TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 121


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Entah kenapa hari itu Mama Nay banyak sekali yang diminta dan kata dr.Kartini pun jika dalam2 hari ini Mama Nay sudah bisa makan bubur maka sudah diperbolehkan pulang.


Hari itu Adit kembali datang menemani Nayla kebetulan Papa Nayla ada keperluan hingga ia pun terpaksa harus pergi.


Nayla yang saat itu sedang asik makan nasi padang berdua dengan Adit menatap aneh kearah Mamanya yang sedang terlelap.


"ada apa Nay?"tanya Adit yang ternyata memperhatikan Nayla.


"emmm itu Dit kok wajah Mama putih banget ya"ucap Nayla


"iya wajar dong sayang kan Mama lagi sakit"jawab Adit


"tapi...."


"jangan punya pikiran macam-macam yang,ayo makan lagi"ucap Adit mengalihkan perhatian Nayla


"tap..."belum sempat Nayla melanjutkan ucapannya Adit sudah menyuapinya lagi


"hi...hi aku kaya lagi momong bocah"ucap Adit sambil tertawa


Nayla memajukan bibirnya mendengar ucapan Adit yang mengatainya bocah


Saat mereka bercengkrama ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya.


Tatapan Mata itu nampak begitu kosong entah apa yang ada dalam pikiran wanita yang sedang terbaring diatas ranjang rumah sakit itu.


"ehh Mama udah bangun"


"Mama mau apa"tanya Nayla lembut saat ia melihat Mamanya sedang menatapnya sambil tersenyum


"Mama gak pengen apa-apa Nay,Mama seneng aja liat kamu sama Adit begitu"ucap Mama pelan


Nayla mengerutkan keningnya "begitu gimana Mah?"


"Andai kamu sudah nikah Mama pasti tenang Nay"kini wajah Mama berubah menjadi sendu

__ADS_1


"kenapa Mama ngomong begitu"


"gak apa-apa Nay" kini Mama Nay memalingkan wajahnya seakan enggan melihat wajah putrinya.


Saat Nayla tak melihat wanita itu menghapus air matanya,ia tak ingin putrinya bersedih karena melihatnya menangis.


Seperti biasa selepas sholat maghrib Nayla selalu membaca Al-Qur'an.


Sementara itu selepas sholat Maghrib Adit duduk disisi Mama Nay,entah apa yang dibicarakan oleh keduanya Nayla hanya melihatnya sekilas lalu ia kembali khusu pada kitab suci yang sedang ia baca.


Merekapun ngobrol didepan ruangan karena tidak mau membangunkan Mama yang sedang terlelap.


A'Iwan datang bersama Papa Nay,begitu sampai aa sedikit berbasa-basi dengan Adit.


"Nay mama tidur dari jam berapa"tanya a'Iwan


"dari abis magrib a, ada apa emangnya"tanya Nayla bingung


"gak ada apa-apa"


Entah lah apa yang sedang si aa lakukan ia memijit jari-jari kaki Mama dan menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


Kebetulan malam itu Susi dan beberapa tetangga datang membesuk namun karena Mamanya tertidur mereka pun tak lama.


Nayla memperhatikan wajah Mamanya nampak ada yang berbeda tapi apa Nayla tidak tahu yang jelas terlihat hanya wajah Mamanya putih bersih seperti kapas.


"Nay...sini duduk deket aa" perintah a'Iwan sambil menepuk tempat kosong disampingnya.


Tanpa banyak kata Naylapun menuruti perkataan a'Iwan ia duduk disebelah a'Iwan.


"Nay...dari yang aa liat Mama hanya badannya aja yang ada disini tapi rohnya gak ada"ucap a'Iwan,ia menarik nafas dalam lagi sebelum melanjutkan ucapannya, ia menatap Nayla ia tak tahu apakah gadis disampingnya ini akan mengerti dengan apa yang akan ia sampaikan atau tidak.


"Nay ngerti gak apa yang aa omingin tadi"tanya si aa memastikan


Dan betul saja gadis itu menggelengkan kepalanya bertanda ia belum mengerti dengan apa yang aa ucapkan barusan.


"begini loh Nay segala sesuatunya kita serahkan saja pada Allah,apa pun yang akan terjadi kedepannya berarti itu yang terbaik buat Mama Nay"

__ADS_1


Nampak wajah Nay mulai berkaca-kaca ia mulai mengerti kemana arah pembicaraan si aa.


"Kenapa aa ngomong gitu?Nay yakin kok kalo Mama bakal sembuh"protes Nalya


"Nay...sekarang ini yang aa liat tubuh Mama itu kosong,kalo kata orang sunda mah lagi diayang-ayang"jelas aa


"apa'an a diayang-ayang?"tanya Nayla bingung dengan istilah yang si aa ucapkan


"itu loh Nay sekarang tuh Mama Nay lagi diajak kesuatu tempat, sedang diperlihatkan segala sesuatunya yang aa juga kurang faham soal itu ya"ucap aa berusaha dengan sabar menjelaskan pada Nay.


Nayla hanya diam tak mampu berkata-kata,tiba-tiba ia melihat pria bersorban sedang berdiri disisi Mamanya.


"Jangan...jangan bawa Mama Nay" teriak Nayla histeris


ia jelas melihat pria bersorban itu menitikan air mata saat melihat Nayla yang tak bisa menerima kenyaataan.


"jangannnn ....jangannn bawa Mama Nay...tolong jangan bawa..." tangisan Nayla terdengar begitu menyayat hati hingga Bu Netty langsung masuk keruangan Mama Nay untuk melihat keadaan Nayla.


Ia melihat Nayla sedang meraung-raung disamping Mamanya,sempat terpikir oleh bu Netty kalau Mama Nay sudah meninggal.


Ia pun segera menepis pemikirannya saat melihat dada Mama Nayla masih naik turun bertanda masih bernafas.


Ia langsung memeluk Nayla berusaha menenangkannya.


Mungkin karena lelah menangis akhirnya Naylapun tertidur didalam dekapan Bu Netty.


Adit dan aa memutuskan untuk tidak pulang mereka khawatir dengan keadaan Nayla.


Akhirnya merekapun tertidur dengan beralaskan tikar .


Haiii para reader terima kasih sudah mampir diceritaku.


Jangan lupa beri dukung buat author dengan cara Like,Rate dan juga kritsarnya author tunggu


salan manis


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2