bercanda sambil menunggu Adit yang sudah berjanji akan pulang siang hari ini.
Menurut rencana hari ini mereka akan makan malam diluar sambil memperingati ulang tahun Nayla.
Nayla merasa ada yang kurang saat Radit tidak ada, ia berkali-kali berusaha menghubungi Radit namun selalu saja tidak diangkat.
"Sabar sayang siapa tau dia lagi dijalan mau pulang" ucap Adit berusaha membujuk Nayla.
"Semoga ya Pah" jawab Nayla
Akhirnya Radit dan teman-temannya pun tiba kembali di Jakarta.
Dengan sisa uang yang ada mereka pun membeli kue ulang tahun dan sebuah kado untuk Nayla.
Dengan sangat hati-hati Radit membawa kue yang dibelinya agar tidak rusak selama dalam perjalanan.
Dengan menggunakan taksi online mereka pun tiba dirumah Nayla.
"Assalamualaikum mama aku pulang" teriak Radit gembira sambil membuka pintu pagar dan mempersilahkan teman-temannya untuk masuk dan beristirahat.
Nayla yang sedang berada di dalam kamar sayup-sayup mendengar suara Radit.
"Pah kayanya Radit udah pulang y" tanya Nyala yang masih kurang yakin.
"Belum mah, itu karena kamu terlalu kangen sama Radit" jawab Adit.
Naylapun diam sesaat.
Namun lagi-lagi ia mendengar suara Radit tertawa hingga akhirnya ia pun keluar dari kamar.
Saat akan melintasi ruang tamu samar-samar ia melihat bayangan orang duduk di lantai teras sambil tertawa.
Ia pun segera keluar dan melihat apakah penglihatan nya salah atau tidak.
"Radit kamu udah pulang nak?" Nayla langsung memeluk Radit karena ia begitu merindukan putranya itu.
Teman-teman Radit untuk sesaat begitu terpaku, mereka tidak pernah diperlakukan begitu oleh orang tua mereka.
Setelah memberikan kue dan ucapan ulang tahun mereka pun diajak untuk makan bersama diluar.
Teman-teman Radit begitu bahagia.
Setelah menumpang mandi dan beristirahat mereka diajak makan makan bersama diluar.
Setelah sholat magrib mereka pun berangkat dengan menggunakan dua buah mobil.
Adit membawa mereka makan di rumah makan tempat pertama mereka kencang dulu.
__ADS_1
Sebuah rumah makan di pinggiran kota.