TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 312


__ADS_3

Selamat Membaca


Sore itu Nayla dan Damra sedang asik duduk diteras depan.


Sedangkan Ryan sedang asik menggendong Radit jalan-jalan keliling kampung.


Sementara Empok membantu Nini memasak di dapur.


Nayla nampak aneh melihat sikap Damra yang terkadang seperti ketakutan kadang ia menutup wajahnya dengan tangan.


"Kamu kenapa sih Ra" tanya Nayla penasaran.


"he...he gak apa-apa Nay,tadi gw lagi akting aja"jawab Damra berbohong.


"Dah sore sana mandi gih" ujar Nayla pada Damra.


"Loe aja duluan Nay, gw lagi males soalnya airnya dingin banget"


"Ya udah aku duluan ya mandinya" Naylapun berdiri lalu berjalan masuk kedalam.


Tanpa Nayla sadari ternyata Damra mengikuti nya dari belakang.


Begitu Nayla masuk kedalam kamar dan menutup pintu secara tidak sengaja pintu membentur wajah Damra.


Aaawwww


"Gonay kalo mau nutup pintu itu liat-liqt Napa sakit tau" Damra terus saja ngedumel sambil memegangi hidung nya yang sedikit terasa sakit.


"Ih mana aku tau kalau kamu dibelakang aku Ra" ucap Nayla tak terima disalahkan.


"Salah sendiri lagian"


"Emang siapa yang nyuruh kamu ikutin aku" lanjut Nayla.


"He. he gak ada sih,tadi kan gw pikir dari pada sendirian mending gw dikamar" ucap Damra mengeles.


Setelah mengambil pakaian ganti Naylapun segera berlalu menuju kamar mandi.


Saat Mandi Nayla mendengar suara tokek,awalnya ia merasa takut namun ia kembali teringat saat pertama kali datang ia pun mendengar suara tokek.


Tak ingin berlama-lama ia segera menyelesaikan mandinya lalu kembali kekamar.


"Sana mandi tar malah tambah dingin loh" ujar Nayla sambil melemparkan handuk kearah Damra yang sedang tiduran.


Dengan langkah berat Damrapun segeralah menuju kamar mandi.


Namun tak lama kemudian...


aaaaaaa


"tolong Nay" terdengar suara teriakan Damra.


Naylapun segera berlari menuju kamar mandi.


"Ra ..Damra buka pintunya" teriak Nayla sambil menggedor pintu.


Pintu kamar mandi pun terbuka, Wajah Damra terlihat sangat pucat.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Nyala panik.


"Itu ..itu Nay ada suara serem banget"ucap Damra terbata-bata.


"ih ..suara apa sih" tanya Nayla penasaran.


"Gak tau gw itu suara apa pokoknya serem" ucap Damra sambil memeluk Nayla.


Naylapun semakin penasaran dengan suara yang dimaksud oleh Damra.


Tak lama kemudian


tokkkekkkk...

__ADS_1


tokkkekkkk


"Itu Nay yang tadi" ucap Damra sambil mempererat pelukannya.


"Ishhh Ra ...itu kan suara binatang tokek" ucap Nayla sambil tertawa.


"Binatang apa sih kok gitu bunyinya" tanya Damra heran.


"Cari di google biar gak penasaran" sahut Nayla sambil meninggalkan Damra.


Damrapun segera berlari mengejar Nayla.


Begitu sampai di depan Ryan dan Radit sudah ada diteras,Naylapun segera menghampiri mereka.


"Dari mana tadi sayang?"ucap Nayla pada putranya lalu mengelus pipi sang putra.


Ryan hanya berdiri sambil memperhatikan Nayla.


"Nay, aku mau kita segera menikah" ucap Ryan tiba-tiba.


Sontak Aa Iwan,Abah dan Damra yang mendengar perkataan Ryan langsung mengangguk setuju.


"Bener tuh Nay, kasian anak kamu kalau kelamaan gak ada bapak" ucap Aa.


"Abah juga setuju Nay" lanjut Abah ikut berbicara.


"Tuh kan apa kata gw,udah buruan nikah lagi,emang apa sih yang loe raguin dari Ryan" timpal Damra.


"Aku . ..ak...." belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya ia kembali melihat sosok wanita itu lagi.


"Aku apa sih?" tanya Damra penasaran.


"Gak apa-apa" ucap Nayla dengan senyum yang dipaksakan.


"Ih susah ya ngomong Ama anak Indihome" ucap Damra


"Indigo Ra bukan Indihome" ralat Nayla.


Malampun tiba Setelah sholat isya Nayla dan yang lainnya sudah bersiap di ruang khusus yang berada di lantai 2.


Entah apa yang dilakukan oleh Abah sesaat ia memejamkan matanya lalu meminta Nayla untuk mendekat.


Naylapun mendekat lalu Abah meminta nya untuk memejamkan mata lalu Abah mengusap wajah Nayla beberapa kali.


Setelah melakukan ritual penutupan mata batin Nayla merekapun kembali duduk diruang tengah.


"Nayla di depan Abah dan Aa aku Ryan Adi Pratama meminta mu untuk menjadi istriku, untuk selalu mendampingiku, apa kamu bersedia Nay?" ucap Ryan tiba-tiba.


Nayla pun terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Hayu atuh Nay di jawab"


"Kalau menurut Abah sih ada baiknya kamu mengakhiri masa sendirimu, akan lebih baik jika kamu bersuami jadi ada yang selalu menjaga sama melindungi kamu" tutur Abah.


Sesaat Naylapun terdiam, sebenarnya ia pun ingin segera menikah dengan Ryan namun bayang-bayang kegagalan pernikahannya dengan Adit membuatnya selalu ragu untuk menerima Ryan.


"Eh malah ngelamun,hayu atuh dijawab mau apa gak?" tanya Aa yang membuyarkan lamunan Nayla.


"Nay masih bingung Aa"jawab Nayla pelan.


"Apa yang bikin kamu ragu sama ketulusan aku Nay?" tanya Ryan


Naylapun menatap Ryan entah apa yang sedang ada dalam pikirannya.


"Aku cuma takut Yan...." ucap Nayla pelan namun AA masih dapat mendengar apa yang Nayla ucapkan.


"Takut apa Nay?" tanya Aa


"Takut ka...lau. ..." Nayla tak melanjutkan ucapannya, ia menunduk sambil memainkan ujung hijab yang ia pakai.


"Takut kalau Ryan sama kaya Adit" ucap Abah tiba-tiba.

__ADS_1


Naylapun menganggukkan kepalanya.


"Insyaallah aku gak seperti itu Nay" ucap Ryan sedih karena Nayla ternyata masih meragukan ketulusannya.


"Nay coba kamu lihat aku,aku serius dengan kamu, aku ingin segera kita menikah" pinta Ryan lagi namun kali ini ia berjongkok didepan Nayla.


"Kalau kamu setuju Minggu depan kita kerumah orang tua ku" ucap Ryan sambil menggenggam tangan Nayla.


Sesaat Nayla kembali terdiam.


"Nayla...." tegur Ryan


Naylapun mengerjapkan matanya "iya aku mau Ryan jadi istri kamu" ucap Nayla pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Alhamdulillah Nay kamu mau..." Ryan pun tersenyum.bahagia dengan gerakan reflek ia mencium tangan Nayla.


"Oh so sweet banget sih" ucap Damra yang merasa ikut bahagia.


"Kawin ..kawin...kawinn"sorak Damra layaknya anak kecil.


"Huss Ra emang apa'an kawin" ucap Aa sambil bercanda.


Nayla yang merasa malu memilih duduk diteras depan bersama Damra sementara Empok meminta ijin untuk tidur duluan bersama Radit.


Sementara itu AA,Ryan dan Abah nampak asik berbincang-bincang di dalam.


Saat Nayla sedang asik berbicara dengan Damra tiba-tiba saja wajah Damra langsung pucat sambil matanya terus memandang kearah kebun pisang yang berada tak jauh dari rumah Abah.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Nayla bingung


"Nay..."


"iya Ra. kenapa?" jawab Nayla heran.


"Nay ...kayanya gw gak kuat deh..."ucap Damra sambil menggenggam erat tangan Nayla.


"Kamu kenapa sih Ra ?" Nayla semakin bingung melihat ulah Damra.


"gw takut Nay..." ucap Damra dey suara gemetar.


"Takut?"


"takut kenapa?"ulang Nayla


"itu ..." Damra menunjuk kearah pohon pisang.


Naylapun melihat kearah yang Damra tunjuk dan Naylapun tersenyum.


Oh kamu takut sama pocong" ucap Nayla dengan santainya.


"PO...poconggg" karena takut Damra pun segera berlari masuk kedalam meninggalkan Nayla sendiri diteras.


AA yang melihat Damra ketakutan langsung menghampiri Damra di kamar.


Hallo semua aku baru up lagi ni.


Jangan bosen ya.


Tetap terus kasih dukungan buat Author ya caranya:


- Like


-Komen


-Favorit


yang mau kasih bunga atau vote juga boleh (author ngarep ya) 😀😀😀


Salam Maniss


Amellajj/Author

__ADS_1


__ADS_2