
๐๐๐Selamat Membaca๐๐๐
Adit sengaja berhenti disebuah rumah makan, ia sengaja ingin makan malam di luar sebagai permintaan maaf nya buat Nayla dan juga terima kasih buat a' Iwan dan Haris yang sudah membantunya.
Adit mebangunkan Nayla yang masih tertidur di jok belakang
" Yang bangun..kita makan dulu yu" Adit membelai lembut pipi Nayla.
Karena merasa terusik akhirnya Naylapun membuka matanya.
" Aku gak laper, kamu aja gih" Nayla langsung memiringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya lagi tak mau melihat Adit.
cuup
Tiba-tiba Adit naik dan langsung mencium bibir Nayla.
" Kalo kamu gak mau keluar aku yang bakal masuk trus nyiumin kamu sampe kamu mau keluar yang" ancam Adit yang langsung mendapat respon dari Nayla.
Gadis itu langsung membuka matanya dan melangkahi jok didepannya tanpa di lipat dan keluar.
Ia masih kesal dengan Adit yang menariknya paksa hingga membuat pergelangan tangannya memar.
Karena tidak tahu harus berjalan kemana akhirnya Naylapun menunggu Adit.
Adit langsung melingkarkan tangan kanannya di pinggang Nayla dan berjalan menuju saung di mana keluarganya sudah menunggu.
" Maafin aku ya yang" bisik Adit.
Mungkin jika ada yang melihat disangka Adit sedang mencium Nayla padahal hanya membisikan kata maaf.
" Jangan deket-deket ah geli.." Nayla mendorong wajah Adit agar sedikit menjauh.
" Maaf lama tadi bagunin tuan putri dulu" ucap Adit sambil duduk di samping aa dan menarik Nayla agar duduk disebelahnya.
" Kamu mau makan apa yang?" tanya Adit sambil melihat buku menu
" Apa aja " jawab Nayla singkat
A'Iwan langsung merasakan ada yang aneh dengan pasangan baru itu.
Sambil menunggu pesanan mereka datang aa pun memberi wejangan pada Nayla dan Adit.
" Nay...Adit jadi suami istri itu harus saling percaya jangan bentar-bentar curiga trus cemburu, kaya aa ni jauh dari Istri tapi istri aa mah ngerti gak cemburuan padahal disini mah banyak yang mau ama aa kalo di ladenin mah" ucap aa
" Iya aa" jawab Nayla dan Adit bersamaan
" Nay sekarang baikan masa baru sehari dah berantem sih" ucap a' Iwan sambil menggoda pasangan baru di sampingnya.
Nayla hanya mengaduk-aduk sop iga yang ada di depannya entah apa yang sedang ia pikirkan.
Adit hanya memperhatikan istrinya
" Kamu kenapa sih Nay,masih marah gara-gara tadi? aku kan dah minta maaf yang" tanya Adit yang nampak kesal karena Nayla mengacuhkannya
" Kalo kamu masih gak mau makan trus masih diemin aku liat aja tar malem ya" ancam Adit sambil tersenyum
" mau apa tar malem " tanya Nayla yang keceplosan berbicara
Semua melihat ke arahnya lalu tak lama kemudian mereka tertawa .
Wajah Nayla langsung memerah malu
" Kenapa pada ketawa sih" gerutu Nayla
" Kamu tuh hal kaya gitu gak usah di omongin sih Yang cukup kita aja yang tau" bisik Adit
Mereka pun akhir makan malam sambil bersendak gurau menggoda pasangan baru dan kepolosan Nayla.
__ADS_1
" Duduk depan dong yang, masa aku sama Haris sih" protes Adit yang melihat Nayla sudah membuka pintu tengah
" Gak ada alesan ah" Adit membuka pintu depan dan membimbing Nayla agar duduk didepan mendampinginya.
" Sayang maafin aku ya,jujur aku tuh gak suka tau kamu nyebut nama cowo lain didepan aku, aku cemburu Nay" ucap Adit sambil mengelus kepala Nayla lembut.
"Haduhh bikin jiwa jomlo gw meronta aja sih Dit" celetuk Haris yang sedikit iri melihat kemesraan mereka.
" Makanya cepetan atuh punya pacar Ris"
" udah deh gak usah ngeledek tar ade loe gw pacarin mau loe" jawab Haris sambil memainkan alisnya kearah Lilis
Akhirnya mereka pun sampai.
Nayla yang merasa lelah langsung masuk kekamar Lilis dan merebahkan tubuhnya di sana.
Tak menunggu lama akhirnya Naylapun terlelap.
Adit yang baru selesai membersihkan mobilnya langsung masuk kekamar.
Ia melihat tak ada istrinya disana lalu ia keluar mencari di kamar Lilis dan melihat Nayla sudah terlelap tanpa mengganti pakaiannya.
Aditpun langsung mengangkat tubuh Nayla dan memindahkan Nayla kekamarnya.
Adit langsung membersihkan diri lalu ikut berbaring disamping Nayla.
" Kamu kok selalu bikin aku gemes sih yang,apa aku bisa jauh dari kamu ya" ucap Adit sambil menatap wajah istrinya.
Cuppp
Adit mencium bibir Nayla sedikit agak lama hingga Nayla yang sedang bermimpi terusik dan membuka matanya.
" Aa.dit kamu mah gangguin aja sih"
" Yang aku mau minta hak aku" ucap Adit yang langsung menciumi seluruh wajah Nayla
Nayla terus meronta saat Adit sudah tak dapat lagi mengendalikan dirinya.
Ia mencekram kedua tangan Nayla dan mencium paksa gadis itu.
" Lepasin aku ttoo......." Nayla berusaha melepaskan diri dari Adit namun tiba-tiba Adit membungkam mulut Nayla dengan tangannya yang besar
" Jangan berisik Nay, tar didenger orang " bisik Adit
Entah kenapa tiba-tiba ingatan Nayla kembali pada saat Fikar yang hendak melecehkannya
Adit yang tersadar saat mendengar istri nya menangis dan memohon di lepaskan langsung melepaskan Nayla.
Gadis itu langsung menjauh dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
Ia pun menarik selimut dan bantal untuk dijadikan tameng.
" Nay ...sadar Nay ini aku suamimu" Adit berusaha mendekat pada Nayla namun gadis itu langsung menghindar hingga pada saat tubuhnya terbentur di tembok .
" Jangan...aku mohon jangan sentuh aku..." Nayla menangis sejadi-jadinya
" Sayang...ini aku Adit suamimu" Adit terus berusaha mendekat
" Bukan..kamu bukan suami aku...pergi..." teriak Nayla makin tak terkendali
"ttoolooongggg ..."
" Tooolooonggg aku...jangan aku mohonnn"
Nayla terus berteriak dan seketika itu juga wajahnya menjadi pucat karena takut
" Sayang.. aku mohon sadar ini aku Adit .."
__ADS_1
" Bukan...kamu bukan Adit...kamu Fikar.." teriak Nayla.
Hati Adit langsung berdenyut sakit saat Nayla menyebutnya Fikar.
" Sayang..coba liat..ini aku.. " Adit mencoba memaksa Nayla agar melihat wajahnya
Tok...Tok...
tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk dari luar
" Ada apa Dit.." tanya aa yang mendengar suara ribut dari dalam kamar
Aditpun langsung turun dan membukakan pintu untuk aa agar bisa menolong Nayla
" Haii Nyi Iteung ada apa teriak -teriak" sapa aa yang melihat wajah ketakutan Nayla
"Jangan...jangan mendekat aku mohon..." Nayla terus meracau
" Hei... ini aa " a' Iwan menjulurkan tangannya hendak menyentuh wajah gadis itu.
Namun dengan cepat Nayla menepis tangan aa dan ia kembali menggenggam erat selimutnya.
" jangan mendekat aku mohon...hu..hu ttoollongggg..." tangisan Nayla begitu terasa menyayat hati Adit.
Adit tak menyangka masalah yang ditimbulkan Fikar akan berdampak buruk pada Nayla.
Akhirnya aa dapat mendekat pada Nayla dan ia pun langsung menarik gadis yang ketakutan itu masuk dalam dekapannya dan memberinya ketenangan.
Entah doa apa yang di baca oleh aa hingga Nayla bisa tenang dan mulai terlelap dalam dekapan aa.
Setelah menidurkan Nayla dan menaikan selimutnya aa mengajak Adit berbicara empat mata sedangkan Lilis menjaga Nayla dikamar Adit.
Tanpa terasa pagi pun menyapa.
Adit sudah rapi begitupun aa dan Haris serta kedua orang tua Adit.
" Sayang...Nay..." Adit mengelus lembut pipi Nayla
Naylapun langsung membuka matanya perlahan dan melihat sosok Adit yang sudah rapi.
" Kamu mau kemana kok udah rapi Dit?" tanya Nayla yang langsung duduk diatas tempat tidurnya.
" Kan aku udah bilang yang hari ini mau medical chek-up" ucap Adit yang langsung mencium pipi Nayla
"Oh iya aku lupa" jawab Nayla sambil memegang pipinya
Naylapun keluar dari kamar mengikuti Adit.
Nampak aa dan Haris juga sudah siap.
" Itu belek di apus dulu dong Nay" ejek Haris
Naylapun langsung memegang sudut matanya dengan jari telunjuk.
"ihh gak ada juga" ucap Nayla kesal karena pagi-pagi sudah jadi bahan ejekan Haris.
Naylapun melambaikan tangannya saat mobil sudah keluar dari pekarangan rumah Adit.
**Haii semua Maaf ya kalau masih banyak Typo
jangan lupa tetap terus beri dukungan buat authorr
Caranya pasti udah pada tau kannn.....
Salam Maniss
Amellajj/authorr**
__ADS_1