TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 122


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Semenjak Malam itu Mama tak membuka matanya lagi,atas pertimbangan dan saran dari beberapa orang akhirnya Mama dibiarkan tetap berada diruang perawatan tidak dipindahkankan lagi keruang ICU seperti saran dokter.


Papa yang melihat Nayla kembali terpuruk tak kuasa manahan tangisnya saat melihat putrinya terus menangis memanggil Mamanya.


"Mah..bangun...mama gak kasian sama Nay...Nay janji deh bakal nurut sama Mama,Nay mau deh nikah tapi Nay mohon buka matanya Mah"ucap Nayla pada Mamanya yang terbaring diatas ranjang dengan banyak selang yang kembali terpasang.


Nayla mengelus wajah sang Mama sambil sesekali meciuminya.


"Nay...kamu jangan begitu sayang dari pada nangis terus mending kamu ngaji trus berdoa pada Allah minta diberikan yang terbaik buat Mama" ucap Adit sambil mengelus lembut kepala Nayla dan menenangkannya.


Adit kembali teringat kata-kata Mama Nayla berberapa hari yang lalu,Secara diam-diam Mama menitipkan Nayla kepada Adit seandai mereka berjodoh, namun jika tidak Mama meminta Adit menganggap Nayla sebagai adiknya.


Kini ia sadar ternyata permintaan Mama Nay saat itu seperti sebuah wasiat buat Adit untuk selalu menjaga Nayla.


"Nay...kita jalan-jalan yuk liat-liat lagi kaya kemarin,kan ada Papa sama aa yang jagain Mama"ajak Adit bermaksud menghibur Nayla namun langsung ditolak.


Gadis itu hanya ingin terus berada disisi Mamanya.


Ia merawat Mamanya dengan begitu telaten dari membersihkan tubuh Mamanya dengan air hangat,membersihkan pup nya tanpa rasa jijik,semua Nayla yang lakukan.


Entahlah ia sangat ingin mengurus Mamanya hanya memberinya makan saja yang Nayla tidak berani karena harus melalui selang.


Ia ingat seharusnya hari ini Mamanya sudah boleh pulang.


Papa sudah membeli tempat tidur yang bisa disetting seperti dirumah sakit untuk Mama.Nayla juga sudah berencana untuk mengundurkan diri agar bisa merawat Mamanya nanti.

__ADS_1


Kini kondisi Mamanya kembali menurun bahkan sampai saat ini Mamanya masih belum membuka mata.


Prannng..


tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari luar ruangan.


Papa pun melihat keluar ruangan untuk melihat apa yang jatuhh.


Setelah tidak menemukan benda yang jatuh akhirnya papa pun kembali masuk.


"apa yang jatuh pah?"tanya Nayla


"gak ada Nay tadi Papa udah cari tapi gak ada"jawab Papa


Malam ini Nayla merasakan ada sesuatu yang berbeda lebih terasa dingin dan entah mengapa bulu kudu Nayla sering kali berdiri.


"tumben banget sihh papa sama aa udah tidur"ucap Nay pelan


Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman Nayla segera mengambil wudhu dan ia duduk disamping Mamany sambil mengaji.


Saat Nayla sedang khusu membaca Al-Qur'an tanpa sengaja sudut matanya melihat Mamanya membuka mata,ia pun langsung berhenti mengaji.


"Mah...mau mau apa?"tanya Nayla begitu senang karena akhirnya aang Mama terbangun.


Mama tak menjawab ia hanya tersenyum melihat Nayla denga tangan masih terpasang selang infus ia mencoba mengangkat tangannya dan mengelus lembut wajah putrinya.


"Mama kenapa,mana yang sakit?"tanya Nayla sambil menggenggam tangan Mamanya.

__ADS_1


Lagi-lagi Mamanya tak menjawab ia hanya tersenyum dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Mama kenapa,kok nangis?"tanya Nayla tambah bingung


"sekarang jam berapa Nay"tanya mama dengan suara yang sangat pelan hingga Nayla harus mendekatkan telinganya.


"ohh...jam"Nayla melihat jam di ponselnya


"baru jam 1.15 menit malem mah"jawab Nayla


"masih lama ya ke jam 9 pagi"tanya mamanya lagi


"emang ada apa mah harus nunggu jam 9"tanya Nayla tambah bingung


"gak ada apa-apa neng"jawab mama sambil tersenyum.


Nayla merasa bingung sendiri" ada apa dengan Mamanya?"


"ada apa di jam 9 pagi"


begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran Nayla saat ini.


Ia senang Mamanya sudah bangun dari tidur panjangnya,namun di sisi lain ia jadi bingung sendiri dengan semua yang dibicarakan oleh Mamanya,sementara itu si aa dan Papanya pun begitu pulas tertidur hingga sulit untuk dibangunkan.


Haiii para reader terima kasih sudah mampirr di ceritaku.


Jangan lupa dukung teruss authornya dengan cara Like,Vote,rate dan juga kritsarnya

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/authorr


__ADS_2