TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 367


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Malam itu suasana terasa begitu mencekam, Radit sengaja tidak tidur sedangkan teman-temannya bergantian berjaga.


Karina yang merasa begitu takut setelah kejadian tadi tidak ingin sedikitpun menjauh dari Radit.


Terus terang Radit merasa begitu risih selalu karena Karin teua saja memegang tangan Radit.


"Loe bisa gak nempel nya sama yang lain, gw risih tau" akhirnya Raditpun meminta Karina untuk sedikit menjauh tapi gadis itu tetap tidak bergeser sedikitpun dari Radit.


Angin malam yang berhembus kencang membuat hawa terasa begitu dingin, tetes-tetes embun yang turun membuat sweater Radit menjadi lembab.


Menjelang subuh Radit diminta untuk istirahat oleh teman-temannya,namun Radit tatap ingin terjaga hingga pagi minimal setelah sholat subuh baru ia ingin memejamkan matanya.


Karin yang sejak tadi tidak ingin menjauh dari Radit akhirnya tidur disamping Radit dengan hanya beralaskan matras dan sleeping bag.


Krekkkkk


Krekkkkk


Beberapa kali Radit mendengar suara dari arah semak-semak di depannya.


Ia tidak khawatir dengan hantu yang ia khawatir kan jika itu binatang buas.


Ia pun mengambil senter lalu mengarahkannya pada semak-semak yang sejak tadi bergerak.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Radit sebelum ia berdiri dan berjalan mendekati semak-semak untuk memeriksa apakah itu hanya angin, atau ada binatang buas,atau ada hal lain.


Ia pun nyibak perlahan semak-semak itu hingga terjawab lah rasa penasarannya.


Saat ia mengarahkan lampu senter nya ia melihat sosok kecil dengan wajah orang tua dan gigi yang berwarna kuning tersenyum kearahnya.


"Gw gak takut, loe mau ngapain di sini" ujar Radit yang memang tidak merasa takut pada sosok itu karena memang ia terkadang bisa berkomunikasi dengan yang tak kasat mata.


"Jangan ganggu di sini, kita kan juga gak ganggu kamu" lanjut Radit.


"Apa...loe suka sama temen gw? ngaco aja mana bisa begitu, mending loe suka sama sejenis loe aja" ujar Radit tanpa merasakan takut sedikitpun.


Karina yang merasa kedinginan akhirnya ia terbangun dan sedikit heran saat melihat Radit berada di semak-semak seperti sedang berbicara dengan seseorang.


Karin pun memperhatikan setiap gerak gerik Radit.


"Ternyata benar kata orang-orang, dia itu aneh, tapi gw suka" batin Karin sambil tersenyum melihat punggung Radit.


"Apa gw yah gak waras ya kok bisa suka sama cowo aneh kaya gitu sih" lagi-lagi Karin membatin sambil terus melihat ke arah Radit.


Waktu terasa begitu lama berputar.


"Dit loe mau gw bikinin kopi gak, gw mau masak air nih" Karin langsung menuju kompor dan menyalakannya.


"Boleh" jawab Radit singkat.


"Irit baget sih ngomongnya" ucapa Karin kesal karena Radit jika berbicara dengannya hanya alakadarnya saja.


"Nih kopinya"dengan sedikit rasa kesal Karin menyerahkan kopi yang sudah dibuatnya pada Radit.


"Makasih"

__ADS_1


"Hmmm" balas Karin.


Tanpa terlihat oleh Karin, Radit tersenyum tipis melihat wajah Karin yang kesal.


Karena terlalu mengantuk akhirnya Raditpun tertidur setelah sholat subuh.


Sementara itu di kediaman Nayla nampak dua orang anak ABG sudah terlihat cantik dengan baju olah raga nya.


"Wah anak Mama sudah pada cantik, mau joging apa cari pacar" goda Nayla pada kedua anak gadisnya.


"Yang bener tuh mah kita mau joging sekian mau jajan"


"Mah minta uang dong" ucap Rania yang lalu menengadah kan tanga meminta uang lalu di ikuti. oleh Ardina.


Naylapun langsung memberikan mereka uang masingmasing seratus ribu rupiah.


Senyum keduanya pun mengembang lalu mereka pun berpamitan kepada Nayla.


Saat hendak berangkat mereka melihat Papa Adit sedang mencuci motor kesayangannya, mereka pun menghampiri bermaksud pamit.


"Wah tumben dan pada cantik, mau kemana ini?" tanya Adit sambil menggosok roda motornya dengan sikat.


"Mau olahraga Pah" jawab Rania sambil mengulurkan tangan bermaksud ingin mencium tangan Adit.


Tanpa di duga Adit mengeluarkan dompetnya dan memberikan mereka uang masingmasing 50rb.


Tanpa ragu keduanya pun langsung menerima dan memasukkannya kedalam saku sedangkan Rania memasukkan uangnya di belakang casing hp nya.


"Terimakasih Papa sayang" keduanyap pun langsung mencium tangan Adit dan segera menjau sambil tertawa.


Ia pun melanjutkan mencuci motornya yang tadi sempat tertunda.


Begitu tiba di GOR kedua gadis itu pun langsung berlari kecil di area joging trek dan setelah merasa lelah Meraka pun langsung mencari jajanan yang mereka sukai.


Saat sedang asik minum es Rania seperti ada yang membisikkan agar lebih hati-hati.


Bukan baru pertama kalinya ia mendapatkan bisikan seperti itu, ia pun mengedarkan pandangannya melihat sekitar nya.


"Ad apa Ran?" tanya Ardina yang melihat Rania seperti mencari sesuatu.


"Ada yang bisikin gw suruh hati-hati Ar" jawab Rania.


Ardina yang memang sedikit lebih pintar dari Rania pun langsung mengerti.


"Mungkin di sekitar sini ada copet Ran, cari aman aja kita amanin hp" ucap Ardina.


Rania pun menurutinya ia segera menaruh tas kecil nya kedepan.


Setelah puas jajan mereka pun duduk sebentar di tempat yang rindang sambil melihat apa saja yang telah mereka beli.


Saat sedang asik membongkar tas plastik tempat mereka menyimpan apa yang mereka beli tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita yang berteriak " Copet...tolong dompet saya di copet" teriak seorang ibu-ibu yang tadi sempat berada di sisi mereka.


Karena tidak ingin ada hal aneh lagi mereka pun langsung membereskan belanjaan nya dan segera pulang kerumah.


Sementara itu ditempat Radit berkemah ada sedikit kehebohan.


Ada beberapa benda yang hilang saat mereka sedang asik sarapan bersama tanpa memperhatikan tenda mereka.

__ADS_1


Radit pun mengelilingi tenda Karina dan melihat sisi kanannya yang sobek seperti di robek dengan pisau.


"Aduh gimana dong hp gw kan baru" keluh Karin


"Iya gw juga" ucap temannya lagi.


"Udah hilang mau gimana lagi" ucap Radit


"Makanya loe anak cewe mending liburan ke mall aja dari pada ikut kita kesini" celetuk Ray yang memang sedikit keberatan saat mereka minta ijin ikut.


"Udah Ray, lagi juga kan mereka udah terlanjur ikut" ucap Radit


Rencananya mereka akan turun besok pagi, karena ada banyak hal yang terjadi akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali hari ini juga


Dengan sigap mereka pun merapikan semua barang bawaan.


Setelah semuanya rapi mereka pun segera membersihkan area ksmah mereka dari sampah dan membawanya turun untuk di buang ditempat yang sudah disediakan disana.


Karin yang kehilangan ponselnya nampak begitu terlihat ketakutan.


"Radit nanti gimana gw bilang sama bokap ya"


"Nanti loe bantuin ngomong ya Dit" pintanya.


"Lah kok jadi gw, kan itu hp loe, kenapa gak loe bawa pake ditinggal" tolak Radit.


"Ayo dong Dit, bantuin gw ya, plisss" ucap Karin memohon.


Karena Karin terus memaksa akhirnya Raditpun mengiyakan untuk membantu Karin bica kepada Papa ya.


Setelah hampir 4 jam lamanya akhirnya mereka pun tiba di bawah, dan setelah beristirahat sebentar mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju jalan raya untuk naik angkot menuju terminal.


Sepanjang perjalanan Radit dan teman-temannya yang duduk di jok paling belakang tertidur dengan lelapnya.


Bruuakkkk


Mereka pun terbangun karena merasa ada benturan yang kuat hingga ada beberapa dari mereka yang terjatuh dari jok.


"Astaghfirullah" ucap Radit ikut terjatuh dan merasa ada cairan yang mengalir dari dahinya.


Ia pun memegang dahinya yang ternyata berdarah.


Beberapa saat mereka belum menyadari jika bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.


Mereka baru menyadari saat beberapa orang berusaha membuka pintu belakang.


Radit dan teman-temannya ikut turun dan duduk di sisi tol dengan darah yang terus mengalir dari dahinya.


Beberapa orang berusaha menolong beberapa orang yang terluka di bagian depan.


Radit mengambil satu buah pakainya dan menempelkan nya pada lukanya di dahinya.


Karin yang panik melihat darah langsung lemas.


Radit baru menyadari jika bus yang mereka tumpangi menabrak truk.


Tak lama kemudian beberapa petugas berdatangan dan membantu korban kecelakaan dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2