TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 180


__ADS_3

🌺🌺🌺 Selamat Membaca🌺🌺🌺


Sore itu Nayla ditinggal sendirian sendirian dirumah.


Adit pergi entah kemana sedangkan Lilis sedang mengantarkan temannya membeli buku.


Orang tua Adit yang bekerja dikota baru akan kembali pada hari sabtu esok.


Nayla yang merasa bosan akhirnya kedapur untuk membuat kopi susu sebagai teman ngemilnya ia masih punya kripik singkong.


Saat Nayla sedang di dapur ia mendengar suara Adit yang baru saja pulang, namun sesaat kemudian terdengar suara Ina yang ternyata ikut juga keruamah Adit.


"Ihh ni cewe bener ya kemana-mana maunya nempel mulu ama Adit" gerutu Nayla kesal sambil menbenturkan sendok yang ia pakai untuk mengaduk kopi tadi pada meja.


Entah ada ide konyol dari mana tiba-tiba Nayla bersembunyi di kolong meja makan saat ia mendengar suara pintu dibuka.


" Nay...Nayla kamu dimana" terdengar suara Adit yang memanggil namanya sambil membuka pintu kamar Lilis.


"kemana sih kamu yang?"


"kenapa Dit?" tanya Ina yang ternyata sudah berdiri disamping Adit.


"Aku lagi nyari Nayla, tapi kayanya lagi keluar deh soalnya Lilis juga gak ada"


Nayla yang sedang bersembunyi di kolong meja makan dapat mendengar dan melihat dengan jelas semua percakapan mereka.


Nayla nampak kesal saat melihat tangan Ina melingkar di tangan Adit.


" ihh ni cewe ya beneran lebih serem dari pada hantu sih" maki Nayla sambil memukul lantai didepannya.


Saat Nayla sedang mengumpati Ina ia merasa ada yang memegang kakinya.


"Ih..Lis diem napa geli tau" ucap Nayla lalu mengibaskan tangannya


Ia lupa jika Lilis sedang pergi bersama temannya.


Tanpa menoleh Nayla langsung menceletuk " ihh jangan berisik napa sih Lis tar ketauan" ucap Nayla setengah berbisik saat ia mendengar suara mengeram.


Namun sesaat kemudian ia tersadar jika Lilis sedang keluar bersama temannya.


"Kalo bukan Lilis trus ini di samping gw siapa dong" batin Nayla yang lalu memberanikan diri untuk menengok kebelakang dan


" Aaahhh....hantu....." teriak Nayla yang langsung berusaha berdiri dan tak sadar jika saat ini ia sedang berada dikolong meja


Tuk....


" Aduhhh " pekik Nayla kesakitan saat kepalanya terbentur meja


Ia pun keluar dari kolong meja sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut dan seperti sedikit benjol.


Adit yang mendengar suara ribut dari arah dapur langsung melihat dan terkejut melihat Nayla yang sedang duduk dilantai sambil memegang kepalanya yang benjol.


" Ya ampun yang kamu ngapain sihh " tanya Adit sambil berusaha membantu Nayla untuk berdiri namun Nayla menepis tangan Adit dan segera berdiri lalu berjalan mengambil kopi yang ia buat tadi dan membawanya masuk kekamar Lilis lalu menguncinya dari dalam.


Ina yang melihat ada Nayla langsung salah tingkah.


"Nay..Nayla...buka pintunya dong" ucap Adit sambil mengetuk pintu kamar


Namun Nayla mengacuhkannya, ia sengaja memutar lagu dari ponselnya dan ikut bernyanyi.


" Berakhirlah sudah cerita kita


Setelah sekian lama bersama


Kau hadirkan dia


Dalam cerita


Yang hanya menyisakan luka


Kucoba menahan perih yang kurasakan

__ADS_1


Walau ini menyakitkan


Jika menyakiti aku


Bisa buat mu bahagia


Maka lakukanlah itu


Tanpa mu ku yakin bisa


Ikhlasku mencintai mu


Ikhlasku kehilangan mu


Semoga kau bahagia


Dengan pilihanmu itu


Kau bersama dia


Aku bersama do'a "


judul lagu : Cinta Dalam Doa


penyanyi : Sauqy


( yang penasaran cari sendiri ya lagu nya)


Adit yang mendengarkan Nayla bernyanyi tanpa sadar air matanya mengalir dari sudut matanya.


Entahlah kini pikirannya makin tak menentu.


Sebetulnya niat awal mengajak gadis itu kekampungnya adalah untuk memaksa Nayla segera menikah dengannya.


Restu dari kedua orang tua Nayla sudah didapat Adit.


Namun kahadiran Ina yang memang merupakan cinta pertamanya membuat pendirian Adit sedikit goyah apa lagi Ina mengancam akan nekad mencelakai Nayla jika Adit tidak mau menemaninya selama berada di kota kelahirannya.


Nayla...gadis itu saat ini sedang menangis tanpa suara, ia begitu menghayati bait demi bait dari lagu itu.


Saat Nayla hampir terlelap tiba-tiba ia merasa seperti ada yang menemaninya tidur, ia pun langsung membuka matanya dan alangkah terkejutnya Nayla saat mendapati tante kunti teman Adit sedang ikut berbaring disebelahnya.


Aaaaaaa...


gubrak


Nayla terjatuh dari tempat tidur


" Aduh.... ih.. dasar hantu gak punya hati, aku tuh lagi sakit hati ama majikan kamu malah nakut-nakutin, pergi gak..." usir Nayla yang entah dari mana tiba-tiba saja mempunyai keberanian bahkan ia sempat melempar hantu itu dengan bantal yang sedang ia dekap.


Sosok itu nampak menatap iba pada Nayla


"Ihhh bukannya pergi malah ngeliatin gw sih" maki Nayla pada sosok yang sering mengusiknya itu.


Adit yang mendengar suara berisik dari dalam kamar yang Nayla tempati nampak panik, ia terus menggedor-gedor pintu agar Nayla mau membukanya.


" Pergi gak loe, gw mau tidur tadi loe udah bikin pala gw benjol, sekarang bikin gw jatoh dari tempat tidur, mau loe apa sih tu gangguin gw terus " Maki Nayla pada sosok itu yang hanya dibalas dengan senyuman oleh sosok itu lalu kemudian ia kembali menghilang.


" Teh Nay buka pintunya ini Lilis"


Ketika Nayla yakin itu benar suara Lilis akhirnya ia pun membuka pintu.


" Kemana si Aditnya Lis?" tanya Nayla


" Oh..itu si aa tadi bilang mau nganterin teh Ina pulang" jawab Lilis


Saat ini pikiran Nayla sangat kacau, ia sangat kesal pada Adit yang benar-benar mengacuhkannya selama Nayla berada dirumahnya.


Sore itu mereka bertiga sedang duduk santai diteras rumah sambil menikmati ubi rebus dan teh hangat.


" Teh Nay...Lilis mau teteh janji ya jangan sampe putus sama si aa" ucapan Lilis yang tiba-tiba membuat hati Nayla terasa begitu sakit.

__ADS_1


Nayla hanya tersenyum getir saat mengingat Adit yang lebih memilih menemani Ina dari pada menamani dirinya.


" Aku gak bisa janji Lis" jawab Nayla yang langsung mendapat tatapan tidak suka dari Adit.


" Kok kamu ngomong gitu Nay, emang kamu ada niat buat putus sama aku?" tanya Adit dengan nada tidak suka


" Yang namanya orang pacaran mah kalo gak jadi manten ya jadi mantan Dit"


" tapi gak tau kenapa aku mah ngerasa bakal jadi Maantaaan " lanjut Nayla lalu ia pun mengambil sepotong ubi dan memakannya dengan santai.


" Kalau kamu mau, kita nikah besok juga aku siap Nay, yang perlu kamu ingat sampai kapanpun aku gak akan lepasin kamu, kita gak akan putus Nay" ucap Adit dengan Nada kesal


" Situ siap, sini mah gak"


" Lagian juga situ sehat, sampe tadi siang aja masih mesra-mesra'an ama Ina trus sekarang bisa-bisanya mau ngajakin aku nikah" jawab Nayla yang mulai kesal.


" Terserah deh kamu mau bilang apa Nay yang jelas aku gak akan pernah mutusin kamu,kalau perlu aku bakalan bener-bener bawa kama ke KUA besok, kita nikah disana" ancam Adit yang lalu berdiri dan masuk kedalam dengan perasaan kesal.


" Ihh aneh banget sih abang loe Lis, dia yang selingkuh, dia juga yang marah"


"Teh Nay..si aa tuh sebenernya sayang banget ama teh Nayla, tapi itu si Nene lampir nya udah kaya bekicot aja maunya nempel terus sama si aa"


" Emang bekicot nempel ya Lis" tanya Nayla sedikit bergurau


" Ihh si teteh mah,Lilis serius"


"Liatin ya tar kalo Lilis ketemu ama dia Lilis maki dia biar mikir" ucap Lilis geram.


Nayla hanya tersenyum melihat Lilis yang nampak emosi dengan ulah Ina yang selalu mengikuti kakanya.


Malam itu selepas sholat Magrib karena tak ada niat untuk keluar Nayla hanya memakai baju tidurnya yaitu kaos tanpa lengan dengan gambar barbie dan celana pendek.


" Yang kita keluar yuk" ajak Adit yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.


Nayla menengok kekiri dan kanan mencari siapa yang diajak oleh Adit.


" Ishh ni anak ya..aku tuh ngajak kamu keluar Nay" ucap Adit


" Oh...ngajak aku, gak ahh maless" tolak Nayla lalu ia melanjutkan bermain game di ponselnya.


Adit yang kesal karena di acuhkan oleh Nayla langsung merampas ponsel Nayla dan menyimpan di sakunya.


" Ayo dong Nay kita keluar cari makanan" Adit menarik paksa tangan Nayla namun gadis itu menahannya .


" Gaaakkk maaauu" tolak Nayla


" Sana ama Ina aja, lagian juga kan biasanya ama dia kalo kemana-mana, aku mau masak mie aja tar"


Perkataan Nayla begitu terasa di hati Adit


" Maafin aku Nay, aku tuh gak ada maksud buat nyakitin kamu tapi aku terpaksa" jawab Adit dengan wajah yang nampak sedih.


" Dih...dasar muka sinetron bisa aja aktingnya pake pasang muka sedih segala aku mah dah kebal babang" ucap Nayla sambil menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


Adit pun keluar dari kamar Lilis dengan wajah sedihnya.


Lilis yang melihat sang Kaka nampak murung merasa begitu iba namun ia juga kesal kenapa kakanya mau saja menuruti semua kemauan Ina.


**Haii aku up lagi ni


Biarpun kondisi lagi gak Fit dan tangan sebelah di pasang infus tapi aku jadi semangat baca semua komen dari kalian.


Buat yang orang sunda maaf ya kalau aku suka kepeleset dikit bahasanya maklum aku mah sundanya cuma turunan doang πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Terima kasih buat semua dukungan dan komennya.


Aku kadang suka ketawa sendiri baca komennya**


**Salam Maniss


Amellajj/authorr**

__ADS_1


__ADS_2