
π₯π₯π₯ Selamat Membacaπ₯π₯π₯
Lilis yang berdiri tak jauh dari posisi Nayla langsung berteriak histeris saat melihat tubuh Nayla mulai jatuh dari jembatan.
" Teteh Nay jangannn....."
" Tolongin teteh aku.....
" Tidak....teteh...."
Lilis hampir saja ikut tejun namun beberapa warga sempat menahan tubuhnya.
Ia histeris melihat tubuh kaka Iparnya yang sudah tak terlihat lagi.
Sementara itu Adit yang sempat melihat Nayla meloncat langsung berlari sekencang mungkin sambil berteriak...
Nayla melompat sambil tersenyum.
Air matanya mengalir saat matanya tak sengaja melihat Adit yang berlari kearahnya sambil menjulurkan tangan seakan ingin menggapainya.
Namun semuanya sudah terlanjurr, Nayla sudah meloncat kedalam sungai ia pun memejamkan matanya, tubuhnya serasa melayang " Maafinn aku aa Adit,aku bukan istri yang baik buatmu hu...hu..." Akhirnya tubuhnya pun menyentuh air sungai yang dingin dan berwarna kecoklatan terus melesat turun seketika itupun semuanya menjadi gelap dan sesak terisi dengan air sungai, Naylapun mulai tak sadarkan diri.
Sementara itu di atas jembatan
" Nay...Naylaa jangan..."
" Aahhhh...Nayla....jangan tinggalin aku...."
tanpa pikir panjang lagi Adit langsung ikut meloncat menyusul Nayla.
Ia berharap dapat menemukan tubuh Nayla.
"Aa....Adit...."
" Teteh Nay...."
"Kenapa harus begini teh....aaaaaa"
Lilis yang histeris terus berteriak dari atas jembatan sambil terus menyebut nama kedua orang yang sangat ia sayangi.
Sementara itu Anto hanya diam mematung seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Wanita yang sangat ia dambakan lebih memilih bunuh diri daripada harus bersamanya.
Beberapa warga nampak melakukan pencarian disisi sungai.
Pak Rt yang kebetulan berada ditempat kejadian dan mengetahui semuanya langsung menghampiri Anto yang sedang termenung dengan tatapan kosong seakan tak percaya.
Tubuhnya lemas, raganya seakan tak bernyawa.
untuk menghindari amukan warga Pak Rt membawanya kembali kerumahnya.
Sementara itu disungai nampak sudah ada Polisi dan tim SAR yang sudah menaiki perahu karet untuk menyisir sungai mencari tubuh Nayla.
Adit yang sudah lemas ditarik oleh warga ketepi sungai.
Ia terus saja menangis memanggil nama istrinya.
"Nayla...kenapa kepulanganku disambut dengan kejadian ini"
" Andai saja dulu aku ngijinin kamu kembali kerumahmu semua gak akan begini"
" Nayla aku yakin kamu masih hidup"
"Aku ingat semua janjimu yang akan sabar menungguku..."
Adit terus meratap menatap sungai yang telah menyembunyikan tubuh Nayla.
Ayah serta Ibu Adit yang telah datang langsung menuju tepian sungai, mereka berusaha menenangkan Adit dan menyuruhnya untuk menunggu dirumah.
__ADS_1
Dengan dipaksa oleh beberapa warga akhirnya Aditpun pulang menunggu kabar dirumah.
Sedangkan Ayah Adit menunggu di sisi sungai berharap Nayla ditemukan.
Hari pun mulai gelap, pencarian sementara dihentikan.
Adit menatap foto pernikahan mereka.
" Nay..tadinya aku ingin memberimu kejutan dengan kepulangan ku"
"Hemmm tapi kenyataannya malah aku yang terkejut melihatmu terjun ke sungai..."
"Apa kamu tega Nay ninggalin aku..."
" Aku gak bisa hidup Nay tanpa kamu..."
"6 bulan aku menahan ingin mendekapmu,menyentil dahimu, tapi kini semua nya hanya angan aku saja..."
" Aku yakin kamu masih hidup Nay..."
"Aku ingat Nay dulu kita pertama ketemu, kamu yang menabrak aku dilampu merah gara-gara hantu muka rata,..."
Adit berusaha menahan rasa sakit di hatinya karena kehilangan Nayla, ia menatap foto istrinya itu dengan wajah yang sangat sedih.
" Ya Tuhannn aku mohon jangan ambil Istriku..." isak tangis Adit makin tak terbendung.
Sementara itu Lilis dan ibunya ikut menangis mendengar semua yang diucapkan Adit.
" Aahhhhhh...Nayla....kamu jahat Nay....."
" Kenaaapaaa Nay...."
Teriak Adit sambil menarik rambutnya kekuat mungkin.
Semua yang ada disana ikut menangis seakan merasakan kehilangan yang Adit rasakan.
" Kamu mau kemana Nak?" tanya ibu Adit yang melihat Adit keluar dari kamar dengan wajah marah.
"Jangan halangi aku bu, semua pastikan gara-gara pria bejad itu" ucap Adit penuh Amarah.
Ia langsung menaiki motornya menuju rumah Anto.
Tanpa permisi ia langsung masuk dan mencari Anto.
Ia tak perduli dengan anak buah Anto yang mencekal kedua tangannya.
" Lepasin gw berengsek, panggil bos loe sini"
"Anto...Anto keluar loe..."
Teriak Adit dari luar pintu.
Mendengar ada keributan didepan rumahnya Ayah Antopun keluar.
"Nak Adit, sebelumnya saya ikut sedih dengan kejadian yang menimpa istri anda,saya betul-betul sangat menyesal" ucap Ayah Anto dengan penuh rasa bersalah.
" Saya yakin pak ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan Anto" Ucap Adit masih dengan amarah yang meluap-luap.
Tak lama kemudian orang tua Aditpun tiba, karena tak ingin terjadi keributan akhirnya merekapun sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluarga'an.
Saat mereka sedang membicarakan masalah Nayla, tiba-tiba saja orang suruhan pak camat yang memantau pencarian Nayla masuk dengan nafas yang terengah-engah.
" Tenang dulu mang, nafasnya diatur dulu baru ngomong" tutur pak Camat lalu menyerahkan satu gelas air mineral pada orang suruhannya.
Setelah berhasil mengatur nafasnya ia pun mulai membuka mulut
"Begini Pak si Eneng udah ketemu alhamdulillah masih hidup tapi gak sadar,sekarang udah di bawa sama tim Sar ke rumah sakit" ucap orang itu.
Adit langsung sujud sukur mendengar Nayla masih hidup, ia pun segera menuju rumah sakit yang dimaksud.
__ADS_1
Tak sampai satu jam akhirnya merekapun sampai di rumah sakit.
Tanpa menunggu orang tuanya ia langsung menuju bagian resepsionis dan menanyakan tentang Nayla.
Setelah tau Nayla masih di ruang UGD ia pun langsung menuju tempat yang dimaksud.
Saat ia ingin masuk langsung dicegah oleh salah seorang perawat karena dokter masih memeriksa kondisi Nayla yang masih belum sadar.
Dengan rasa cemas Adit menunggu didepan ruangan.
"Dit duduk dulu Nak, ayah yakin istrimu akan selamat" ucap Ayah Adit mencoba menenangkan putranya.
"Udahlah Dit lebih baik kita berdoa semoga Nayla cepat siuman"lanjut sang Ayah.
Akhirnya Adit pun duduk sambil sesekali melihat kearah pintu ruangan.
" Ya Allah tolong selamatkan istriku, maafkan aku yang telah lalai menjaga nya " Adit mengusap kasar wajahnya.
Nampak wajahnya yang letih sebab ia belum beristirahat sejak tiba tadi.
Setelah menunggu hampir dua jam akhirnya Nayla dipindah keruang perawatan.
Diruang perawatan Adit menatap wajah istrinya yang begitu pucat, ia melihat pipi Nayla yang membiru lalu luka disudut bibirnya.
Saat ia menggenggam tangan Nayla ia kembali melihat kedua tangan Nayla yang lebam, Ia pun mengepalkan tangannya menahan marah.
" Apa yang sudah terjadi denganmu sayang, kenapa banyak luka ditubuhmu"
Hati Adit terasa sakit melihat orang yang selalu ia jaga kini terluka.
" Antoo awas kamu,aku akan buat perhitungan denganmu" Guman Adit menahan marah.
" Sayang..buka mata kamu, ini aku..Adit"
" Aku udah pulang Nay...aku kangen kamu sayang" ucap Adit sambil mengelus pipi Nayla yang membiru
" Aku janji Nay setelah kamu sehat nanti kita kembali kerumah kita di kota " B"
"Maafin aku yang terlalu egois dan cemburu"
"Kamu inget gak Nay waktu kamu kecebur got, kamu tuh konyol Nay tapi aku suka dan sayang sama kamu Nay"
Adit terus berbicara pada Nayla yang masih belum sadarkan diri.
Adit tahu meskipun Nayla tidak bisa menjawab semua yang ia ucapkan namun ia yakin Nayla bisa mendengar semua ucapannya di alam bawah sadarnya.
" Cepatlah bangun sayang, aku kangen saat mata ini melotot kearahku" Lalu Adit mengecup kedua mata Nayla yang masih terpejam.
" Aku juga kangen saat kamu marah terus memasukan banyak makanan kedalam sini hingga pipi kamu menggelembung kaya bakpao" ucap Adit sambil kembali mengelus kedua pipi Nayla dan mengecupnya.
" Aku juga kangen pengen denger suara kamu yang cempreng kaya motor 2tax Nay saat marahin aku" Ucap Adit sambil kembali menghapus air mata yang mengalir dipipinya lalu mengecup bibir Nayla.
" Sayang aku kangen, semoga kita bertemu dialam mimpi.." ucap Adit lalu merebahkan kepalanya disamping Nayla.
Tak lama kemudian Aditpun terlelap dalam posisi duduk dan kepalanya berada disamping Nayla.
Udahhan dulu ya...lanjutt besokk
Buat yang minta doubel up sabar ya...say...
Buat yang kemaren aku janjin up nya pagi maaf juga ya baru bisa up nya siang menjelang sore β
Jangan lupa dukungannya buat akuhhh
**Like,Vote,Rate dan komennya
Salam Maniss
Amellajj/author**
__ADS_1