
🌿🌿🌿 Selamat Membaca 🌿🌿🌿
Udara yang dingin membuat Nayla benar-benar membuat mie instan.
Ia pun bergegas kedapur dan memasak mie setelah selesai ia membawa mie nya untuk di makan diruang tengah sambil menonton tv.
Nayla melihat Adit sedang menelpon seseorang, nampaknya ada hal serius yang sedang dibicarakan itu terlihat dari wajah Adit.
Naylapun mengacuhkannya ia kembali fokus pada mie nya.
Lilis datang membawa bungkusan.
"Teh ini Lilis beli'in gorengan" Nayla mengambil bungkusan yang di bawa Lilis dan membukanya.
Ia mengambil satu buah tahu dan memakannya.
"Ayo Lis kita makan mienya barengan"
"Gak ah cuma satu dimakan berdua mah tar yang ada teteh kurang lagi" tolak Lilis.
Setelah selesai menelpon Adit masuk dan langsung duduk disamping Nayla.
Entah ia lupa ingatan atau hanya berpura-pura seakan tak terjadi apa-apa diantara mereka.
Adit duduk sambil melebarkan tangannya hingga menyentuh bahu Nayla.
Nayla melihat tangan Adit yang menempel di bahunya
Adit yang merasa Nayla tidak suka ia merangkulnya berpura-pura acuh.
Nayla menarik nafas dalam sebelum akhirnya ia memakan mie yang ia masak tadi tanpa menawari Adit.
" Bagi dong yang"
" Gak ah..kalo mau bikin sono" Nayla menjauhkan mangkok mienya dari Adit
" ihh pelit amat sih yang"
" Biarin.."
Lilis hanya tersenyum melihat kedua orang didepannya yang nampak berdebat berebut mie.
" Ayo dong Nay kita keluar yuk.." ajak Adit terus memaksa Nayla
" ogah ah...gak selera jalan ama kamu sekarang" jawab Nayla sambil mengigit ujung-ujung jarinya.
" kok ngomongnya gitu sih yang.." tanya Adit nampak tidak suka lalu menurunkan tangan Nayla yang sedang digigiti kukunya .
Nayla hanya nyengir kuda mendengar ucapan Adit lalu ia langsung merubah raut wajahnya karena kesal Adit mengganggu keasikannya yang menggigiti kuku.
Nayla yang hendak kembali masuk kekamar ditarik paksa oleh Adit agar kembali duduk disebelahnya.
" Yang aku tau kamu marah dan kecewa sama aku, tapi aku punya alesan sendiri Nay" Adit berusaha menjelaskan pada Nayla
" Aku udah tau alesannya Dit karena kamu masih sayang ama dia, kalau kamu mau balikan lagi ama Ina aku ikhlas kok" ucap Nayla berusaha tegar walaupun jauh di dalam hatinya ia merasa sakit saat mengucapkan kata " ikhlas"
" Bukan itu Nay alesannya"
" Aku gak mau dia nyakitin kamu" ucap Adit kemudian.
__ADS_1
"Maksudnya? dia mau nyakitin aku? sadar gak sih dengan cara kamu jalan terus ama dia aja itu udah nyakin aku Dit" ucap Nayla masih berusaha tenang
"Iya aku tau Nay"
"Tapi bukan nyakitin yang begitu yang aku maksud.." jawab Adit
"makin gak ngerti aku kamu ngomong apa Dit" jawab Nayla cuek.
Adit tersenyum sambil mengacak-acak rambut Nayla karena gemas.
Lilis yang mengerti jika kedua orang itu sedang ingin menyelesaikan masalahnya akhirnya masuk kedalam kamarnya.
Nayla yang ingin ikut Lilis masuk ke kamar langsung ditahan oleh Adit.
" Kita selesai'in masalah ini sekarang yang, aku tuh gak tahan tau kalo kamu nyuekin aku kaya gini" ucap Adit tapi kali ini dengan tatapan yang tajam.
" Iya tapi suruh dulu tuh piara'an kamu pergi jangan nguping, udah jadi hantu aja masih suka kepo" ujar Nayla kesal
"mereka itu juga kepo gak akan bilang ama orang lain Nay" jawab Adit tak mau kalah
"ya jelas ajalah Dit kalo tuh jurig ngomong ama orang yang ada orang nya pingsan"
" Udah gak usah bahas itu Nay..." potong Adit saat Nayla ingin melanjutkan ucapannya.
" ya udah sekarang jelasin mumpung aku belum ngantuk"
" kalo kamu ngantuk ya tidur aja trus anggap aja aku lagi dongengin kamu" jawab Adit sambil mencium sekilas pipi Nayla.
Nayla langsung memukul kencang bahu Adit
"maen cium aja,udah dicuci belom tuh mulutnya" protes Nayla marah.
" Dengerin aku sekarang yang,aku mau ngomong serius" Adit melepaskan tangannya dari mulut Nayla
"Keluarga Ina itu dikenal karena Bapaknya orang pinter Nay, kamu inget kan waktu pertama kita ketemu Ina dia ngancem aku bakal nyakitin kamu kalau aku gak nuritin dia, aku gak mau kamu kenapa-napa Nay" ucap Adit jujur
" Bokapnya emang lulusan mana kok bisa pinter" jawab Nayla masih gagal fokus dengan apa yang di ucapkan Adit.
"Nay..aku serius..." tatap Adit
"Emang aku salah ya kan cum..." Adit langsung mencium bibir Nayla dan mengigitnya pelan karena kesal gadis itu tak mau serius.
" Adit kamu mah ..." teriak Nayla marah
" maen antuk aja udah kaya tawon" gerutu Nayla kesal sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak
" Aku serius Nay,kalau kamu masih bercanda teruss tar aku cium lagi nih" ancam Adit dan berhasil membuat gadis itu diam dan sedikit menjauh dari Adit.
Aditpun mulai bercerita soal Ayah Ina yang ternyata adalah orang pintar yang bisa ngirim santet atau guna-guna.
Awalnya Adit tak menganggap serius ancaman Ina namun saat Ina memperlihatkan foto Nayla yang ia ambil dari ponselnya Aditpun tak dapat berbuat banyak.
Dan tadi Adit baru ingat dengan aa yang selalu melindungi Nayla.
Ia pun menghubungi a' Iwan dan nasib baik berpihak padanya si aa langsung mengangkat telponnya.
Aditpun menceritakan semuanya dan aa berjanji akan membantu sekuat yang ia mampu untuk melindungi Nayla yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Dari situlah Adit merasa tenang dan ia pun memutuskan untuk tidak menemui Ina lagi.
__ADS_1
" Sayang sekarang kamu mau maafin aku kan?" tanya Adit memelas.
" Gak ...aku masih males ama kamu" ucap Nayla
" Dihhh kok gitu yang..aku kan udah jujur kok kamu masih marah"
" Ya udah..kalo gitu aku tetep bakal maksa kamu buat nikah sama aku besok" ancam Adit
" Aku kan bukan anak kecil Dit bisa di bohongin, nikah itu butuh proses trus ada syaratnya" lanjut Nayla sambil tersenyum mengejek kearah Adit
" Kalo aku bilang semua syarat udah ada apa kamu berani taruhan Nay?" tantang Adit
" Taruhannya apa?" tanya Nayla dengan yakinnya
" Kalau aku udah ada semua syaratnya kamu harus sudah siap buat nikah sama aku besok,biarpun cuma selamatan aja, gimana setuju gak? "
" Iya aku setuju" jawab Nayla dengan yakin
Soalnya seingat Nayla Adit tidak memiliki semua syarat yang dibutuhkannya untuk menikah secara resmi di KUA.
Aditpun berdiri dan mendekatkan wajahnya pada telinga Nayla sambil berbisik " Siapin diri kamu ya yang besok kita Nikah" Adit menggigit kuping Nayla lalu memasang senyum yang sulit diartikan oleh Nayla
" Ihh kamu ngapain sih gigitin aku terus Dit,kemarin leher,tadi bibir, sekarang kuping, trus apa maksudnya tadi kamu bilang gitu?" tanya Nayla masih dengan emosi yang meluap-luap.
" Tenang dong yang, sini duduk dulu yang tenang ya" Adit menarik Nayla agar lebih dekat dengannya lalu mengeluarkan ponselnya.
" Sini dong katanya mau tau" ejek Adit
Naylapun sedikit mendekat, tiba- tiba saja tangan Adit melingkar di pinggang Nayla dan tanga satunya membuka layar ponselnya.
Nayla masih bingung apa maksud dari Adit, ia pun menoleh kearah Adit dan tanpa sengaja ujung hidung mereka bertemu.
Adit pun tersenyum melihat Nayla yang malu
" Ihh sana ahh jauhan dikit " Nayla mendorong wajah Adit sedikit menjauh
Aditpun tersenyum jahil lalu ia pun menjelaskan semua foto yang ada di layar ponselnya.
" Ini foto syarat-syarat buat nikah udah lengkap termasuk foto kamu dan surat keterangan numpang nikah juga udah ada baib"
"ini foto saat aku udah masukin semua berkas-berkas ke KUA disini yang"
" Jadi kamu besok siap-siap aja ya,soal wali kamu kata penghulunya bisa di wakilin tapi harus ada omongan dari Papa kamu dan aku udah nelp Papa kamu dan beliau menyanggupi buat vidio call besok" ucap Adit menjelaskan dengan penuh rasa percaya diri
Nayla nampak shok dengan semua yang Adit jelaskan sampai akhirnya ia bertetiak...
" Ah...... gak....Mau...aku gak mau nikah dulu Dit" teriak Nayla sambil berlari menuju kamar Lilis.
Adit hanya tertawa bahagia melihat ekspresi Nayla yang menurut nya sangat lucu .
**Haii semua semoga kalian semua selalu sehat ya ( gak kaya author)
Maaf ya kalau banyak typo soalnya tangan aku suka gemetar
Terima kasih buat semua yang sudah menyemangati aku.
Salam Maniss
Amellajj/author**
__ADS_1