TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 313


__ADS_3

Selamat Membaca


Nayla sedikit heran melihat Damra yang tiba-tiba saja bisa melihat mahluk astral.


"Ra ...Damra kamu sekarang bisa liat hantu?"tanya Nayla sambil menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuh Damra.


"Ampun Nay gw kapok gak mau lagi liat begituan"teriak Damra dengan wajah masih tertutup bantal.


"Ih ..kamu kok aneh banget sih Ra"tanya Nayla lagi.


"Aneh gimana,gw gak apa-apa Nay"sangkal Damra.


"Kamu pasti minta dibukain mata batin ya sama Abah kalau gak Aa"tebak Nayla.


"He. he iya Nay,gw tuh cuma mau tau aja mereka gimana bentuk nya"jawab Damra jujur.


"Trus gimana,masih mau liat"ucap Nayla sedikit kesal.


"Kapok ternyata mereka serem banget,kok loe kuat sih Nay"Damra langsung duduk dan melihat kearah Nayla.


"Mana ada aku kuat Ra,kan kamu tau sendiri gimana makanya aku minta ditutup"ucap Nayla.


"Iya gw kapok"


Ujar Damra lalu ia pun langsung keluar kamar mencari Abah dan Aa.


Setelah berkeliling mencari Abah tak juga ia temukan ia pun duduk sejenak di bangku ruang makan.


Saat Damra sedang duduk tiba-tiba saja sekelebat ia melihat Aa berjalan keluar.


Tanpa menunggu lama ia pun mengejar Aa sambil memanggilnya.


Namun Aa terus saja berjalan keluar rumah seakan tak mendengar panggilan Damra.


Damrapun yang penasaran terus mengikuti Aa sambil terus berteriak.


Damra yang sedang diluar kesadarannya tidak menyadari jika ia sekarang sudah berada lumayan jauh dari rumah Abah dan di kelilingi pohon jagung.


Aaawwww


Pekik Damra saat ia terjatuh karena tersandung batang pohon jagung yang rubuh.


Damra memegangi kakinya yang terasa sakit lalu ia pun mulai menyadari jika saat ini ia berada di luar rumah.


Krikk


Krikkk..


Suara hewan malam membuat suasana makin menakutkan apa lagi kini ia berada di kebun jagung.


"Tooolllooonggg....."


"Nayyyyy tolonggggg"


"Aku takut ....hik...hiks..."


Entah hilang kemana keberanian yang Damra miliki.


Saat ini ia merasa begitu takut.


Sementara itu dirumah Abah Nayla kebingungan mencari keberadaan Damra.


Ia pun segera membagunkan Ryan yang sedang tertidur di bangku ruang tengah.


"Ada apa sih sayang, masih malem tau.." ucap Ryan dengan suara berat dan mata yang masih terpejam.


"Melek dulu dong Ryan" Nayla mengguncang-guncang bahu Ryan dan dengan sangat terpaksa Ryannpun membuka matanya.


"Apa sih sayang" ulang Ryan.


"Damra gak ada dari tadi,cari'in dong Yan"ucap Nayla.

__ADS_1


"Emang kemana dia kok bisa ilang"jawab Ryan sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat untuk dibuka.


"Aku juga gak tau Yan,makanya ayo cari ini dah malem banget" terlihat Nayla sangat khawatir dengan keberadaan Damra saat ini.


Mendengar suara ribut akhirnya Aa pun turun dari lantai 2 dan menghampiri Nayla.


"Aya naon udah malem masih aja pacaran"ucap Aa sambil tersenyum.


Nayla langsung membelalakkan matanya


"Tong melotot gitu atuh Nay kalem aja" lanjut Aa sambil memainkan alisnya.


"Aa ini serius Damra gak ada Nay takut Aa,sana cari dong"


Aa hanya tersenyum manis lalu tak lama kemudian ia mengajak Ryan untuk keluar.


Sementara itu di kebun jagung Damra menundukkan kepalanya diantar kedua lututnya.


"Ya Allah tolong hambamu ini,aku mohon ya Allah selamatkan aku" doa Damra sambil menangis.


Srekkkkk


srekkkkk


suara gesekan pohon jagung yang tertiup angin dan dinginnya malam membuat Damra semakin ketakutan belum lagi suara burung kedasih yang menambah horor suasana malam itu.


Keringat membasahi pakaian yang Damra pakai, padahal hawa disana lumayan dingin.


Hi.......hi......


sayup-sayup Damra mendengar suara wanita tertawa seketika itu juga bulu kuduknya berdiri.


"Tooolllooonggg..." Teriak Damra semakin ketakutan.


Hening sesaat hanya suara binatang malam yang terdengar.


"Tooolllooonggg"


Ia pun semakin ketakutan, seluruh badannya lemas seakan tak bertenaga.


Ia hanya bisa pasrah


Sementara itu Aa yang dapat melihat keberadaan Damra melalui mata batinnya segera mencari Damra.


"Damraaa... " teriak Ryan


Damra yang hampir putus asa langsung menajamkan pendengarannya saat sayup-sayup ia mendengar suara orang memanggil namanya.


Setelah hampir satu jam mencari akhirnya Ryan dan Aa menemukan Damra yang tertunduk ketakutan.


"Ra...Damra..." Ryan menyentuh bahu Damra yang terasa sangat dingin.


"Seperti membeku Damra tak merespon Ryan ia hanya tertegun seperti tak mengenali Ryan dan Aa.


Tanpa pikir panjang lagi Aa menyuruh Ryan untuk membopong Damra dan segera membawanya pulang.


Tanpa kesulitan Ryanpun membopong Damra.


Begitu tiba dirumah Abah,Ryan meletakkan tubuh Damra di kasur.


Abahpun segera masuk dan melihat kondisi Damra.


Abahpun segera mengobatin Damra dan meminta Nayla dan juga Empok keluar.


Dari luar kamar Nayla mendengar suara Damra yang berteriak-teriak seperti orang yang kesurupan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dinihari saat Abah dan Aa selesai mengobati Damra.


"Kamu belum tidur Nay?" sapa Aa saat melihat Nayla masih menunggu diruang tamu.


"Gimana Damra Aa?" tanya Nayla tak sabaran.

__ADS_1


"Gak apa-apa dia juga dah tidur,kamu juga tidur sana dah mau subuh ini,kan kita mau pulang" titah Aa.


"Tapi Aa..."


"Sana tidur dulu besok Aa ceritain" ucap Aa yang seakan tau apa yang sedang Nayla pikirkan.


"Janji ya Aa" lanjut Nayla


AA hanya menganggukkan kepalanya bertanda Ia.


Naylapun segera masuk kedalam kamar lalu tak lama kemudian ia pun terlelap.


Pagipun tiba.


Damra yang sudah bangun nampak sedang duduk diteras bersama Empok dan juga Radit.


"Pagi semua "


Sapa Nayla dengan wajah masih Mengantuk nya.


"Kalo masih ngantuk kamu tidur aja lagi sayang" ucap Ryan yang tiba-tiba muncul dari belakang sambil membawa tiga buah kopi hitam.


"Aku boleh minta gak Yan kopinya" tanya Nayla ragu.


"Kamu berdua aku aja sayang, kamu gak boleh banyak-banyak minum kopi" ucap Ryan.


"Satu gelas berdua maksud kamu?" tanya Nayla ragu.


"Iya sayang"


"Kenapa emangnya?" tanya Ryan.


"Emmm gak apa-apa" jawab Nayla sambil tersenyum.


"Kamu geli ya?" pancing Ryan


"he...he bukan gitu Ryan, aku kan blom gosok gigi"jawab Nayla merasa tak enak.


Akhirnya mereka pun berbincang-bincang diteras depan.


"Oh jadi kamu dibukain mata batinnya makanya semalem kamu bisa liat pocong trus bisa liat sosok yang mirip Aa"ujar Nayla.


"iya" jawab Damra pelan


Awalnya ia mengira Damra berbohong soal ia dibuka mata batinnya oleh Abah namun setelah mendengar penjelasan Abah akhirnya Naylapun percaya.


Abah juga berkata jika mata batinnya tidak bisa ditutup selamanya.


Bisa terbuka dengan sendirinya kapan saja bahkan tidak menutup kemungkinan akan menurun pada putranya Radit.


"Jangan ditutup aja Abah biar dia liat terus" ucap Nayla kesal.


hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 10.


Mereka pun segera bersiap-siap untuk kembali ke kota B.


Hallo semua aku up lagi.


Semoga gak bosen ya nunggu up-nya .


Jangan lupa kasih dukungan buat Author ya. Caranya :


- Like


- Favorit


Komentar nya jangan lupa.


Kalau mau kasih vote atau bunga juga gak apa-apa.


Salam Maniss

__ADS_1


Amell ajj/author


__ADS_2