
Selamat Membaca
Setelah pemakaman Nayla berniat untuk pamit pulang karena badannya sudah terasa lelah apalagi sekarang perutnya sudah sangat besar.
Orangtua Adit dan Lilis yang baru saja tiba nampak sangat rindu dengan Nayla terutama Lilis ia tak mau jauh dari mantan Kaka iparnya itu.
"Kaka Nay..pasti sekarang udah bahagia ya sama Kaka Ryan" tanya Lilis.
"Yang kaya kamu liat aja Lis, Alhamdulillah sekarang aku lebih tenang sama dia" jawab Nayla sambil tersenyum.
Tiba-tiba saja rasa rindu pada suaminya muncul.
Terbayang wajah Ryan yang sedang tertawa saat mereka bersenda gurau.
"mas aku kangen kamu,kapan kamu pulang" batin Nayla.
Lilis yang sejak tadi memperhatikan Nayla sedikit heran karena tiba-tiba saja Nayla melamun.
"Hallo ...teh Nay"
"Teh kok ngelamun" Lilis menyentuh bahu Nayla pelan dan berhasil menyadarkan Nayla dari lamunannya.
"Gak apa-apa Lis"
"Aku pulang dulu ya,cape banget mau istirahat"Naylapun pamit pada orang tua Adit.
Namun saat hendak berpamitan dengan Adit, pria itu berusaha menahan agar Nayla menginap.
Setelah berbagai alasan akhirnya Aditpun mengizinkan Nayla untuk kembali kerumahnya.
Setelah sampai dirumah Nayla langsung membersihkan diri lalu beristirahat.
Baru saja beberapa saat Nayla memejamkan .matanya ponselnya berdering.
Dengan sedikit malas Nayla meraih ponselnya yang ia letakan diatas meja kecil disamping tempat tidur nya.
Matanya langsung terbuka lebar saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.
Ia pun langsung duduk sambil bersandar pada headbadnya lalu sedikit merapihkan rambutnya dengan jadi agar terlihat rapi.
Setelah dirasa siap ia pun langsung menggeser ikon hijau lalu
Nayla. "Hallo Assalamualaikum mas" suaranya ia sengaja ia buat selembut mungkin.
Ryan. "Wa'alaikum salam sayang, kamu lagi apa sih kok lama banget angkat telepon mas" ucap Ryan dari seberang sana.
Seperti ABG yang sedang jatuh cinta Naylpun tersenyum sendiri.
Setelah hampir setengah jam lamanya mereka melepas rindu lewat VC akhirnya Ryan pun mengakhiri percakapan mereka karena ada tugas dadakan.
Dengan sedikit memajukan bibirnya Naylapun menutup sambungan VC, namun hatinya sedikit bahagia karena bisa mendengar suara orang yang saat ini sedang ia rindukan.
Sementara itu dikediaman Adit, selepas tahlilan Adit mengurung diri di kamarnya, sementara putrinya di asuh oleh keluarganya.
Adit tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya.
Ingatannya kembali pada saat bersama Nayla, ia baru menyadari sudah terlalu banyak ia menyakiti hati mantan istrinya itu.
Mungkin semua yang ia alami saat ini adalah balasan atas perbuatannya dimasa lalu.
__ADS_1
"Akhhh kenapa aku baru menyesal sekarang,maafin aku Nay, gara-gara aku kita kehilangannya anak kita, gara-gara aku juga kamu menangis setiap malam" ucap Adit dalam hati.
"Dina...maafin aku juga sekarang aku baru sadar ternyata begitu besar pengorbanan kamu buat aku,andai saja aku tidak memaksamu untuk hamil pasti saat ini kamu masih ada Dina" Aditpun memejamkan matanya dan tanpa ia sadari air matanya mengalir dari sudut matanya.
Memang benar kata orang penyesalan itu datangnya belakangan dan itulah yang kini sedang Adit alami.
Pagi pun tiba, hari berganti hari Naylpun terus melingkari kalender menghitung kepulangan Ryan.
"Ah...asik dua hari lagi Mas Ryan pulang" desis Nayla kegirangan.
"Sayang ayah kamu sebentar lagi pulang,pasti kamu mau denger kan suara ayah kamu yang tampan" ucap Nayla sambil mengelus perutnya yang sudah sangat besar.
Dari kejauhan Empok yang sedang menata lauk pauk diatas meja makan ikut merasakan bahagia.
" Akhirnya kamu bahagia juga Nay" ucap Empok yang merasa terharu akan nasib Nayla beberapa tahun kebelakang.
Nayla tersentak kaget saat tiba-tiba saja Radit yang baru pulang bermain memeluk kakinya, ia pun segera melihat putranya itu lalu kemudian tertawa karena melihat wajah Radit yang penuh dengan coklat.
"Mama edong..."Radit mengangkat kedua tangannya meminta digendong.
"Mama susah Mas kalo gendong,kasian dedenya kejepit mas Radit" ucap Nayla sambil berjongkok menyamakan tubuh Radit.
"Edong....ma...edong " rengek Radit.
Dengan sedikit kesusahan Naylapun menggendong Radit lalu membawanya kesofa.
Dengan penuh sayang Nayla membersihkan wajah Radit yang penuh coklat dengan tissue basah.
Saat Nayla sedang sibuk mengurus Radit terdengar suara gaduh dari depan rumahnya.
Empok yang kebetulan berada disana langsung keluar dan mencari tahu ada apa diluar sana.
"Itu Nay, kata bocah-bocah didepan tadi Radit ngambil coklat mereka trus mereka minta ganti" ucap Empok sambil tertawa melihat kearah Radit.
" Radit nakal lagi ya?" tanya Nayla berpura-pura marah pada putra sulungnya itu.
"no mama, Yadit innta dak di acih, Yadit ambing aja" jelas Radit sambil memperagakan dengan gerakan yang lucu.
Akhirnya Empokpun keluar dan memberikan beberapa coklat pada anak-anak yang sudah menunggu didepan pintu.
Memang Radit Sangat menyukai coklat seperti Nayla, terkadang ia akan merebutnya jika tidak diberi.
"Sayang dua hari lagi ayah pulang,Radit seneng gak kalo ayah Ryan pulang?" tanya Nayla pada putranya.
" Ye..ye..ayah Puyang"
"Ayah Yadit Puyang" sorak Radit sambil.meloncat-loncat kegirangan.
Nay tersenyum melihat tingkah Radit yang begitu menggemaskan,baginya kehadiran Radit adalah awal dari kebahagiaan nya.
Dua hari pun berlalu, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Nayla meminta Empok untuk memasak semua makanan kesukaan Ryan.
Karena kondisi Nayla yang sedang hamil besar Ryan tidak mengizinkan Nayla menjemputnya di bandara, dan akhirnya sekarang Nyalapun sibuk mundar-mandir tak sabar menunggu kedatangan Ryan.
Saat Nayla mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya ia pun tergesa-gesa keluar untuk menyambut kedatangan Ryan.
Saat ia membuka pintu, ia sedikit kecewa ternyata bukan Ryan yang datang melainkan Adit dan juga Lilis serta putrinya.
__ADS_1
"Assalamualaikum,kamu seneng banget Nay liat aku dateng " ucap Adit menggoda Nayla.
" Dih gr banget sih, aku kira tadi tuh mas Ryan ternyata kamu" jawab Nayla kesal.
Adit tertawa lebar saat melihat wajah Nayla yang kesal.
"Lilis katanya kangen ama kamu Nay,makanya aku ajak kesini"
"Ngomong-ngomong tamu gak disuruh masuk Nay" sindir Adit yang masih berdiri diluar pagar.
"He...he maaf lupa" jawab Nayla tanpa rasa bersalah
"Ayo masuk Lis" ajak Nayla pada Lilis yang sedang menggendong bayi yang belum diberi nama itu.
"Kamu diluar aja Dit, awas ya kalo ikutan masuk" ucap Nayla sedikit bercanda.
"Lah gak sopan amat Nay, masa tamu gak boleh masuk" protes Adit sambil tersenyum.
Radit yang sedang makan langsung menghambur berlari kearah Adit yang sudah siap dengan kedua tangan terbuka lebar.
"Papa Adit...."teriak Radit
" Kembarannya dateng" bisik Nayla pada Lilis yang berdiri disampingnya.
" Ish makin gede makin mirip sama si Aa ya teh Nay" bisik Lilis.
" Mudah-mudahan aja sifatnya gak mirip ya Lis" ucap Nayla dengan suara sedikit kencang bermaksud agar Adit mendengarnya.
Mereka pun duduk santai di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Ryan.
Nayla yang saat itu sedang menggendong bayi Adit tersenyum bahagia melihat wajah bayi mungil itu yang begitu cantik.
Tiba-tiba saja ia ingat dengan perkataan Dina sebelum tiada.
"Apa aku harus mengurus anak ini ya" batin Nayla sambil mengelus pipi sang bayi.
Saat Nayla sedang asik dengan lamunannya tiba-tiba saja ada suara mobil berhenti tak jauh dari depan rumahnya.
"Assalamualaikum" terdengar suara yang sudah tak asing ditelinga Nayla,saat itu juga ia langsung melihat kearah pintu
"Wa'alaikum salam
Mas akhirnya kamu sampe juga" pekik Nayla yang langsung berjalan kearah Ryan yang baru saja tiba.
Dengan perasaan bahagian Nayla langsung mencium tangan Ryan.
Sementara itu Adit melihat iri kearah pasangan yang baru saja bertemu kembali setelah berpisah beberapa bulan lamanya.
Halo semua dah up lagi ni
Jangan lupa ya tetap kasih dukungan buat author
Caranya Like,Komen ditunggu.
Kalau ada yang mau kasih gif atau vote juga boleh (😀😀😀 ngarep ya athornya)
Salam manis
Amellajj/author
__ADS_1