TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab344


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Pagi itu Nayla sudah berdandan rapi biarpun natural namun terlihat cantik.


Semenjak Ryan dipindah ke ruang perawatan Adit meminta untuk menjaga Ryan jika malam agar Nayla dan Damra dapat beristirahat.


Begitu sebaliknya jika pagi sampai malam Nayla dan Damra yang menemani Ryan.


"Cieee tumben pake lipenstip loe" goda Damra saat Nayla memoles bibirnya dengan warna coklat.


"Lipenstip?" tanya Nayla bingung


"ET dah masa gak ngerti loe Nay, lipenstip itu lipstik Nay" tutur Damra menjelaskan.


Nayla tersipu malu saat Damra terus menggodanya.


"Ra ... kita beli lontong sayur Padang dulu yuk, kayanya enak buat sarapan"ajak Nayla, Damrapun hanya mengangguk setuju.


Setelah membeli 3bungkus lontong sayur dengan daun pakis merekapun langsung menuju kerumah sakit.


"Assalamualaikum" Nayla langsung memberi salam ketika membuka pintu.


Adit dan Ryan pun langsung menoleh kearah pintu.


"Hemmm suami dan mantan rivalnya lagi akur banget ya Nay" bisik Damra


Nayla hanya tersenyum mendengar ucapan Damra.


"Sarapan dulu Dit,ni aku bawain lontong sayur" Nayla langsung duduk disamping Ryan,Adit yang mengerti langsung sedikit menjauh sambil menunggu lontong sayur yang sedang dituangkan oleh Damra kedalam mangkuk.


"Kamu udah sarapan Mas"tanya Nayla lembut.


"Udah sayang"


"Kok kamu cantik banget yang hari ini"Ryan menatap wajah Nayla dan seketika itu juga Nayla tersipu malu mendengar pujian dari Ryan.


"Masa cantiknya hari ini aja Mas, kemarin-kemarin gak cantik dong"


"Sama kok sayang cantik juga,tapi hari ini lebih cantik lagi" puji Ryan lagi sambil meraih tangan Nayla dan mengecupnya.


"Haduhhh pagi-pagi udah liat yang romantis-romantisan, bikin iri aja" celetuk Damra saat melihat Ryan mengecup lembut tangan Nayla.


Nayla dan Ryan tersenyum kearah Damra "Makanya jangan jomblo melulu" ucap Nayla.


Sesaat Nayla memperhatikan Adit dan Damra, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja muncul ide dalam pikirannya untuk mempersatukan mereka.


Nayla tersenyum saat membayangkan bagaimana jika benar nanti Adit dan Damra bisa bersama.


"Sayang..."


"Yank...kamu lagi mikirin apa kok senyum-senyum gitu" tegur Ryan yang melihat Nayla tersenyum sendiri.


"Gak apa-apa Mas"jawab Nayla yang tersipu malu karena ditatap oleh Ryan.


Setelah sarapan Adit langsung pamit untuk kembali kepenginapan dan beristirahat.


Entah kenapa Nayla ingin selalu berada disisi Ryan.


Bahkan saat Ryan tertidur Naylapun tetap tak mau jauh.

__ADS_1


"Nay...gw mau cari cemilan dulu ya,loe mau nitip apa"tanya Damra yang merasa bosan.


"Titip kuaci ya,kalo ada yang putih"


"Woii ini tuh di Padang,gw mana tau ada apa gak disini kuaci"protes Damra


"Ya udah, terserah deh mau dibeliin apa yang penting cemilan" akhirnya Nayla mengalah.


Setelah Damra keluar Naylapun ikut merebahkan dirinya disamping Ryan yang tertidur pulas.


Namun Nayla tersentak kaget saat lengannya menyentuh lengan Ryan yang terasa begitu dingin.


"Mas...mas kamu kok dingin banget sih" Naylapun menyentuh dahi,lengan dan bagian-bagian tubuh Ryan lainnya namun sama semua terasa dingin.


Seketika itu juga Nayla langsung merasa takut,ia pun segera memencet bel untuk memanggil suster.


Tak berapa lama kemudian seorang suster pun masuk dan mengecek kondisi Ryan.


Tanpa banyak bicara suster itupun segera memanggil dokter.


Seorang suster pun meminta Nayla untuk sedikit menjauh agar dokter dan para perawat bisa melakukan tugasnya.


tubuh Nayla seketika itu langsung lemas, ia pun tak mampu lagi berdiri.


Damra yang baru saja tiba langsung kaget melihat beberapa suster dan seorang dokter sedang memberi pertolongan kepada Ryan.


Ia pun langsung melemparkan makannya yang ia beli dan langsung memeluk Nayla yang terduduk lemas di atas lantai.


Tak ada air mata yang keluar dari kedua mata Nayla namun tatapannya kosong menatap kearah pada dokter dan perawat yang sedang menangani Ryan.


"Nay ..Nayla..." Damra menepuk-nepuk lembut pipi Nayla namun tidak mendapatkan respon dari Nayla.


Sementara itu di penginapan Adit yang baru saja terlelap dikejutkan oleh suara ponselnya


Awalnya ia berusaha mengabaikan panggilan itu dengan menyembunyikan ponselnya dibawah bantal.


Namun karena ponselnya terus saja berdering akhirnya ia pun terpaksa menerima panggilan telpon itu dengan mata yang masih terpejam.


"Iya Hallo.."


"Wa'alaikum salam..."


"Apa...."


"Iya aku segera kesana..."


Dengan tergesa-gesa Adit pun langsung mencuci muka dan menganti pakaiannya lalu segera menuju rumah sakit.


Tak butuh waktu lama Aditpun tiba dirumah sakit, ia pun langsung menuju ruangan Ryan.


Begitu tiba diruang perawatan Ryan Aditpun terkejut, apalagi saat melihat Nayla.


Ia pun langsung menghampiri Damra yang sedang memeluk Nayla.


"Ryan kenapa Ra?" bisik Adit


"Gak tau Dit,tadi pas aku masuk udah rame begini" balas Damra sambil berbisik.


Setelah berusaha hampir satu jam akhirnya dokter pun menghampiri Adit.

__ADS_1


Entah apa yang dibicarakan oleh dokter,Adit nampak mengusap kasar wajahnya, lalu melihat ke arah Nayla.


Damra melebarkan matanya saat ia melihat seorang suster mencopot selang infus lalu mengangkat kedua tangan Ryan dan meletakkannya diatas perut lalu menarik selimut dan menutupi wajah Ryan.


"Tidak....tidak jangan" tiba-tiba saja Nayla berlari kearah Ryan dan langsung memeluk tubuh Ryan sambil berteriak memanggil nama Ryan.


"Jangan ditutup ..."


"Suster tolong selametin suami saya" teriak Nayla histeris sambil menguncang-guncang tubuh Ryan.


"Maaf ibu..."ucap sang suster sambil menunduk lalu perlahan mundur karena isyarat dari Adit.


Damra langsung memeluk Nayla sambil terus berusaha menenangkannya.


Adit langsung menghubungi kantor tempat Ryan bekerja untuk memberi kabar duka itu.


Nayla terus saja menangis sambil memanggil nama Ryan.


Karena terlalu lama menangis akhirnya Naylapun tak sadarkan diri.


Adit yang kebetulan berada didekat Nayla langsung membopong tubuh Nayla dan menidurkannya di bangku yang terdapat di ruangan itu.


Sementara Damra menunggui Nayla yang masih tidak sadarkan diri, Adit sibuk mengurus segala sesuatunya baik itu Administrasi dan juga tentang kepulangannya ke Jakarta.


"Masss...kamu jahat...kenapa kamu ninggalin aku mass...."


"Aku mohon mass bangun....ingat anak-anak kita masih butuh kamu"


"Aku juga masih butuh kamu mass..."


"Mass Ryan bangun......hik....hik..." Nayla berteriak sekencang mungkin sambil terus memanggil nama Ryan.


Damra yang mendampingi Nayla tak henti-hentinya menangis ikut merasakan kesedihan yang kini Nayla rasakan.


Begitupun dengan Adit, ingin rasanya ia memeluk Nayla dan membiarkannya menangis dalam pelukannya,namun ia sadar akan posisinya saat ini.


"Nayla...kamu yang tabah ya,aku yakin kamu pasti kuat Nay..." bisik Adit di telinga Nayla


"Kamu gak tau gimana rasanya Adit, aku gak tau apa aku kuat ..." ucap Nayla disela-sela Isak tangisannya.


"Kamu gak boleh kaya gitu Nay, kasian anak-anak, mereka masih butuh kamu,kamu harus kuat" Adit dan Damra tak henti-hentinya menguatkan Nayla.


Sementara itu begitu mendapat kabar duka kedua orangtua Ryan langsung menuju kediaman Ryan.


Dirumah Empok dan Lilis sibuk mengasuh ketiga putra dan putri dari Nayla dan Ryan,serta Adit, sementara itu para tetangga nampak sibuk mengeluarkan bangku yang ada diruang tamu.


Hallo dah up lagi ni,jangan lupa ya tetap kasih dukungan buat author.


Like


Rate


dan komen nya author tunggu ya


Kalau ada yang mau kasih gif atau vote juga boleh.


Salam Manisss


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2