TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 239


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah puas bermain di danau Nayla yang kelelahan pun langsung terlelap.


Adit menatap wajah Nayla yang sedang tidur terlihat sangat damai.


"Sayang...coba tiap hari kamu kaya gini, aku pasti seneng banget" Adit mengelus pipi Nayla, ia baru sadar jika ada satu buah jerawat kecil di pipi Nayla.


"Jerawatnya bikin tambah manis aja Nay" bisik Adit sambil mengecup jerawat Nayla lalu ia pun membaringkan tubuhnya disamping Nayla dan tak lama kemudian ia pun ikut terlelap.


Nayla terbangun saat ia merasa ada yang mengusik tidur siangnya.


Ia merasa ada yang menggelitik telapak kakinya.


Dengan mata yang masih berat Naylapun membuka paksa matanya.


Matanya langsung membulat sempurna saat melihat seekor kucing lucu sedang mencakar cakar kakinya.


"Ishh kamu lucu banget sih push..." Nayla langsung menyingkirkan tangan Adit lalu ia langsung mengambil kucing lucu itu dan menggendongnya.


Meong...


meong...


Adit langsung terbangun saat mendengar suara kucing.


"Kucing siapa itu Nay.." tanya Adit sambil mengucek matanya.


"Gak tau..tadi dia bangunin aku Dit, kirain kamu yang lupa tutup pintu trus nih kucing masuk" ucap Nayla sambil mengelus-elus kucing berwarna putih itu dengan lembut.


"Kita pelihara yah Dit.." pinta Nayla


"Kamu kan gak bisa ngurusnya Nay, kan kasian kalo gak keuruss" ucap Adit


"Aku tau Dit..aku aja masih nyusahin kamu dan aku gak bisa ngurus diri sendiri" tiba-tiba wajah Nayla langsung berubah sedih tanpa ia sadari air matanya mengalir...


"Sayang..maaf aku gak maksud ngomong gitu" Adit baru menyadari ia salah bicara


"Maaf Nay..aku ..."


"Iya aku tau Dit..aku aja masih bergantung sama kamu,maaf kalau aku repotin kamu terus" Nayla menghapus air matanya dengan kasar.


"Sayang...maafin aku.." sesal Adit


"Ya udah kamu boleh kok melihara kucing itu" ucap Adit lembut takut membuat Nayla kembali tersinggung.


"Gak usah Dit nanti malah jadi bikin kamu tambah susah" Nayla meletakan kucing mungil itu dikasur lalu menatapnya seakan sedih jika harus berpisah dengan mahluk lucu itu.


"Gak apa-apa Nay kalo kucing itu bisa bikin kamu bahagia aku ijinin" Adit tersenyum saat Nayla kembali mengambil kucing itu dan mengangkatnya tinggi.


Kucing mungil itu seakan mengerti jika Nayla menyukainya ia hanya diam sambil menggesek-gesekan kepalanya pada tangan Nayla.

__ADS_1


"Isshh kamu lucu banget sih push" ucap Nayla pada kucing putih itu lalu menggendongnya.


"Nay...jangan di cium kucingnya ya, cukup aku aja yang kamu cium" ujar Adit saat melihat Nayla ingin mencium kucing lucu itu


Nayla melebarkan matanya saat mendengar celotehan Adit


"Kucing siapa itu teh" tanya Lilis yang baru saja masuk.


"Gak tau Lis tiba-tiba saja ada disini" Nayla asik memainkan hidung kucing itu dengan jarinya.


"Kita duduk disamping yuk" ajak Nayla sambil menggendong kucingnya.


Begitu tiba disamping rumah Nayla baru menyadari jika ada pohon mangga yang sedang berbuah.


"Adit aku mau dong mangga itu" tunjuk Nayla pada pohon mangga yang berbuah tak terlalu banyak itu.


"Beli aja ya Nay, kita cari yang jual, itu masih mentah sayang" ujar Adit sambil memberi alasan agar gadis itu tak salah sangka lagi.


"Tapi aku maunya itu Dit, ayo dong ambilin"


"Satu aja"


Melihat Nayla yang sangat ingin akhirnya dengan sedikit terpaksa Adit pun memetik beberapa mangga yang sudah sedikit setengah matang.


"Liss minjem cobek gih kita rujakan" Nayla nampak semangat begitu melihat mangga yang baru saja Adit petik.


Nayla langsung mengambil pisau yang dibawa Lilis dari dapur.


"Aku mau ngupas mangga lah Dit emang mau ngapain lagi"


"Gak usah Nay biar aku aja yang ngupas" Adit langsung mengupas manga yang ia petik.


Lilis sedang mengulek bumbu rujak sedangkan Nayla melihat sambil bermain dengan kucingnya.


Begitu Lilis selesai membuat bumbu Nayla langsung memakan rujak dengan sangat lahap hingga keringat bercucuran di wajahnya.


Adit mengelap keringat di wajah Nayla dengan tissue.


"Udah Nay..tar sakit perutt" Adit langsung menahan tangan Nayla saat ia hendak mengambil kembali mangga


"Aku masih mau.." rengek Nayla


"Ya udah tiga suap lagi ya.."tawar Adit


"Iya.." jawab Nayla sambil tersenyum manis


"Apa aku bakal punya ponakan ya teh Nay" tanya Lilis.


uhukk..


uhukkk...

__ADS_1


Nayla langsung tersendak saat mendengar ucapan Lilis.


"Apa iya Nay??" tanya Adit dengan wajah berubah


" Apa'an sih abang ama adik sama aja" jawab Nayla


"Aku kan cuma nanya Nay..lagian juga sekarang kamu sensi amat"


"Masa iya sih aku hamill Dit..?" tanya Nayla sambil menatap wajah Adit


"Ih..aku gak tau Nay lagi juga kan kita baru dua kali itunya..." ucap Adit tanpa tau malunya


"Aditt kamu tuh ngomongnya, ada Lillis tuh"


"Biarin aja lagian juga ngertian juga dia dari pada kamu Nay" jawab Adit sambil menoel hidung Nayla


Lilis hanya tersenyum melihat kelakuan Nayla dan Adit yang menurutnya gak ada akurnya tapi malah terlihat lucu dan romantis dimatanya.


"Aku tuh lagi bayangin ya aa anak kalian nanti kaya mana ya, orang tuanya aja kaya gini" ucap Lilis


"Kaya gini gimana Lis" tanya Nayla yang bingung


"Ya...gimana ya kalo Lilis jujur tar malah dipelototin sama si teteh" Lilis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gimana mau punya anak Lis di bikin aja belom" jawab Adit sambil tersenyum melihat kearah Nayla.


Nayla yang tau arah pembicaraan Adit pura-pura tak mendengar pembicaraan adik kaka itu.


"Dihh aku tau Nay kamu tuh pura-pura gak denger kan" ucap Adit yang langsung mengecup pipi Nayla


"Adittt.." Nayla memegang pipinya yang di kecup Adit.


"Cuma pipi aja Nay pelit amat" jawab adit.


Nayla kembali berlatih berdiri dan setelah beberapa menit ia bisa berdiri ia mencoba melangkahkan kakinya yang terasa sangat berat.


Aaahkkk


Hampir saja Nayla terjatuh saat ia merasakan.sakit di tulang keringnya yang sakit beruntung Adit dengan sigap menahan tubuh .


"Akkk sakit Dit.." Nayla meringis saat kakinya terasa berdenyut karena kakinya yang cidera belum kuat menopang beban tubuhnya.


"Sabar sayang kan kita lagi usaha" Adit berusaha memberikan semangat pada Nayla agar tak putus asa.


**Udah dulu ya sampai sini buat hari ini, kita lanjut lagi besok.


Maaf kalau masih banyak typo


jangan lupa Like dan Votenya


Sallam Maniss

__ADS_1


Amelajj/author**


__ADS_2