
Malam itu Nayla tak dapat tidur dengan nyenyak,bayangan adit yang merangkul wanita di mall tadi terus saja berputar dikepalanya.
ia pun ingat dua mahluk halus itu kan temannya adit pasti mereka marah karena melihat nayla bersama pria lain bukannya adit .
padahal kalau mau diungkit mungkin mereka impas adit sama wanita lain dan begitupun nayla yang bersama dewa mantan terindahnya.
"ternyata kalau punya pacar model adit serem juga ya,kalo aku nyakitin adit yang bertindak bukan aditnya tapi temen-temen halusnya" nayla bergidik sendiri ia merasa begitu ngeri membayangkan jika hal itu benar terjadi.
hari semakin larut akhirnya nayla pun dapat memejamkan matanya setelah meminta tolong pada aa.
"Nay kamu udah siap nak?"tanya mama yang sudah rapi.
dengan malas naylapun menganggukan kepala.
akhirnya mereka pun tiba dirumah om Lubis begitu mereka sampai disambut dengan hangat oleh keluarga itu.
"kamu pasti nayla ya?"tanya tante Rita istri om Lubis
"iya tante"jawabku sambil senyum terpaksa
"wah kamu manis ya nay,kayanya cocok deh sama Rendy"ucap tante rita sambil senyum yang entah apa artinya.
"nay mending kamu kenalan sana sama Rendy" ucap mama sambil sedikit mendorong tubuhku.
"ishh mama aku kan udah kenalan tadi"tolakku
"ayo nay kita ngobrol diteras aja,biarin yang udah pada tua didalem" tiba-tiba rendy menarik tanganku menuju teras.
__ADS_1
"ihh ni orang sok akrab bngt sih"umpat nayla pelan
"kamu udah punya cowo nay"tanya rendy
"udah"
"aku juga udah punya cewe nay tapi bonyok" (bokap n nyokap ya guys artinya)
"oh...trus kok mau dikenalin ama aku"tanyaku sambil melirik kearah rendy
"lah kalo kenalan doang mangnya salah?"
"he..he gak sih"sahutku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
"aduhhh"tiba-tiba ada yang menimpukku
mataku pun langsung menyelidik kerah pepohonan yang berada tak jauh dariku
jantungku berdetak saangat kencang,keringat dingin mulai membasahi wajahku.
aku tak tahu apa mahluk didepanku itu masih teman adit atau dia penunggu pohon itu namun yang pasti aku tak berani untuk menatap kearah sana.
"blutak.."
lagi-lagi sebuah batu kecil mengenai lenganku
"aduhh ihh iseng bangett sih loe" tanpa sadar aku menatap kearah pohon dan sosok itu nampak senyum walaupun masih terlihat menyeramkan.
__ADS_1
seketika aku langsung memeluk rendy saat mata tajam itu menatapku seakan marah
"ehhh...loe kanapa nay?"tanya rendy sedikit bingngung
"ada hantu ren,serem banget"ucapku sambil memegang kencang kaos yang dipakai rendy
masa bodo lah dengan rasa malu,masa bodo juga dengan apa yang ada dipikiran rendy karena aku baru kenal maen peluk aja. yang ada dalam pikiranku sekarang hantu itu ilang dan gak ganggu aku.
"maama.....maa....papa...papa naya takut"teriakku sekencang mungkin sambil sedikit terisak karena takut.
sosok itu semakin mendekat membuat tubuhku terasa begitu panas dan bulu tengkukku pun berdiri
"mammaaa...tolong nay takut"teriakku lagi sambil mencengkram kuat baju rendy
semua yang ada didalam langsung berhamburan keluar begitu mendengar suara teriakan nayla
Rendy yang panik berusaha menenangkan nayla,ia takut jika orang tuanya dan orang tua nayla berpikir kalau ia berniat jahat pada nayla.
"ada apa ren"tanya mamanya dengan wajah yang sulit ditebak
"rendy juga gak tau mah,tiba-tiba nayla bilang ada hantu trus dia meluk rendy"jelasnya
ia tak ingin mereka salah sangka makanya ia berusaha menjelaskan sedetai mungkin.
mama nayla yang kini mulai terbiasa dengan kondisi nayla yang terkadang bisa melihat mahluk astral mencoba menenangkan nayla.
hampir satu jam akhirnya nayla kembali tersadar.setelah dirasa sudah agak enakan akhirnya merekapun pamit pulang.
__ADS_1
sepanjang perjalanan mama nayla mengelus lembut surai anak sulungnya,ia juga tak tahu kenapa sekarang putrinya jadi lebih sering melihat hal-hal goib.
"mama gak tau nay mesti gimana lagi,mama udah berusaha biar kamu bisa normal kaya dulu lagi,mama sedih liat kamu sekarang"ucap mama nayla pelan sambil menatap wajah putrinya yang kini terlelap.