
Selamat Membaca
Sore itu Nayla, Damra dan Ryan menghabiskan waktu makan di cafe yang baru buka milik temannya Ryan.
Nayla memesan makanan kesukaan ia makan dengan sangat lahap entah karena lapar atau memang enak hingga ia pun meminta nambah
Saat sedang asik makan sayup-sayup Nayla mendengar suara yang sangat ia kenal, Naylapun mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia yakini adalah Adit.
Benar saja ia melihat Adit dan teman-temannya dan juga wanita itu sedang asik bercengkrama.
Hati Nayla terasa sakit saat melihat Adit yang dengan santainya merangkul wanita itu.
Ryan dan Damra yang melihat Nayla menunduk sedih langsung mencari sebab dari perubahan raut wajah Nayla.
"Bener ya Adit pengen gw jadiin perkedel tuh cowok" ujar Damra memaki Adit.
Berbeda dengan Ryan yang nampak santai namun otaknya sedang memikirkan suatu rencana.
"Aku harus kuat"
"Aku harus Kuat"
"Aku bukan wanita lemah sekarang" ucap Nayla menyemangati dirinya sendiri.
"Aku gak apa-apa teman, biar aja dia senang-senang ama temenya, aku juga punya kalian yang selalu bikin aku seneng" ucap Nayla sambil menghapus air mata yang terlanjur mengalir di pipinya.
"Aku suka kamu yang kaya gini Nay"
"Tunjukkin sama Adit ada banyak cowo yang masih ngincer kamu, misalnya aku" ucap Ryan yang entah bercanda atau serius hanya dia saja yang tau.
Damra dan Nayla melihat kearah Ryan secara bersamaan.
"Kompak amat sih kalian berdua" ucap Ryan yang langsung meneguk es kopi
Sementara itu Adit secara tidak sengaja melihat Nayla dan teman-temannya.
"Astaga ada Nay" desis Adit pelan.
Dika yang berada di samping Adit langsung mencari sosok yang Adit sebutkan.
"Bukannya itu ..." Dika tak melanjutkan kata-katanya karena Adit langsung menatapnya memberi isyarat agar diam.
Nayla yang kebetulan juga secara tak sengaja melihat kearah Adit langsung membuang muka pura-pura tak melihat.
Wanita yang bersama Adit berdiri entah ingin kemana tak lama kemudian Aditpun ikut berdiri dan mengikuti wanita itu.
"Dasar kadal,buaya Buntung kesel gw Nay" secara tidak sadar Damra meremas kasar lalapan yang ada didepannya hingga hancur tak berbentuk.
"Ih Ra kok kamu yang marah sih" Nayla bertanya dengan polosnya.
"Karena loe udah kaya adik gw Nay makanya gw gak suka dia nyakitin loe" jawab Damra berapi-api.
Nay pun pamit sebentar karena ingin buang air kecil.
Setelah bertanya pada salah satu pegawai dimana letaknya toilet Naylapun segera berjalan menuju arah yang tadi karyawan itu tunjukan.
Setelah menemukan toilet Naylapun segera masuk dan menuntaskan hasratnya yang sudah tak mampu ia tahan.
"Aihh lega banget akhirnya pipis juga" Nayla berbicara sendiri sambil mencuci mukanya di wastafel saat ia melihat kaca sepintas ia melihat ada sosok yang masuk ke dalam kamar mandi paling belakang.
__ADS_1
Nayla yang penasaran akhirnya menatap kearah kaca lama menunggu sosok itu kembali melintas.
Setelah menunggu beberapa menit sosok itu tak juga muncul akhirnya ai pun memutuskan segera keluar dari kamar mandi namun saat ia akan membuka pintu ia tak dapat membukanya seperti terkunci.
"Ihh kenapa ni pintu kok gak bisa dibuka sih" gerutu Nayla yang mulai kesal.
"Hallo bukain dong pintunya" Nayla menggedor-gedor pintu berharap ada yang menolongnya.
Tak kehabisan akal ia pun mengeluarkan ponselnya namun sial ternyata baterei nya habis.
"Ihh kok bisa kaya gini sih, gw gak takut ama loe hantu" teriak Nyala kesal.
Ia pun kembali membasuh wajahnya dengan air agar terlihat lebih segar.
Alangkah terkejutnya Nayla saat mengangkat wajahnya dan melihat keca
"Astaghfirullah Al Azim" ucap Nayla lalu kembali menunjukkan kepalanya menatap lantai yang berwarna putih.
Seketika itu juga jantung Nayla berdegup kencang saat ia melihat sosok wanita yang sedang berdiri diujung kamar mandi sambil menatap nya.
"Tante Kun aku kan gak bikin salah sama kamu tolong jangan ganggu aku" ucap Nayla pelan dengan suara sedikit bergetar karena takut.
hi.....hiiii
sosok itu tertawa dan berhasil membuat lutut Nayla lemas.
Ia pun segera membaca doa apa pun yang ia hafal dan berharap sosok itu segera pergi dan pintu bisa dibuka.
Nayla bersandar pada tembok kerena lemas.
"Ya Allah tolong aku"
Cklekkkk
tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka dari luar lalu tak lama kemudian muncul wanita cantik bertubuh tinggi dan ramping yang Nayla tau adalah temannya Adit.
"Haii kamu ad disini juga ya" sapa wanita itu sambil menjulurkan tangannya mengajak berkenalan.
Aesaat Nayla mentap tangan wanita itu
" Haii juga..." akhirnya Naylapun membalas sapaan wanita itu.
"Kamu sama siapa Nay kesininya" tanya wanita itu yang ternyata bernama Dina.
"Sama temen kk" jawab Nayla.
"Kamu sepupu Adit dari mana Nay? dari ibu apa dari Aya" tanya Dina yang sontak langsung membuat dada Nayla berdenyut sakit.
Ternyata Adit mengakuinya sebagai sepupu bukan istri.
Bagai tertusuk ribuan belati hati Nayla terasa begitu sakit namun tak berdarah.
Setelah berhasil menguasai hatinya Nayla pun pamit pada Dina untuk kembali pada teman-temannya.
Awalnya Dina mengajaknya untuk bergabung namun Nayla menolak dengan alasan mereka sedang merayakan ulang tahun temanya.
Nayla pun segera kembali pada Damra dan Ryan yang sudah menunggunya dari tadi.
"Lama amat sih Nay" tanya Damra begitu ! Nayla duduk.
__ADS_1
"Tadi apes aku Ra, penunggu disana ngerjain aku masa pintunya dikunci" ucap Nayla yang lalu menceritakan kejadian yang dialaminya sewaktu di toilet tadi termasuk pertemuannya dengan Dina dan Adit yang mengakuinya sebagai sepupu pada teman-temannya.
Damra nampak sangat kesal ingin rasanya ia segera menghampiri Adit dan teman-temannya lalu bilang jika Nayla adalah istri Adit bukan sepupunya.
Nayla dan teman-temannya tak ingin berlama-lama disana akhirnya ia pun memutuskan untuk segera pergi dari sana namun saat mereka hendak pergi Dina yang melihat Nayla langsung memanggil mereka hingga mau tak mau Naylapun menoleh kearah Dina dan teman-temannya Adit berkumpul.
Dina segera menghampiri Nayla.
"Kamu mau kemana kok buru-buru sih ayo gabung dulu" ajak Dina sambil menarik tangan Nayla menuju tempat duduk mereka.
Nayla yang tadinya menolak akhirnya pasrah karena Dina memaksanya.
Damra dan Ryan hanya mengikuti dari belakang.
"Haii semua kenalin ini Nayla sepupunya Adit" Dina mengenalkan Nayla pada teman-temannya.
Sementara Adit hanya menunduk entah apa yang ada dalam pikiran saat ini.
"Wahh Dit parah loe punya sepupu manis kaya gini gak dikenalin ama kita" ucap salah seorang teman Adit.
Sejujurnya Nayla sudah tak tahan berada disana namun karena ia penasaran ia mencoba bertahan menahan rasa sakit yang betul-betul sakit hingga membuatnya sulit bernafas.
"Kamu jahat banget sih Dit" batin Nayla dengan mata yang mulai memerah hendak menangis.
"Sayang aku mau nambah minumnya, kamu mau lagi gak" Dina bergelayut manja pada Adit.
Adit hanya diam tak membalas ucapan Dina ia menatap kearah Nayla.
Nayla yang sudah tidak tahan melihat wanita lain bergelayut manja pada suaminya langsung pamit pulang.
"Kk Dina"
"Kk Adit aku pamit duluan ya"
Tanpa menunggu jawaban dari mereka Nayla langsung pergi meninggalkan mereka.
Ryan dan Damra menatap kesal pada Adit sebelum akhirnya mereka menyusul Nayla.
"Nay tunggu" teriak Damra setengah berlari mengejar Nayla.
Begitu di dalam mobil tagis Nayla langsung pecah tak dapat tertahan lagi.
"Kenapa kamu jahat banget sih Adit"
"Aku tau aku jelek gak cantik kaya dia tapi kenapa dulu kamu memaksa menikahiku Dit"
Damra dan Ryan membiarkan Nayla menangis sepuasnya agar hatinya plong.
Malam itu Nayla tak pulang kerumahnya,ia menginap dirumah Damra.
Untuk saat ini ia tak ingin bertemu dengan Adit.
Hatinya terlalu sakit, walaupun ini bukan yang pertama kali Adit selingkuh namun ini terasa begitu sakit karena ia hanya dianggap sepupu oleh Adit.
...Hallo semua sampai sini dulu ya up nya ...
jangan lupa tinggalkan jejak ya buat Author caranya tap tanda Like vote dan juga komen.
Salam Manis
__ADS_1
Amelajj/Author