
Selamat Membaca
Akhirnya Nayla memutuskan kembali kerumahnya walaupun perjalanan dari rumahnya sampai tempatnya bekerja lumayan jauh namun demi sang Mama yang terus ingin selalu melihat putrinya setiap hari akhirnya Nayla pun mengalah.
Beruntung setiap pagi Papa Nayla mau mengantarnya naik motor hingga halte tempatnya menunggu jemputan,terbayang oleh Nayla jika ia harus naik angkot pagi-pagi bisa ketinggalan jemputan terus Nayla masalahnya kawasan rumahnya adalah kawasan padat dengan jalanan kecil dan dengan adanya stasiun kereta api sudah dipastikan kemacetan bertambah parah belum lagi jika ada kereta api jarak jauh yang melintas maka palang pintu kereta akan tertutup 5 menit sebelum kereta lewat.
Seperti biasa Nayla selalu duduk dua bangku dibelakang supir,begitu ia duduk dibangku favoritnya ia langsung mengeluarkan gelas minumnya yang berisi susu coklat kesukaanya dan meneguknya setengah lalu memakan selembar roti yang berselai coklat kacang,begitu bus mamasuki jalan tol ia pun memejamkan matanya dan lagi-lagi ia merasa ada aneh tapi ia tidak tahu apa.
Pria tua bersorban itu juga sering datang menemuinya tapi hanya menatap Nayla dengan tatapan sedih.
Beberapa hari ini juga Nayla selalu bersikap manja pada Mamanya sepulang kerja ia selalu minta makan disuapin oleh mamanya bahkan tidur pun selalu ditengah antara Mama dan Papanya beruntungnya tempat tidur dikamar orang tua Nayla cukup besar untuk menampung tubuh mereka bertiga.
"Nay...kamu itu udah gede ya masa tidur maunya nyempil aja sih"protes Mama saat Nay sudah PW(posisi weunak) diatas kasur sambil memainkan ponselnya
"kan Mama yang minta Nay balik lagi katanya sepi,ya sekarang ini kosekuensinya"jawab Nayla santai
Mam hanya menggelengkan kepalanya heran dengan putri sulungnya yang bertingkah seperti anak kecil.
Namun memang sejak ada Nayla ada saja ulah yang dibuatnya hingga suasana dirumah itu sedikit ramai belum lagi jika Susi menginap hingga tengah malam pun masih saja ada ulah dibuat oleh mereka berdua.
Sudah beberapa hari ini Mama selalu memaksa Nayla untuk sarapan pagi namun seperti biasa Nayla selalu menolak bahkan ia selalu melarikan diri setiap mamanya memaksa sarapan.
"Nay..mama udah buatin mie goreng kesukaan kamu tuh sama ada lontong isi oncom,cepat turun trus sarapan"teriak Mama Nayla dari bawah
"bungkusin aja Mah tar Nay makan dijemputan"jawab Nayla masih dalam kamarnya.
Karena tak mau berdebat akhirnya Mama mengalah,ia mengambil tempat makan yang biasa Nayla bawa dan tak lupa satu gelas susu coklat.
"Mah...Nay berangkat dulu ya kesiangan nih"ucap Nayla sambil memasukan bekalnya kedalam tas.
"iya.."jawab Mama dengan mulut penuh karena saat ini sang Mama sedang asik menikmati lontong dan sebuah gorengan
"tumben amat sih Mah kaya orang kelaperan"ejek Nayla sambil mengambil tangan Mama dan menciumnya.
"Tau ni Nay..Mama kayanya laper banget"jawab Mama sambil menyudahi makannya karena tau putrinya akan segera berangkat.
__ADS_1
"Nay kamu naek angkot aja ya,motornya mogok" tiba-tiba Papa Nayla masuk dengan tangan yang berlumuran oli
"sipp" jawab Nayla singkat
"gak usah deh biar papa anterin aja naek mobil kalo angkotkan pasti banyak berenti tar kamu ketinggalan jemputan lagi"akhirnya Papa mengambil kunci mobil dan segera mengeluarkan mobil dari garasi.
Setelah dirasa siap Papa menyuruh Nayla untuk masuk dan mobilpun melaju.
Hari itu Nayla begitu sibuk hingga tak terasa sudah masuk istirahat siang.
Nayla segera menuju office untuk mengambil ponselnya yang ditinggalkannya dimeja.
Begitu ia membuka ponselnya ada banyak sekali miscall dari Susi
"ada apa sih ni anak miscall banyak banget"gerutu Nayla lalu mendial balik ke no Susi
Beberapa Saat kemudian sambunganpun terhubung
Susi..."Hallo Nay iss susah banget sih loe
ditelp"
tumben"
Susi " loe bisa pulang gak,Emak loe sakit ni"
Nayla " Jangan bercanda deh"
...
Nayla seakan tak percaya jika Mamanya masuk rumah sakit.
Seingatnya tadi pagi Mamanya masih sehat, tanpa menunggu lagi ia pun segera mengurus surat ijin pulang lebih cepat.
setelah mendapat ijin Naylapun langsung naik ojek dari kota "C" ke sebuah rumah sakit swasta yang ada di kota "B".
__ADS_1
Yang ada dalam pikiran Nayla saat ini adalah ingin cepat melihat kondisi Mamanya,ia pun tak memikirkan berapa besar biasa ojek yang harus ia bayar yang penting ia harus segera tiba dirumah sakit.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya Nayla sampai di rumah sakit,setelah membayar ojek yang ia naiki Nayla pun langsung mencari ruangan yang dimaksud oleh Susi.
Setelah menemukan ruang Anggrek 3 Nayla sempat ragu untuk masuk seingatnya selama ini Mama nya tak pernah mengeluh sakit.
Setelah berdamai dengan hatinya akhirnya Nayla membuka pintu ruang rawat inap.
Ia berharap bukan Mamanya yang terbaring disana.Ia pun memejamkan Mata dan membukanya perlahan menyakinkan penglihatannya ia berharap apa yang ada didepan matanya hanya halusinasi.
"ehh kamu udah sampe Nay"ucap Mama Neneng begitu menyadari Nayla sudah berdiri mamatung sambil terisak menangis tanpa suara
Mama Neneng langsung memeluk Nayla erat,ia tau apa yang dirasakan Nayla saat ini.
Akhirnya tangis Nayla pecah juga ia sudah tak mampu untuk menahan lagi air matanya
Nayla terduduk lemas disamping tempat tidur Mamanya.
"Ma...bangun ini Nay udah dateng"ucap Nayla sambil tak kuasa menahan tangisnya
"Mama...bangun Mah,Nayla janji akan jadi anak yang nurut asal Mama buka mata Mah" ucap Nayla sambil mengguncang-guncang tubuh Mamanya.
"Nay..istigfar neng,jangan kaya gitu"Mama Neneng mencoba menenangkan Nayla
Masih dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya Nayla menatap Mamanya yang masih terpejam dengan begitu banyak selang yang menepel ditubuhnya.
sambil terisak Nayla mencoba bertanya pada Mama Neneng apa yang terjadi hingga Mamanya bisa sampai seperti ini.
Mama Nenengpun mencerita semuanya dari awal.Nayla teringat akan pria bersorban yang menatapnya sedih " apa ini maksud dari hadirnya pria tua bersorban itu" Batin Nayla yang kini sudah dapat menenangkan dirinya.
Ia duduk lemas disamping tempat tidur mamanya sambil menggengam erat tangan sang Mama.
Mungkin karena lelah menangis akhirnya Nayla terlelap disamping Mamanya.
Haiii para reader sebelumnya aku minta maaf karena akhir-akhir ini jarang up karena kesehatan aku masih belum pulih 100%.Terima kasih buat yang masih setia menunggu up dari cerita recehnya author
__ADS_1
salam maniss
Amellajj/Author