
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Selepas maghrib Dewa baru mengantar Nayla pulang kali ini mereka naik angkutan umum.
"Tadi kamu kenapa sih Nay?"tanya Dewa yang penasaran masalahnya selama bersama yang Dewa tahu Nayla tidak dapat melihat mahluk-mahluk astral.
" ihhh beneran Wa tadi itu aku liat hantu dikamar kamu"ucap Nayla dengan nada sedikit tinggi
"iya udah aku percaya,sejak kapan kamu bisa liat begituan" akhirnya Dewa mengalah ia berkata dengan lembut sambil mengelus rambut Nayla.
"belom lama sih Wa"
"awalnya juga aku gak percaya kl aku bisa liat hantu,aku pikir itu cuma kebetulan"lanjut Nayla
"kamu kan penakut yang aku tau Nay,trus kalo liat hantu gimana?"tanya Dewa penasaran lalu berpindah tempat duduk kini menjadi saling berhadapan.
Nayla melihat kearah samping tak mau melihat wajah Dewa yang kini sedang menatapnya menanti jawaban yang akan keluar dari mulut Nayla.
"apa?" tanya Nayla pura-pura tak tahu jika saat ini Dewa sedang menunggu jawabannya
"ishhh kamu kalo liat hantu gimana?kamu kan penakut Nay?"Dewa mengulang pertanyaanya
"emmm...ya paling nangis wa"jawab Nayla malu-malu
"sesuai dengan dugaan ku kalau gitu"ucap Dewa sambil tersenyum
"udah sampe ayo turun"ajak Dewa yang sudah turun duluan dari angkot.
"kita makan dulu ya Nay"ajak Dewa
"iya,mau makan apa Wa"
"kita makan yang dulu sering kita beli aja,itung-itung mengenang masa lalu Nay"ucap Dewa sambil menarik tangan Nayla menuju salah satu warung tenda yang menjual ketupat sayur padang.
"ehh uda baru kesini lagi"sapa penjual ketupat sayur yang memang mengenal Dewa
"iya uni,biasa ya" Dewa pun memesan 2 porsi ketupat sayur
"wah..udah lama gak liat mbak makin manis aja"sapa uni penjual ketupat sayur saat menaruh semangkok ketupat dihadapan Nayla
__ADS_1
"ahhh bisa aja Uni"jawab Nayla malu
Dewa pun tersenyum lalu melihat kearah Nayla" makin GR dia uni"
Setelah selesai makan merekapun melanjutkan perjalannya.
Setelah bus keluar dari tol Nayla pun bersiap-siap untuk turun dan kebetulan lampu merah.
"Nay...jangan langsung pulang ya,aku masih pengen bareng kamu" Dewa menarik tangan Nayla agar mengikutinya masuk kedalam Mall yang memang berada pas keluar tol kebetulan juga angkot jurusan rumah Nayla mangkal disamping mall.
Nayla pun mengikuti keinginan Dewa kini mereka duduk dipinggiran Mall sambil bercerita masa lalu.
"Nay emangnya kamu gak bisa ya ikut aku" ucap Dewa kini wajahnya berubah serius
"udah deh Wa jangan bahas itu lagi,bukannya enakan kaya gini HTS (hubungan tanpa status)"
"aku maunya kamu milik aku seutuhnya Nay,aku udah coba move on dari kamu tapi apa hasilnya?aku gak bisa "
Saat Dewa berbicara serius namun tidak dengan Nayla,ia sedang fokus memperhatikan sosok yang kini sedang berdiri didepannya dengan tatapan penuh amarah.
Nayla terpaku sebenarnya ia takut namun ia berusha menutupi ketakutannya,ia tahu mahluk ini marah karena saat ini ia sedang dengan Dewa.
"Nay...Nayla woiii" Dewa menepuk bahu Nayla
"apa sih wa,sakit tau" ucap Nayla dengan bibir mengkrucut sambil mengusap bahunya yang terasa berdenyut akibat tepukan Dewa.
"Diajak ngomong serius malag ngelamun sih"protes Dewa
"itu Wa ada hantu wanita ama anak kecil lagi melotot kayanya dia marah sama aku"jawab Nayla ngelantur
Dewa mencoba menajamkan penglihatannya namun yang ia lihat hanya orang yang hilir mudik didepannya
"Nay aku kan gak bisa liat hantu,sampe ni mata keluar juga tetep aja aku gak bisa liat apa yang kamu liat"ucap Dewa
"ohh iya Wa,maaf" Nayla memukul jidatnya sendiri lalu tersenyum.
"mereka siapa?"akhirnya Dewa penasaran juga
"itu hantu peliharaannya cowo aku Wa"jawab Nayla polos
__ADS_1
"emang hantu bisa dipelihara"tanya Dewa makin penasaran
Nayla menganggukan kepalanya "bisa,itu buktinya"
"sakit kepala aku Nay ngomong ama kamu" Dewa memijat kepalanya yang sedikit berdenyut.
"ihh sakit tau hacil" sentak Nayla sambil mengelus kakinya
"kamu kenapa lagi?trus Hacil?istilah apa'an tuh Nay" tanya Dewa beruntun
"ihh nanyanya satu-satu napa Wa"
"Hacil itu Hantu kecil tuh temannya Adit,tadi dia nyubit kaki aku pasti besok kaki aku biru deh"gerutu Nayla kesal
Tiba-tiba Nayla melihat Adit berjalan tak jauh dari tempatnya kini duduk,Nayla pun ingin segera menyelesaikan hubungannya dengan Adit makanya ia segera berdiri dan setengah berlari menghampiri seorang pria yang dari belakang begitu mirip dengan kekasihnya itu.
Begitu sudah dekat Nayla langsung menepuk bahu pria itu sambil menyebut namanya
"Adit"panggil Nayla sambil menepuk bahu pria itu
namun saat pria itu menoleh Nayla langsung menutup mulutnya karena kaget
"maaf mas saya kira teman saya"ucap Nayla dengan wajah memerah karena malu,ia pun membalikkan badannya dan berlari secepat mungkin karena malu telah salah orang.
Dewa yang melihat kejadian itu walaupun dari jauh ia tahu apa yang sedang terjadi nampak manahan tawanya saat Nayla kembali duduk disampingnya dengan wajah yang sedikit memerah
Haiii para reader terima kasih sudah mau mampir dikaryaku
Author juga mohon dukungannya dengan cara :
- like
- Vote
-Rate dan juga kritsarnya author tunggu
Salam manies
Amellajj/authorr
__ADS_1