
SELAMAT MEMBACA
Dengan ditemani oleh Ardina, Rania pun akhirnya ikut dengan Fahri.
"Muka kamu jangan ditekuk kaya begitu dong sayang,gak enak banget dilihatnya"ucap Fahri
"Apaan sih sayang-sayang segala,gak malu tuh sama tunangan loe" ucap Rania ketus.
"Galak banget sih sayang,untung aku sayang"ucap Fahri sambil tersenyum.
"Kalau enggak emangnya kenapa?"tanya Rania
Cantika menatap tidak suka kepada Rania,ia merasa kesal karena Rania Fahri bisa berpaling darinya.
"Katanya mau kesuatu tempat,ini malah kerumah loe RI"ucap Rania
"Ya gw kan harus pulang dulu sayang buat ganti bajyann
"Terserah loe aja dah RI"ucap Rania
Mereka pun tiba di rumah Fahri,tidak perlu menunggu lama setelah Fahri selesai bergantian pakaian mereka pun melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat.
Rania begitu terkejut saat mereka tiba di sebuah gedung dengan 20 lantai.
"Dih kenapa jadi bengong begitu sayang" ucap Fahri sambil tertawa.
"Gedung siapa yang loe akuin RI"tanya Rania masih tidak percaya
"Ckk ini gedung dulunya punya bokap gw Ran,tapi sekarang gw yang nerusin"ucap Fahri menjelaskan kepada Rania agar gadis itu percaya ia pun mengajaknya untuk masuk kedalam.
Rania hanya menurut saja saat tangannya di tarik agar mengikuti Fahri.
"Ri bisa gak loe gak usah pegang-pegang cewe lain saat ada gw"ucap Cantika cemburu.
"Gak ada urusannya sama loe,lagi juga loe itu bukan siapa-siapa buat gw"jawab Fahri
"Loe dasar cewe gak tau malu,loe udah ngerebut cowo gw" ucap Cantika sambil menarik bahu Rania.
Rania yang memang tidak mau kalah apalagi jika ia merasa tidak bersalah.
"Coba loe pikir yang gak tau malu itu siapa?udah jelas-jelas dia gak mau sama loe masih maksa aja,lagijuga papanya Fahri udah setuju sama hubungan gw" ucap Rania dengan santainya.
Ia tidak perduli jika beberapa orang sedang menatap kearah mereka.
Tanpa sepengetahuan mereka Fahri memanggil scurity untuk memaksa Cantika keluar dari perusahaannya.
Cantika yang tidak terima terus saja meronta sambil mengeluarkan kata-kata kasar yang ia tujukan kepada Rania.
"Udah Ran gak usah didengerin apa yang di ucapkan oleh Cantika tadi" ucap Fahri sambil menggenggam tangan Rania.
Mereka pun masuk kedalam lift dan dalam sekejap mereka susah tiba dilantai 15 tempat dimana ruangan Fahri berada.
Untuk sesaat Rania masih tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.
Didepan pintu tertulis nama Fahri dan juga tulisan Dirut.
"Loe bohong kan gw masih belum yakin kalo ini beneran kantor loee Fahri "ucap Rania masih belum yakin.
Sedangkan Ardina hanya tersenyum mendengar perkataan Rania.
"Loe masih gak percaya karena loe takutkan gw nikahin loe,gw harap loe gak ingkar janji Rania" ucap Fahri sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sementara itu Cantika yang begitu marah akibat di tarik paksa agar keluar dari kantor yang diklaim milik Fahri.
Ia pun membuat keributan di parkiran, seorang scurity yang mengetahui aksinya langsung menghubungi Fahri.
Sementara itu Fahri yang sedang pamer ruang kerjanya kepada kedua gadis itu langsung menjauh saat menerima panggilan dari scurity yang bertugas menjaga dibawah.
Wajahnya terlihat marah,ia pun langsung pamit sebentar untuk segera kebawah menyelesaikan sedikit masalah yang dibuat oleh Cantika.
Sementara itu kedua gadis itu nampak sedang melihat-lihat gambar yang menempel di dinding ruangan itu.
Setelah menunggu lama" akhirnya mereka pun jenuh dan memutuskan untuk kembali kebawah.
Mereka pun segera menaiki lift, awalnya lift berjalan biasa saja namun lama-lama Rania merasa ada yang aneh harusnya mereka sudah tiba dilantai bawah tapi kenapa hampir dua puluh menit lift belum juga tiba dilantai dasar.
"Ar,kok lsedaabanget ya gak nyampe-nyampe"ucap Rania
"Iya juga sih,kalau macet kan harusnya berhenti ya,tapikan ini jalan terus liftnya"ucap Ardina.
Tiba-tiba saja lampu didalam lift berkedap-kedip.
__ADS_1
Ardina langsung berpegangan pada Rania yang nampak biasa saja.
"Perasaan gw gak enak Ar" ucap Rania terlihat tenang saja.
Tiba-tiba saja bulu kuduk Rania dan Ardina pun meremang tanpa sengaja Rania melihat sosok wanita sedang berdiri dibelakang Ardina.
Rania sengaja diam saja tidak memberitahu Ardina jika ada hantu dibelakangnya,namun sialnya Ardina menengok kebelakang dan saat itu juga ia langsung berteriak
"Hantu ....." teriak Ardina sambil menutup wajahnya dengan tangan.
"Sana loe pergi,gw gak takut sama loe"ucap Rania sambil memeluk Ardinkee
Sementara itu dibasemen Fahri nampak sedang adu mulut dengan Cantika,ia terlihat begitu marah hingga akhirnya ia meminta pada scurity agar menariknya keluar dari area gedung itu.
Setelah berhasil menyingkirkan Cantika ia pun berniat kembali keruang atas dimana ia meninggalkan Rania dan Ardina.
Namun baru saja pintu lift terbuka ia sedikit terkejut karena melihat Rania yang sedang memeluk Ardina.
"Loh kalian mau kemana?itu Ar kenapa?" tanya Fahri
"Kita bosen nunggu loe diatas jadi kita putusin buat nunggu di parkiran aja,tapi sial banget tadi ketemu sama penunggu liftnya" ucap Rania
"Ya udah ayo kita pulang,oh iya sekarang loe udah percaya kan,jadi siap-siap aja buat kita nikah"ucap Fahri sambil tersenyum.
"Dih gak sekarang juga tunggu dua atau tiga tahun lagi"ucap Rania
"Lah kan perjanjiannya kemarin gak begitu sayang,loe sportif dong" ucap Fahri
"Loe selesaiin dulu aja tuh masalah loe sama tuh cewe"
"Udah selesai sayang"jawab Fahri.
Mereka pun langsung masuk kedalam mobil,namun baru saja mobil Fahri baru keluar area kantor tiba-tiba saja seseorang menimpuk kaca mobilnya dengan baru berukuran besar hingga membuat kaca mobil dibagiaan depan sebelah kiri pecah dan beruntungnya tidak mengenai Rania.
Si bocil pun tidak terima akhirnya ia pun mendorong seorang wanita yang hampir saja melukai Rania hingga jatuh tersungkur dan hampir saja tertabrak oleh Fahri.
Fahri pun langsung turun dan betapa terkejutnya ia saat melihat Cantika yang tersungkur sambil menggenggam satu buah batu berukuran sedang.
"Kayanya gw harus laporin loe kekantor polisi Tik" ancam Fahri
"Laporin aja gw gak takut,lagi juga loe kan gak ada bukti"tantang Cantika tanpa merasa takut.
"Gw punya bukti Tik, kamera dasboard gw"ucap Fahri sambil kembali masuk kedalam mobilnya.
Fahri yang merasa sudah kesal dengan ulah Cantika berusaha mengacuhkan teriakan Cantika dan langsung tancap gas meninggalkan area kantornya.
"Ri dia kan saudara loe,masa ditinggal sih"protes Rania
"Biarin aja Ran, dia tau kok jalan pulang" ucap Fahri.
Tanpa diminta Fahripun menceritakan semuanya tentang Cantika sekaligus soal perjodohannya dengan Cantika atas usul ibu tirinya yang sampai saat ini tidak ia terima.
Fahri pun meminta Rania dan Ardina untuk menunggu sebentar dirumahnya.
Tidak lama kemudian seorang pria yang dipanggil om oleh Fahri pun tiba,ia tersenyum saat melihat kehadiran Rania dan Ardina
Kedua gadis itupun langsung mencium tangan om nya Fahri.
Tanpa berbasa-basi om nya a Fahri langsung bertanya apakah betul jika Rania sudah mau untuk diajak menikah dalam waktu dekat ini .
Rania yang ditanya hanya tercengang masih belum dapat percaya jika ucapan yang dikiranya hanya gurauan saja ternyata ditanggapi serius oleh Fahri.
"Dih ditanya malah bengong,awas ilernya jatuh itu" ucap Fahri bercanda.
"Aku belum tau om,aku kira kemarin cuma bercanda aja"jawab Rania sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah om tidak mau memaksa jika kamu belum siap" jawab om nya Fahri yang bernama om Heru.
"Yeesss "ucap Rania kegirangan saat om Heru tidak mendukung sepenuhnya pada Fahri
"Dih om gimana sih,om gak asik lah"ucap Fahri pura-pura merajuk.
"Ha..ha...ha kasihan gak ada yang dukung loe" ejek Rania pada Fahri.
Setelah mereka ngobrol sebentar akhirnya mereka pun pamit pulang,dan saat Fahri hendak mengantar kedua gadis itu tiba-tiba saja seseorang membuka pintu secara kasar.
"Fahrii loe gak bisa ninggalin gw begitu aja,loe harus bertanggung jawab gara-gara loe kesucian gw udah ilang" ucap Cantika sambil marah-marah.
"Dia bilang apa?"tanya Rania pura-pura tidak mengerti dengan apa yang Cantika ucapkan barusan.
"Jangan percaya sama omongan dia sayang,loe pasti ngerti kan gimana gw"ucap Fahri pada Rania.
__ADS_1
"Gak usah pura-pura lupa RI,kita ngelakuin itu karena sama-sama suka" ucap Cantika lagi.
"Gak usah mimpi Tika,gw ada bukti kalau itu bukan gw tapi mantan cowo loe" ucap Fahri lagi dengan santainya.
Cantika terus saja tidak mengakui jika itu mantannya akhirnya dengan sangat terpaksa Fahripun mengeluarkan ponselnya lalu menunjukan sebuah rekaman video pendek di ponselnya dan seketika itu juga Cantika terdiam.
Hantu kecil yang selalu mengikutinya Rania pun tidak tinggal diam, lagi-lagi ia mendorong Cantika hingga terjatuh.
Ingin rasanya Rania tertawa tapi ia tidak tega, akhirnya ia pun mengulurkan tangannya bermaksud membantu Cantika untuk berdiri.
Karena gengsi Cantika pun menolaknya,ia berusaha untuk berdiri namun baru saja ia hendak berdiri lagi-lagi sosok anak kecil itu menjahilinya dengan menyobek rok Cantika yang hanya sebatas setengah paha saja.
Rania menatap sosok kecil yang berdiri disebelah Cantika sambil tersenyum.
Fahri yang juga tau jika itu ulah penjaga Rania hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Cantika yang merasa malu akhirnyapun pergi sambil mengulurkan kata-kata yang kasar yang entah ia tujukan kepada siapa.
Setelah Cantika pergi Fahripun segera mengeluarkan mobilnya yang lain sebab mobil yang biasa ia pakai mengalami kerusakan akibat ulah Cantika.
Sebelum tiba dirumah Rania meraka pun sempat mampir di pedagang martabak kesukaan Rania.
Setelah membeli beberapa buah martabak dengan aneka rasa mereka pun langsung pulang.
Karena hari sudah larut malam,Fahripun tidak mampir kerumah Rania.
Sementara itu di hotel tempatnya menginap Cantika nampak sedang meluapkan rasa kesalnya dengan mengacak-acak apapun yang ada disana.
Mendapatkan kesempatan sosok bocil itupun kembali mengerjai gadis itu diawali dengan lampu yang berkedap kedip sendiri.
Awalnya Cantika berpikir jika lampu kamar hotel itu hampir putus,namun saat ia menelepon resepsionis untuk memberitahukan hal itu tiba-tiba saja ia mendengar suara orang tertawa dengan suara yang menyeramkan ia pun langsung menutup telponnya.
Tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat saat ia mendengar suara air di kamar mandinya yang menyala sendiri.
Ia pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi dan saat pintu ia buka ternyata semau kran tertutup rapat.
Ia pun merasa heran dengan jelas ia tadi mendengar suara kran kamar mandi yang terbuka,ia pun menutup kembali pintu kamar mandi dan baru saja ia hendak melangkah tiba-tiba saja suara air itu terdengar lagi, Cantika pun kembali membuka pintu kamar mandi dan lagi-lagi tidak ada satupun kran yang terbuka.
Karena merasa penasaran ia pun membuka lebar-lebar pintu kamar mandi lalu ia pun kembali menuju tempat tidurnya.
Prankkkk
Baru saja ia duduk ia mendengar seperti ada gelas yang jatuh,lalu Cantika pun menuju ruang tengah dan ternyata tidak ada apa-apa.
Ia pun merasa bingung sendiri,baru saja ia hendak kembali ke kamarnya
Bruakkkkk
Terdengar suara pintu tertutup kencang hingga mengeluarkan suara dentuman keras.
Semakin lama semakin banyak keanehan yang ia alami hingga akhirnya ia pun merasa begitu ketakutan.
Ia meringkuk di sudut kamar sambil menutup wajahnya dengan sprei yang sudah ia berantakin tadi.
Cantikaaaa....
Ia semakin ketakutan saat mendengar suara yang begitu halus memanggil namanya.
Berkali-kali suara itu terdengar semakin dekat bahkan seperti sedang berada didepannya.
Ia pun memberanikan diri untuk membuka sedikit sprei yang ia pakai untuk menutupi wajahnya.
Dan saat sprei itu sedikit terbuka dengan jelas ia melihat sepasang kaki yang tidak menapak dilantai ada dihadapannya,ia pun melihat dari kaki lalu naik keatas perlahan dan alangkah terkejutnya ia saat melihat wajah sosok yang menakuti-nakutinya.
Wajah sosok itu seperti anak kecil dengan wajah yang pucat dan rambut yang panjang terurai dan bola mata yang hampir saja copot dengan wajah penuh luka.
Karena takut akhirnya Cantika pun tidak sadarkan diri.
Setelah puas menjahili Cantika sosok bocil itu pun menghilang.
Sementara itu Rania tertidur dengan sangat pulasnya.
Pagi pun tiba Cantika terbangun dari tidurnya merasakan kepalanya berdenyut tanpa sengaja ia ingat dengan kejadian tadi malam.
Tanpa pikir panjang lagi ia pun langsung berkemas dan segera cek out dari hotel itu.
Berhubung Rania sudah tau tentang pekerjaannya saat ini Fahripun berniat mengajak Rania untuk berkerja bersamanya.
Ia sedikit lega saat mendapat kabar dari om Heru jika Cantika sudah kembali ke Kalimantan pagi tadi.
Saat sore tiba Fahri langsung mampir kerumah Rania sepulang kerja,namun sialnya ia tidak bertemu dengan Rania karena gadis itu sedang berada di tempat fitnes papanya.
__ADS_1
Sementara itu hubungan Radit dengan Karina semakin hari semakin dekat hingga Raditpun memutuskan untuk lebih serius dengan gadis itu.
Tentu saja Nayla dan yang lainnya sangat setuju dengan keputusan Radit.