
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Malam itu Nayla tidur dengan sangat nyeyaknya entah apa karena terlalu lelah atau memang malam itu hantu-hantu yang ada disana sudah lelah juga mengganggu Nayla.
Pagi harinya Nayla bangun duluan,ia melihat kekiri dan kanan semuanya masih terlelap Naylapun enggan untuk bangun ia pun menjahili Tari dengan mencubit hidung Tari lalu ia mengambil lipstik yang selalu berada didalam tasnya namun tak pernah ia pakai,ia pun mulai melukis di wajah Tari.
Setelah selesai ia pun tertawa sendiri melihat hasik karyanya yang membuat wajah Tari seperti kucing.
Hi....hi
Nayla menahan tawanya tak lupa juga ia memfotonya untuk diperlihatkan pada Tari suatu saat nanti.
"dasar kebo masa gak kerasa sih " batin Nayla
"ini kaya kucing apa kaya macan ya"guman Nayla sambil senyum sendiri melihat wajah Tari.
"kabur ahhh,tar dia ngamuk lagi pas bangun" monolog Nayla lalu ia pun segera bangun dan menuju dapur untuk membuat minuman hangat.
Setelah selesai membuat kopi susu ia pun masuk kedalam kamar dan memainkan ponselnya.
Saat sesang asik main game ada WA masuk dari Adit yang menanyakan kapan ia akan kembali
Beberapa menit kemudian " Nayyyylaaa" suara Tari terdengar begitu nyaring,Naylapun bersembunyi dibalik selimut tebalnya sambil menahan Tawanya.
Braakkk
terdengar suara pintu kamar dibuka dengan kasar
"gak usah ngumpet Nay,gw cium loe ya udah berani ama gw ceritanya"ujar Tari sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Nayla
"sorry Ri,tadi gw cuma iseng abis loe udah kaya kebo aja masa gak berasa"
"Ri kita pulangnya jangan siang-siang ya,gw takut bokap gw pulang"ucap Nayla berbohong
"iya"jawab Tari singkat
Ia pun langsung menyambar handuk yang dan masuk kedalam kamar mandi.
Jam 4 sore Merekapun sampai dirumah Nayla
"udah pulang sono"usir Nayla
"dih songong amat,gw mau ngasolah sebentar loe kata gw gak pegel"Tari pun turun dari motornya dan langsung membuka pagar rumah Nayla
"ihh gak sopan amat loe,yang punya rumah aja masih diluar" protes Nayla kesal
"gw gak lama cuma mau numpang ngaso doang Nay"ucap Tari
"kok rumah loe gak dikunci sih Nay"tanya Tari bingung soalnya ia dengan mudahnya masuk kerumah Nayla
"ada si empok yang beres-beres tar jam 5 an dia baru pulang"jelas Nayla
"pokkk..."teriak Nayla yang yakin kalo ARTnya ada didalam dan benar saja si empok yang dimaksud Nayla keluar dari dapur
__ADS_1
"ehh udah pulang Nay,tadi empok lagi bersihin kamar mandi yang didapur"
"iya gak apa-apa,pok bikinin sirup dong,ada kan?"pinta Nayla
"ada Nay tar ya mpok bikinin dulu"
Tak lama kemudian Empok pun keluar dengan membawa minuman yang dipinta Nayla
"udah buruan minum tuh abis itu pulang gih gw mau tidur"usir Nayla lagi
"ihh loe mah bener-bener ya Nay" ujar Tari yang langsung meneguk habis minumannya.
Setelah Tari pulang Naylapun langsung naik kekamarnya.
Baru saja ia mau terlelap tiba-tiba pintu kamarnya diketuk
tok...tok...
"Nay...ada Adit tuh dibawah"ucap Empok dari balik pintu
"iya pok"sahut Nayla
Sebenarnya ia malas untuk menemui Adit namun kalau tidak ditemui ia takut Adit akan marah akhirnya dengan langkah gontai dan mata yang sudah sangat mengantuk ia menghampiri Adit yang sedang menunggunya di bangku Teras.
"hai..."sapa Nayla sambil bersandar dipintu
"pulang jam berapa kamu"Tanya Adit dengan pandangan yang tertuju pada Jidat Nayla yang masih benjol
"belom lama"jawab Nayla lalu duduk dibangku sebelah Adit
"kepentok pintu"
"kok bisa sih,emang lagi ngapain sampe kepentok pintu segala"tanya Adit lagi
"mau lari abis liat hantu"jawab Nayla polos
Aditpun menjulurkan tangannya ingin menyentuh dahi Nayla yang benjol
"ihh jangan dipegang masih sakit"Nayla menepis tangan Adit
"udah dikasih obat belum?"
"gak dikasih apa-apa,tar juga kempes sendiri"jawab Nayla
"ya udah kalo gitu,kamu udah makan belom?"
Naylapun menggelengkan kepalanya
"ya udah ayo beli makan"ajak Adit yang langsung berdiri dan berjalan keluar menuju motornya
"Dit..aku ngantuk gak mau makan ah.."ucap Nayla sambil bersandar dipagar
"ya udah kita makan dulu abis itu baru kamu tidur"sahut Adit
__ADS_1
"ihh tar bantat ngantuknya"
Nayla tetap tak ingin keluar membeli makanan namun Adit terus memaksanya akhirnya Naylapun mengalah dengan malas ia duduk dibelakang Adit.
Adit tahu jika Nayla sedang dalam mood yang tidak baik ia akan senang jika diajak makan bakso.
Adit membawa Nayla ke sebuah kedai bakso yang menyediakan berbagai bakso dengan rasa berbeda-beda dan benar saja Nayla langsung sumringah begitu melihat ada bakso keju,mercon,otak-otak,udang,baksu urat dan bakso rusuk.Ia pun langsung mengambil masing-masing dua.
"ihhh tadi diajak gak mau,sampe sini udah kaya gak makan tiga hari"ejek Adit sambil menahan tawanya
Nayla seakan tuli ia mengabaikan Adit yang dari tadi menertawakannya
Ia sengaja tidak memakai kuah hanya meminta piring kecil untuk tempat sambal.
Ia makan dengan sangat lahapnya hingga Adit sudah merasa kenyang dengan hanya melihat Nayla makan.
"ya ampun yang emang kamu gak dikasih makan apa disana"ucap Adit sambil mengelap sisa sambal dipinggir bibir Nayla dengan tissue.
"kok kamu gak makan Dit"tanya Nayla yang melihat bakso Adit masih utuh
"kamu mau?ni buat kamu aja"Adit menyodorkan mangkok baksonya.
"Aku udah kenyang Dit diperut ini tinggal sisa tempat dikit buat jus alpuket doang"ucap Nayla sambil mengelus perutnya yang sudah kenyang.
Rasa kantuknya pun sudah hilang.
Akhirnya Adit pun memakan baksonya sementara itu Nayla sibuk dengan jus alpukatnya yang diberi banyak susu coklat.
Saat jus Nayla sudah habis kebiasaannya pun selalu membuat lubang pada es batu dengan sedotan.
Setelah selesai makan merekapun tidak langsung pulang melainkan mampir disebuah danau buatan yang ada diperumahan tempat Nayla tinggal.
Merekapun berbincang-bincang sambil bercanda dipinggiran danau sambil memakan sosis bakar pedas kalau Nayla bilangnya Sofel (bukan lotion anti nyamuk ya)
"kamu makan banyak tapi kok gak gede-gede ya Nay"ucap Adit sambil mengelus rambut Nayla.
"gak apa-apa Dit baguskan makan banyak tapi gak gendut"jawab Nayla
"bukan gitu Nay,nanti kalo udah nikah trus kamu kurus disangka aku gak ngasih makan lagi"ucap Adit sambil tertawa
Tiba-tiba Nayla langsung terdiam begitu mendengar kata "nikah" ia masih belum mendapatkan ide untuk mengundur waktu pernikahannya dengan Adit.
Haiii para Reader terima kasih sudah mampir diceritaku.
Jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara :
- Like
- Vote
- Rate dan juga
- Kritsarnya author tunggu
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author